𝐓𝐈𝐃𝐀𝐊 𝐒𝐄𝐌𝐔𝐀 𝐁𝐄𝐑𝐓𝐀𝐇𝐀𝐍: 𝐔𝐉𝐈𝐀𝐍 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐔𝐍𝐆𝐊𝐀𝐏 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐒𝐄𝐁𝐄𝐍𝐀𝐑𝐍𝐘𝐀

Posted On // Leave a Comment
𝐓𝐈𝐃𝐀𝐊 𝐒𝐄𝐌𝐔𝐀 𝐁𝐄𝐑𝐓𝐀𝐇𝐀𝐍: 𝐔𝐉𝐈𝐀𝐍 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐔𝐍𝐆𝐊𝐀𝐏 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐒𝐄𝐁𝐄𝐍𝐀𝐑𝐍𝐘𝐀

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata:

لا يُعرف زيفُ الذَّهبِ إلا إذا أذبناهُ بالنَّار؛ ولا يُعرف طيبُ العود إلا إذا أحرقنَاهُ بالنَّار؛ أيضًا لا يُعرفُ المؤمنُ إلا بالابتلاءِ والامتحانِ، فعليكَ يا أخي بالصَّبرِ

“Tidak akan diketahui palsunya emas kecuali setelah dilebur dengan api.

Dan tidak akan diketahui harum dan baiknya kayu gaharu kecuali setelah dibakar dengan api.

Demikian pula, tidak akan diketahui (hakikat) seorang mukmin kecuali melalui ujian dan cobaan.

Maka hendaknya engkau, wahai saudaraku, bersabar.”

Tafsir Surat Al Baqarah, 3/41
____
🛜 https://t.me/alistifadah


[Read more]

𝐉𝐀𝐍𝐆𝐀𝐍 𝐓𝐔𝐊𝐀𝐑 𝐊𝐄𝐁𝐄𝐍𝐀𝐑𝐀𝐍 𝐃𝐄𝐍𝐆𝐀𝐍 𝐒𝐎𝐒𝐎𝐊

Posted On // Leave a Comment
𝐉𝐀𝐍𝐆𝐀𝐍 𝐓𝐔𝐊𝐀𝐑 𝐊𝐄𝐁𝐄𝐍𝐀𝐑𝐀𝐍 𝐃𝐄𝐍𝐆𝐀𝐍 𝐒𝐎𝐒𝐎𝐊

Berkata Fadhilah al-Imam al-‘Allamah Rabi’ bin Hadi al-Madkhali rahimahullah:

فالآن يجب على من ينتهج المنهج السلفي: أن يربأ بنفسه عن سلوك هذه المذاهب الفاسدة، التعصب الأعمى التعصب الجاهلي و رد الحق من أجل فلان و فلان، و الله لو كان من كبار العلماء و من كبار أئمة السنة و أخطأ لما يجوز لك أن ترد الحق, كيف بالجهلاء و المعروفين بالكذب و المعروفين بالفتن, كيف تقف إلى جانبهم؟ هذا ما لا يليق بمسلم فضلا عن السلفي, و ما معنى الدعوة السلفية إذا كنت تتعصب بالجهل و الهوى ؟ما معنى هذا ؟

“Maka sekarang wajib bagi siapa saja yang menempuh manhaj Salafi:

Agar ia menjaga dirinya dari menempuh jalan-jalan yang rusak ini; yaitu fanatisme buta, fanatisme jahiliyah, dan menolak kebenaran hanya karena si fulan dan si fulan.

Demi Allah, seandainya yang berbicara itu termasuk ulama besar, termasuk imam-imam Ahlus Sunnah, lalu ia keliru, maka tidak boleh bagimu menolak kebenaran. 

Lalu bagaimana lagi jika itu datang dari orang-orang jahil, yang dikenal suka berdusta dan dikenal sebagai pembawa fitnah, bagaimana mungkin engkau justru berdiri di pihak mereka?

Ini tidak pantas bagi seorang Muslim, terlebih lagi bagi seorang Salafi. 

Apa makna dakwah Salafiyah jika engkau masih bersikap fanatik karena kebodohan dan mengikuti hawa nafsu? Apa arti semua itu?

(Wasiat untuk para penuntut ilmu Salafi)
____
🛜 https://t.me/alistifadah
https://t.me/fawaz_almdkhli/83


[Read more]

𝐊𝐄𝐓𝐈𝐊𝐀 𝐊𝐄𝐁𝐄𝐍𝐀𝐑𝐀𝐍 𝐃𝐀𝐓𝐀𝐍𝐆 𝐃𝐀𝐑𝐈 𝐀𝐑𝐀𝐇 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐓𝐀𝐊 𝐃𝐈𝐃𝐔𝐆𝐀

Posted On // Leave a Comment
𝐊𝐄𝐓𝐈𝐊𝐀 𝐊𝐄𝐁𝐄𝐍𝐀𝐑𝐀𝐍 𝐃𝐀𝐓𝐀𝐍𝐆 𝐃𝐀𝐑𝐈 𝐀𝐑𝐀𝐇 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐓𝐀𝐊 𝐃𝐈𝐃𝐔𝐆𝐀

Seorang laki-laki datang kepada Abdullah bin Mas‘ud dan berkata:

“Wahai Abu Abdurrahman, ajarkan kepadaku beberapa kalimat yang ringkas namun bermanfaat.”

Beliau menjawab:

اعبد الله ولا تشرك به شيئاً، وزل مع القرآن حيث زال ومن جاءك بالحق فاقبل منه وإن كان بعيداً قصياً، ومن جاءك بالباطل فاردده وإن كان قريبا حبيباً

“Sembahlah Allah dan janganlah engkau menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.

Ikutilah Al-Qur’an ke mana pun ia membimbingmu.

Siapa pun yang datang kepadamu membawa kebenaran, maka terimalah darinya, meskipun ia jauh dan bukan orang dekat.

Dan siapa pun yang datang kepadamu membawa kebatilan, maka tolaklah, meskipun ia orang yang dekat dan engkau cintai.”

📚 (Al-Ja‘diyyat, no. 2234)
____
🛜 https://t.me/alistifadah


[Read more]

𝐏𝐑𝐀𝐒𝐀𝐍𝐆𝐊𝐀: 𝐃𝐎𝐒𝐀 𝐀𝐓𝐀𝐔 𝐊𝐄𝐖𝐀𝐒𝐏𝐀𝐃𝐀𝐀𝐍?

Posted On // Leave a Comment
𝐏𝐑𝐀𝐒𝐀𝐍𝐆𝐊𝐀: 𝐃𝐎𝐒𝐀 𝐀𝐓𝐀𝐔 𝐊𝐄𝐖𝐀𝐒𝐏𝐀𝐃𝐀𝐀𝐍?

Al-‘Allamah Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata:

وههنا مسألة: هل يُؤاخذ الإنسان بالظن السيئ بغيره ؟
والجواب أن نقول: هذا العمل لا يجوز إلا إذا وُجِدَت قرائن؛ ولهذا قال الله عَزَّوَجَلَّ في القرآن: إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إثم ﴾ [الحجرات: ١٢] ولم يقل: إن كله، أو إن الظن إثم؛ لأن بعض الظن لا يكون إثما

Di sini ada satu pembahasan: Apakah seseorang akan dihukumi (berdosa) karena berprasangka buruk terhadap orang lain?

Jawabannya: 

Kita katakan bahwa perbuatan ini tidak boleh, kecuali jika ada tanda-tanda atau bukti yang mendukung. Oleh karena itu, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman dalam Al-Qur’an:

 بَعْضَ الظَّنِّ إثم

“Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa” (Al-Hujurat: 12)

Dan Allah tidak mengatakan: “Sesungguhnya semua prasangka itu dosa” atau “prasangka itu dosa” secara mutlak. 

Ini karena sebagian prasangka tidak termasuk dosa.

Ta‘liq atas Shahih Al-Bukhari, 6/554
____
🛜 https://t.me/alistifadah


[Read more]

𝐀𝐃𝐈𝐋𝐊𝐀𝐇 𝐊𝐈𝐓𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐀𝐌 𝐌𝐄𝐍𝐉𝐀𝐆𝐀 𝐋𝐈𝐒𝐀𝐍?

Posted On // Leave a Comment
𝐀𝐃𝐈𝐋𝐊𝐀𝐇 𝐊𝐈𝐓𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐀𝐌 𝐌𝐄𝐍𝐉𝐀𝐆𝐀 𝐋𝐈𝐒𝐀𝐍?

Al-‘Allamah Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata:

من العجب أن بعض الناس يتنزه عن الكلام في أعراض الناس، وإذا جاء الحديث عن ولاة الأمور صارت أعراضهم عنده حلاوة !

Sungguh mengherankan, ada sebagian orang yang sangat menjaga diri dari membicarakan kehormatan (aib) sesama manusia. 

Namun ketika pembicaraan menyangkut pejabat pemerintah, justru kehormatan mereka terasa “manis” baginya untuk dibicarakan.

Syarh Shahih al-Bukhari, 13/285
____
🛜 https://t.me/alistifadah



[Read more]

𝐀𝐖𝐀𝐋 𝐊𝐄𝐇𝐀𝐍𝐂𝐔𝐑𝐀𝐍: 𝐌𝐄𝐍𝐉𝐀𝐔𝐇 𝐃𝐀𝐑𝐈 𝐈𝐋𝐌𝐔

Posted On // Leave a Comment
𝐀𝐖𝐀𝐋 𝐊𝐄𝐇𝐀𝐍𝐂𝐔𝐑𝐀𝐍: 𝐌𝐄𝐍𝐉𝐀𝐔𝐇 𝐃𝐀𝐑𝐈 𝐈𝐋𝐌𝐔

Berkata Al-‘Allamah Syaikh Ibnu Baz rahimahullah:

فإن الإنسان إذا كان لا يحضر حلقات العلم ، ولا يسمع الخطب ولا يعتني بما ينقل عن أهل العلم فإنه تزداد غفلته وربما يقسو قلبه حتى يطبع عليه، ويختم عليه فيكون من الغافلين

“Sesungguhnya seseorang, jika ia tidak menghadiri majelis-majelis ilmu, tidak mendengarkan khutbah, dan tidak memperhatikan apa yang disampaikan dari para ulama, maka kelalaiannya akan semakin bertambah. 

Bahkan bisa jadi hatinya menjadi keras, hingga akhirnya tertutup dan terkunci, sehingga ia termasuk orang-orang yang lalai.”

Majmu’ Al-Fatawa)
____
🛜 https://t.me/alistifadah
https://t.me/fawaz_almdkhli/5028?single


[Read more]

𝐌𝐔𝐒𝐈𝐁𝐀𝐇 𝐈𝐓𝐔 𝐊𝐄𝐂𝐈𝐋, 𝐉𝐈𝐊𝐀 𝐊𝐀𝐔 𝐈𝐍𝐆𝐀𝐓 𝐃𝐎𝐒𝐀𝐌𝐔

Posted On // Leave a Comment
𝐌𝐔𝐒𝐈𝐁𝐀𝐇 𝐈𝐓𝐔 𝐊𝐄𝐂𝐈𝐋, 𝐉𝐈𝐊𝐀 𝐊𝐀𝐔 𝐈𝐍𝐆𝐀𝐓 𝐃𝐎𝐒𝐀𝐌𝐔

Tabi’in Mutharrif bin Abdullah rahimahullah berkata:

مَا نَزَلَ بِي بَلَاءٌ فَاسْتَعْظَمْتُهُ فَذَكَرْتُ ذُنُوبِي إِلَّا اسْتَصْغَرْتُهُ

“Setiap kali aku tertimpa musibah lalu aku menganggapnya besar, aku mengingat dosa-dosaku, maka seketika musibah itu terasa kecil.”

Al-‘Uqubat karya Ibnu Abid Dunya No. 222
____
🛜 https://t.me/alistifadah


[Read more]

𝐌𝐄𝐌𝐁𝐄𝐑𝐈 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐓𝐄𝐑𝐁𝐀𝐈𝐊 𝐊𝐄𝐏𝐀𝐃𝐀 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐏𝐀𝐋𝐈𝐍𝐆 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐓𝐔𝐇𝐊𝐀𝐍

Posted On // Leave a Comment
𝐌𝐄𝐌𝐁𝐄𝐑𝐈 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐓𝐄𝐑𝐁𝐀𝐈𝐊 𝐊𝐄𝐏𝐀𝐃𝐀 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐏𝐀𝐋𝐈𝐍𝐆 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐓𝐔𝐇𝐊𝐀𝐍

Imam Malik rahimahullah berkata:

“Dahulu Thawus biasa membuat makanan yang lezat, lalu ia mengundang orang-orang miskin untuk menyantapnya.

Lalu ada yang berkata kepadanya: ‘Seandainya engkau mengundang para pembesar (tokoh-tokoh terpandang)!’

Ia menjawab: 

لا ، إِنَّ هؤلاء لا عَهْدَ لهم بمثل هذا

‘Tidak. Sesungguhnya mereka ini (kaum miskin) tidak terbiasa mendapatkan makanan seperti ini.’

Imam Malik berkata: ‘Betapa indahnya perbuatan ini!’ dan beliau pun merasa kagum terhadap amalan tersebut.”

Sunan Ash-Shalihin karya Abu Al-Walid Al-Baji
____
🛜 https://t.me/alistifadah


[Read more]

𝐒𝐀𝐋𝐀𝐅𝐈𝐘𝐘𝐈𝐍 𝐈𝐓𝐔 𝐓𝐄𝐑𝐁𝐀𝐆𝐈 𝐌𝐄𝐍𝐉𝐀𝐃𝐈 𝐃𝐔𝐀

Posted On // Leave a Comment
𝐒𝐀𝐋𝐀𝐅𝐈𝐘𝐘𝐈𝐍 𝐈𝐓𝐔 𝐓𝐄𝐑𝐁𝐀𝐆𝐈 𝐌𝐄𝐍𝐉𝐀𝐃𝐈 𝐃𝐔𝐀

Berkata Syaikh, Dr., Al-‘Allamah Rabi bin Hadi al-Madkhali rahimahullah:

Salafiyyin itu terbagi menjadi dua:

Pertama: Salafi yang kuat

Yaitu yang mampu menyampaikan dakwah Allah kepada ahlul bid’ah dan kelompok-kelompok (menyimpang) -semoga Allah memberkahimu- dengan hujjah dan dalil. Ia dapat mempengaruhi mereka, dan mereka tidak mempengaruhi dirinya.

Maka orang seperti ini kewajibannya adalah berinteraksi dengan mereka dan mengajak mereka (kepada kebenaran). Bukan untuk makan, bukan untuk minum, bukan untuk basa-basi, bukan untuk urusan agama sedikitpun, dan bukan pula menyetujui kebatilan.

Ia bertemu mereka di masjid lalu mendakwahi mereka, bertemu mereka di pasar lalu mendakwahi mereka, naik kendaraan bersama mereka lalu mendakwahi mereka, baik di mobil, pesawat, maupun kereta, ia tetap mengajak mereka (kepada kebenaran).

Ia berdakwah, karena memang harus berinteraksi dengan mereka -tidak mungkin sepenuhnya lepas dari mereka- sebab ahlul bid’ah dan pengikut hawa nafsu jumlahnya sangat dominan, sedangkan Salafiyyin seperti sehelai rambut putih pada sapi hitam -semoga Allah memberkahi kalian-.

Maka mau tidak mau ia akan bergaul dengan mereka. Lalu apa kewajibannya?
Kewajibannya adalah menyampaikan dakwah Allah dengan hikmah dan nasihat yang baik.

Karena itu, jika ia hanya duduk di rumah dengan alasan menjauhi ahlul bid’ah, maka itu berarti mematikan dakwah!

Kedua: Salafi yang lemah

Sebagai contoh: seseorang yang jahil dan lemah kepribadiannya, jika mendengar sedikit saja syubhat maka ia langsung terpengaruh. Maka orang seperti ini seharusnya menyelamatkan dirinya dari ahlul syubhat dan ahlul bid’ah, serta menjauh dari mereka, tidak duduk bersama mereka.

Namun jika ada orang yang “menguji” kamu dengan memberi salam, maka katakan: “Wa‘alaikumussalam.”

Akan tetapi, jika kamu duduk bersama mereka, makan bersama mereka, bercanda dengan mereka, dan bergaul akrab dengan mereka, maka dalam hal ini kamu telah keliru. Karena apa yang kamu lakukan itu menyelisihi manhaj salafi dan juga menyelisihi sunnah.

Salafiyyin generasi sebelum kita juga telah tersebar di tengah-tengah ahlul bid’ah. Mereka mempengaruhi mereka dan memasukkan ribuan orang ke dalam lingkup manhaj salafi.

Maka siapa yang memiliki kemampuan debat yang kuat, berkepribadian kokoh, atau seorang alim, ia menegakkan hujjah dan mengajak mereka dengan hikmah serta nasihat yang baik. Dan kalian akan melihat dampak dari hal itu.

Adapun yang lemah: tidak -demi Allah- ia tidak bergaul (dengan mereka) secara umum. 

Namun jika ia diuji dengan diberi salam, maka hendaknya ia menjawab salam tersebut, dan tidak ada dosa baginya. Kalau tidak begitu, lalu apa yang bisa ia lakukan?

Akan tetapi, ia tetap tidak bergaul dan tidak duduk bersama mereka.

Majmu’ Kutub wa Rasail Syaikh, 1/488–490
____
🛜 https://t.me/alistifadah

[Read more]

𝐒𝐀𝐀𝐓 𝐀𝐋𝐋𝐀𝐇 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐇𝐔𝐊𝐔𝐌 𝐋𝐄𝐖𝐀𝐓 𝐓𝐀𝐍𝐆𝐀𝐍 𝐌𝐄𝐑𝐄𝐊𝐀 𝐒𝐄𝐍𝐃𝐈𝐑𝐈

Posted On // Leave a Comment
𝐒𝐀𝐀𝐓 𝐀𝐋𝐋𝐀𝐇 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐇𝐔𝐊𝐔𝐌 𝐋𝐄𝐖𝐀𝐓 𝐓𝐀𝐍𝐆𝐀𝐍 𝐌𝐄𝐑𝐄𝐊𝐀 𝐒𝐄𝐍𝐃𝐈𝐑𝐈

Al-Imam Al-Auza‘i rahimahullah berkata:

إذا التقى الفاجر بالفاجر ، فاقتتـلا ، فأهلك الله أحدهما فالحمد لله ، وإذا أهلكهما جميعًا فالحمد لله كثيرًا.

“Jika seorang fajir (pelaku kejahatan) bertemu dengan fajir lainnya, lalu keduanya saling berperang dan Allah membinasakan salah satu dari mereka, maka segala puji bagi Allah.

Dan jika Allah membinasakan keduanya sekaligus, maka segala puji bagi Allah dengan pujian yang lebih banyak lagi.”

Siyar A‘lam an-Nubala’, 8/458
____
🛜 https://t.me/alistifadah


[Read more]