Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata:
ูุตูุชู ูููุณู ูุฅูุงูู
ุงูุญุฑุต ุนูู ูุดุฑ ุงูุนูู
ุจูู ุงููุงุณ، ููุง ุชุญูุฑูุง ุดูุฆุง، ูุฅุฐุง ุนูู
ุช ุฅูุณุงูุง ู
ุณุฃูุฉ ูุงุญุฏุฉ ูุนู
ู ุจูุง، ุซู
ุนู
ููุง ุขุฎุฑ ูุขุฎุฑ ูุขุฎุฑ، ููู ู
ุง ูุญุตู ู
ู ุฃุฌุฑ ุจุงูุนู
ู ุงูุฐู ุฃูุช ุฏููุช ุงููุงุณ ุนููู، ููู ู
ุซูู.
“Wasiatku untuk diriku dan untuk kalian adalah agar kita bersungguh-sungguh menyebarkan ilmu di tengah manusia. Jangan pernah menganggap remeh suatu kebaikan.
Jika engkau mengajarkan seseorang satu ilmu, lalu ia mengamalkannya, kemudian ilmu itu diamalkan oleh orang lain, lalu orang lain lagi, dan orang lain lagi, maka setiap pahala yang mereka peroleh dari amalan yang engkau tunjukkan kepada mereka, engkau pun akan mendapatkan pahala yang semisal dengannya.”
Liqa’ al-Bab al-Maftuh, no. 86.
____
๐ https://t.me/alistifadah
0 komentar:
Posting Komentar