𝐑𝐈𝐁𝐀 𝐃𝐈𝐀𝐍𝐆𝐆𝐀𝐏 𝐁𝐈𝐀𝐒𝐀, 𝐙𝐀𝐊𝐀𝐓 𝐃𝐈𝐀𝐍𝐆𝐆𝐀𝐏 𝐁𝐄𝐁𝐀𝐍

Posted On // Leave a Comment
𝐑𝐈𝐁𝐀 𝐃𝐈𝐀𝐍𝐆𝐆𝐀𝐏 𝐁𝐈𝐀𝐒𝐀, 𝐙𝐀𝐊𝐀𝐓 𝐃𝐈𝐀𝐍𝐆𝐆𝐀𝐏 𝐁𝐄𝐁𝐀𝐍

Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata:

ثم نظرت في التجار، فرأيتهم قد غلب عليهم الحرص، حتى لا يرون سوى وجوه الكسب، كيف كانت، وصار الربا في معاملاتهم فاشيًا، فلا يبالي أحدهم من أين تحصل له الدنيا! وهم في باب الزكاة مفروطون، ولا يستوحشون من تركها، إلا من عصم الله

Kemudian aku melihat para pedagang, ternyata yang mendominasi mereka adalah ketamakan dan ambisi berlebihan, sampai-sampai yang mereka lihat hanyalah sisi-sisi keuntungan, bagaimana pun caranya.

Riba pun menjadi sesuatu yang tersebar luas dalam transaksi mereka. Salah seorang dari mereka tidak lagi peduli dari mana dunia (harta) itu ia peroleh!

Adapun dalam perkara zakat, mereka banyak yang meremehkannya, bahkan tidak merasa bersalah ketika meninggalkannya, kecuali orang-orang yang dijaga oleh Allah.

Shayd al-Khathir karya Ibn al-Jawzi (hlm. 69)
____
🛜 https://t.me/alistifadah


[Read more]

𝐊𝐞𝐧𝐚𝐩𝐚 𝐈𝐦𝐚𝐦 𝐀𝐡𝐦𝐚𝐝 𝐌𝐞𝐧𝐲𝐮𝐫𝐮𝐡: 𝐓𝐀𝐍𝐘𝐀 𝐂𝐀𝐍𝐓𝐈𝐊 𝐃𝐔𝐋𝐔 𝐒𝐄𝐁𝐄𝐋𝐔𝐌 𝐀𝐆𝐀𝐌𝐀?

Posted On // Leave a Comment
𝐊𝐞𝐧𝐚𝐩𝐚 𝐈𝐦𝐚𝐦 𝐀𝐡𝐦𝐚𝐝 𝐌𝐞𝐧𝐲𝐮𝐫𝐮𝐡: 𝐓𝐀𝐍𝐘𝐀 𝐂𝐀𝐍𝐓𝐈𝐊 𝐃𝐔𝐋𝐔 𝐒𝐄𝐁𝐄𝐋𝐔𝐌 𝐀𝐆𝐀𝐌𝐀?

Imam Ahmad rahimahullah berkata:

إذا خطب رجل امرأة سأل عن جمالها أولًا، فإن حُمِدَ، سأل عن دينها، فإن حُمِد: تزوج، وإن لم يُحْمَد: يكون رَدُّهُ لأجل الدِّين. ولا يَسأل أولًا عن الدِّين، فإن حُمِدَ سأل عن الجمال. فإن لم يُحْمَدْ رَدَّهَا، فيكون رَدُّهُ للجمال لا للدِّين

"Apabila seorang pria melamar seorang wanita, hendaklah ia menanyakan tentang kecantikannya terlebih dahulu.

Jika kecantikannya terpuji, barulah ia menanyakan tentang agamanya.

Jika agamanya juga terpuji, maka nikahilah dia.

Jika agamanya tidak terpuji, maka tolaklah lamaran tersebut. Dengan demikian, penolakannya jelas karena alasan agama.

Janganlah ia menanyakan tentang agama terlebih dahulu.

Karena jika agamanya terpuji lalu ia menanyakan kecantikannya, kemudian ternyata kecantikannya tidak sesuai (tidak terpuji) sehingga ia menolaknya, maka penolakannya itu disebabkan oleh kecantikan, bukan karena agama."

Al-Inshaf, Jilid 12, Halaman 206
____
🛜 https://t.me/alistifadah


[Read more]

𝐃𝐈𝐀𝐌 𝐃𝐀𝐑𝐈 𝐓𝐀𝐇𝐃𝐙𝐈𝐑: 𝐀𝐖𝐀𝐋 𝐋𝐔𝐍𝐓𝐔𝐑𝐍𝐘𝐀 𝐌𝐀𝐍𝐇𝐀𝐉

Posted On // Leave a Comment
𝐃𝐈𝐀𝐌 𝐃𝐀𝐑𝐈 𝐓𝐀𝐇𝐃𝐙𝐈𝐑: 𝐀𝐖𝐀𝐋 𝐋𝐔𝐍𝐓𝐔𝐑𝐍𝐘𝐀 𝐌𝐀𝐍𝐇𝐀𝐉

Syaikh Ubaid Al Jabiri rahimahullah berkata:

Di antara bentuk takhdzîl (sikap melemahkan manhaj) adalah engkau mendapati banyak orang memiliki karya-karya tulis berisi syarah terhadap kitab-kitab Ahlussunnah, namun engkau tidak melihat mereka benar-benar menghantam dan meruntuhkan manhaj yang rusak.

Mereka hanya menetapkan sunnah dan berbicara tentang sunnah. Padahal sunnah tidak berhenti sampai di situ

Ahlussunnah itu benar-benar menjelaskan sunnah dan mendidik manusia di atasnya, dimulai dari tauhid, kemudian cabang-cabangnya dalam ibadah, muamalah, dan akhlak. 

Mereka juga memperingatkan dari segala yang menyelisihi sunnah, dimulai dari kesyirikan dan seterusnya.

Dalam Musnad Ahmad dan Shahih Muslim, dari Abdullah bin ‘Amr bin Al Ash radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: 

لم يكن نبيٍّ قبلي إلا كان حقًّا عليه أن يدلّ أمته على خير ما يعلمه لهم، وأن ينذرهم شرّ ما يعلمه لهم

“Tidak ada seorang nabi pun sebelumku kecuali wajib atasnya untuk menunjukkan umatnya kepada kebaikan yang ia ketahui bagi mereka, dan memperingatkan mereka dari keburukan yang ia ketahui bagi mereka.”

Maka orang-orang ini memang menunjukkan kebaikan, namun mereka tidak menunaikan sisi tahdzir (peringatan).

Kalaupun mereka memperingatkan dari bid’ah, maka itu hanya secara global. Adapun secara rinci, mereka tidak memperingatkan darinya, mereka justru diam terhadapnya.

Keadaan ini menyebabkan sebagian Salafiyyin yang sebelumnya bersama kita menjadi berpaling. 

Mereka meninggalkan para ikhwan dan para syaikh yang dahulu mendidik mereka, padahal mereka tidaklah mengenal sunnah kecuali melalui jalan para syaikh tersebut.
____
🛜 https://t.me/alistifadah





[Read more]

𝐌𝐄𝐑𝐄𝐊𝐀 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐓𝐀𝐌𝐏𝐀𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐄𝐋𝐀, 𝐍𝐀𝐌𝐔𝐍 𝐇𝐀𝐊𝐈𝐊𝐀𝐓𝐍𝐘𝐀 𝐌𝐄𝐑𝐔𝐒𝐀𝐊

Posted On // Leave a Comment
𝐌𝐄𝐑𝐄𝐊𝐀 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐓𝐀𝐌𝐏𝐀𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐄𝐋𝐀, 𝐍𝐀𝐌𝐔𝐍 𝐇𝐀𝐊𝐈𝐊𝐀𝐓𝐍𝐘𝐀 𝐌𝐄𝐑𝐔𝐒𝐀𝐊

Syaikh Ali Al Hudzaifi Al Adeni hafizhahullah berkata:

Syaikh kami, Syaikh Rabi bin Hadi Al Madkhali rahimahullah wa ghafara lah, berkata:

“Di antara manusia ada yang menyusup ke dalam barisan Salafiyyin. 

Engkau akan melihat orang seperti ini mengenakan pakaian Salafiyyah, bahkan tampak bersemangat membelanya, namun itu semua hanya dusta dan kepalsuan. 

Ternyata ia melakukan hal-hal yang bahkan musuh pun tidak mampu melakukannya, yaitu memecah belah para pemuda dan mencerai-beraikan mereka. 

Maka wajib untuk waspada terhadap orang-orang seperti ini serta makar yang mereka lakukan.”

(Diambil dengan sedikit penyesuaian redaksi)

Taujihat lisy-Syabab, hlm. 57
____
🛜 https://t.me/alistifadah
https://t.me/c/3517329249/62


[Read more]

𝐒𝐀𝐋𝐀𝐅𝐈 𝐈𝐌𝐈𝐓𝐀𝐒𝐈: 𝐌𝐄𝐍𝐎𝐋𝐀𝐊 𝐃𝐈𝐍𝐀𝐒𝐈𝐇𝐀𝐓𝐈, 𝐌𝐄𝐍𝐘𝐄𝐑𝐀𝐍𝐆 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐌𝐄𝐍𝐀𝐒𝐈𝐇𝐀𝐓𝐈

Posted On // Leave a Comment
𝐒𝐀𝐋𝐀𝐅𝐈 𝐈𝐌𝐈𝐓𝐀𝐒𝐈: 𝐌𝐄𝐍𝐎𝐋𝐀𝐊 𝐃𝐈𝐍𝐀𝐒𝐈𝐇𝐀𝐓𝐈, 𝐌𝐄𝐍𝐘𝐄𝐑𝐀𝐍𝐆 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐌𝐄𝐍𝐀𝐒𝐈𝐇𝐀𝐓𝐈

Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali rahimahullah berkata:

“Sebagian orang yang mengaku sebagai pengikut salafiyah —padahal itu hanya klaim dusta— sama sekali tidak pernah mau menerima nasihat.

Demi Allah, aku telah mencoba (berdakwah kepada) orang-orang Nasrani, dan mereka bisa masuk Islam dengan mudah. 

Aku juga mencoba (kepada) kalangan sufi, dan mereka bisa menerima sunnah dengan mudah.

Namun orang-orang pendusta yang hanya mengaku-ngaku ini, jika engkau menasihatinya secara pribadi —empat mata, berulang kali— justru akan menyerangmu seperti singa, marah besar, dan membuat kegaduhan besar, seakan-akan dunia ini ditegakkan dan dijatuhkan hanya untuk menyerangmu.

Mereka ini adalah orang-orang palsu, dan merekalah yang telah merusak dakwah salafiyah. 

Maka kita memohon kepada Allah agar membersihkan bumi dari mereka, serta melindungi umat ini dari keburukan dan fitnah mereka. Sesungguhnya Rabb kita Maha Mendengar doa.”

____
🛜 https://t.me/alistifadah

[Read more]

𝐊𝐄𝐒𝐄𝐓𝐈𝐀𝐀𝐍 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐌𝐄𝐍𝐘𝐄𝐒𝐀𝐓𝐊𝐀𝐍

Posted On // Leave a Comment
𝐊𝐄𝐒𝐄𝐓𝐈𝐀𝐀𝐍 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐌𝐄𝐍𝐘𝐄𝐒𝐀𝐓𝐊𝐀𝐍

Berkata al-‘Allamah Ubaid bin Abdullah al-Jabiri rahimahullah Ta'ala:

“Ketiga: orang yang menjadikan loyalitas dan permusuhan (wala’ dan bara’) berputar pada sosok yang telah dibantah (dikritik) —yakni ia membela orang tersebut dan memusuhi orang yang mengkritiknya. Ia membenci para pembantah itu, menyebarkan keburukan mereka, membuat makar terhadap mereka, serta memperingatkan manusia dari mereka— maka orang seperti ini termasuk dalam ucapan Ibnu Taimiyah rahimahullah Ta'ala:

‘Barang siapa menjadikan seseorang sebagai poros, sehingga ia berloyalitas dan bermusuhan karena orang itu, maka ia termasuk orang-orang yang memecah belah agama mereka dan menjadi kelompok-kelompok (berpecah belah).’

Ini adalah lafaz tersebut atau maknanya.

Maka dalam istilah ini —yakni menurut istilah pada zaman kita sekarang dan dalam pemahaman kita— orang tersebut tergolong hizbi (fanatik kelompok). 

Ia telah berkelompok bersama orang-orang yang dibantah itu, sehingga akhirnya ia menjadikan loyalitas dan permusuhan terikat pada mereka.”

Ringkasan Pelajaran dari Surah Al-‘Ashr, hlm. 27

____
🛜 https://t.me/alistifadah
https://t.me/c/3517329249/59

[Read more]

𝐂𝐄𝐑𝐌𝐈𝐍 𝐃𝐀𝐊𝐖𝐀𝐇 𝐀𝐋-‘𝐀𝐋𝐋𝐀𝐌𝐀𝐇 𝐑𝐀𝐁𝐈’ 𝐁𝐈𝐍 𝐇𝐀𝐃𝐈 𝐀𝐋 𝐌𝐀𝐃𝐊𝐇𝐀𝐋𝐈 𝐑𝐀𝐇𝐈𝐌𝐀𝐇𝐔𝐋𝐋𝐀𝐇

Posted On // Leave a Comment
𝐂𝐄𝐑𝐌𝐈𝐍 𝐃𝐀𝐊𝐖𝐀𝐇 𝐀𝐋-‘𝐀𝐋𝐋𝐀𝐌𝐀𝐇 𝐑𝐀𝐁𝐈’ 𝐁𝐈𝐍 𝐇𝐀𝐃𝐈 𝐀𝐋 𝐌𝐀𝐃𝐊𝐇𝐀𝐋𝐈 𝐑𝐀𝐇𝐈𝐌𝐀𝐇𝐔𝐋𝐋𝐀𝐇

Syaikh Nizar bin Hasyim Al Abbas hafizhahullah berkata:

Al-‘Allamah Rabi’ —rahimahullah— realitanya adalah penerapan nyata dari ucapan, tulisan, dakwah, dan bimbingannya. 

Beliau lembut, penuh kasih, dan penyabar terhadap kaum Salafi selama mereka tetap berada di atas manhaj Salaf —meskipun mereka tergelincir, salah, atau lemah— selama mereka mau kembali kepada kebenaran dengan penuh kerendahan hati dan kejujuran ketika dinasihati dan diingatkan.

Namun, beliau tegas, kuat, dan jelas dalam membela kebenaran serta meninggikan panjinya. 

Beliau juga keras terhadap orang yang menyelisihi kebenaran dengan sikap keras kepala, kesombongan, keangkuhan, merasa paling berilmu, serta yang berusaha menimbulkan fitnah, kekacauan, dan provokasi, meskipun orang tersebut dianggap bagian dari Salafi.

Inilah timbangan kebenaran dan kejujuran. 

Dengan itu, Allah mengangkat derajat imam besar ini, meninggikan kedudukannya di dunia, serta menjadikan beliau diterima dan dicintai di hati kaum Muslimin dan Ahlus Sunnah. 

Semoga Allah merahmatinya dan menjadikan surga Firdaus sebagai tempat tinggalnya.

Nizar bin Hasyim Al-‘Abbas
1 Dzulqa’dah 1447 H
____
🛜 https://t.me/alistifadah
🌍 https://t.me/shnizaralabbas/2053


[Read more]

𝐏𝐔𝐉𝐈𝐀𝐍 𝐁𝐈𝐒𝐀 𝐆𝐔𝐆𝐔𝐑, 𝐒𝐔𝐍𝐍𝐀𝐇 𝐓𝐄𝐓𝐀𝐏 𝐔𝐊𝐔𝐑𝐀𝐍

Posted On // Leave a Comment
𝐏𝐔𝐉𝐈𝐀𝐍 𝐁𝐈𝐒𝐀 𝐆𝐔𝐆𝐔𝐑, 𝐒𝐔𝐍𝐍𝐀𝐇 𝐓𝐄𝐓𝐀𝐏 𝐔𝐊𝐔𝐑𝐀𝐍

Berkata Al-‘Allamah Rabi’ Al-Madkhali rahimahullah:

التزكية ليست تزكية مطلقة أبدية وإنما هي مقيدة بالاستقامة على السنة. فإذا انحرف الشخص سقطت التزكية

“Rekomendasi (tazkiyah) itu bukanlah pujian yang mutlak dan berlaku selamanya. Ia terikat dengan konsistensi di atas sunnah. Jika seseorang menyimpang, maka gugurlah tazkiyah tersebut.”

Manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah fi Naqdir Rijal, hlm. 52
__________

Berkata Syaikh kami, Syaikh Ubaid rahimahullah:

يا أبناءنا، لا تغتروا بالتزكيات، والله لقد زكينا أقواماً ثم صاروا من ألد أعداء السنة

“Wahai anak-anakku, jangan kalian tertipu dengan pujian (tazkiyah). Demi Allah, dahulu kami pernah merekomendasikan beberapa orang, namun kemudian mereka justru menjadi termasuk musuh paling keras terhadap sunnah.”

Syarh Ushul as-Sunnah, kaset/rekaman ke-12
____
🛜 https://t.me/alistifadah
https://t.me/c/3517329249/57



[Read more]

𝐊𝐄𝐔𝐍𝐓𝐔𝐍𝐆𝐀𝐍 𝐁𝐄𝐒𝐀𝐑 𝐃𝐈 𝐒𝐈𝐒𝐀 𝐊𝐄𝐇𝐈𝐃𝐔𝐏𝐀𝐍

Posted On // Leave a Comment
𝐊𝐄𝐔𝐍𝐓𝐔𝐍𝐆𝐀𝐍 𝐁𝐄𝐒𝐀𝐑 𝐃𝐈 𝐒𝐈𝐒𝐀 𝐊𝐄𝐇𝐈𝐃𝐔𝐏𝐀𝐍

Ahmad bin ‘Ashim Al-Anthaki rahimahullah berkata:

من الغنيمة الباردة أن تُصلح ما بقي من عمرك ، فيغفر لك ما مضى منه .

“Termasuk keuntungan yang mudah diraih adalah ketika engkau memperbaiki sisa umurmu, maka akan diampuni bagimu apa yang telah berlalu darinya.”

Al-Bidayah wan Nihayah (10/350)
____
🛜 https://t.me/alistifadah


[Read more]

𝐈𝐍𝐆𝐈𝐍 𝐍𝐈𝐊𝐌𝐀𝐓 𝐓𝐄𝐑𝐉𝐀𝐆𝐀? 𝐈𝐍𝐈 𝐊𝐔𝐍𝐂𝐈𝐍𝐘𝐀

Posted On // Leave a Comment
𝐈𝐍𝐆𝐈𝐍 𝐍𝐈𝐊𝐌𝐀𝐓 𝐓𝐄𝐑𝐉𝐀𝐆𝐀? 𝐈𝐍𝐈 𝐊𝐔𝐍𝐂𝐈𝐍𝐘𝐀

Imam Ahmad rahimahullah berkata:
‏إن أحببت أن يدوم اللّٰه لك على ‏ما تحبُّ؛ فَدُم له على ما يحب‏

“Jika engkau ingin Allah terus menetapkan untukmu apa yang engkau sukai, maka teruslah engkau menetapi apa yang Allah sukai.”

Al Bidayah wan Nihayah, 10/330
____
🛜 https://t.me/alistifadah


[Read more]