𝐃𝐔𝐍𝐈𝐀 𝐒𝐄𝐋𝐀𝐋𝐔 𝐏𝐔𝐍𝐘𝐀 𝐀𝐋𝐀𝐒𝐀𝐍 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐋𝐀𝐋𝐀𝐈𝐊𝐀𝐍𝐌𝐔

Posted On // Leave a Comment
𝐃𝐔𝐍𝐈𝐀 𝐒𝐄𝐋𝐀𝐋𝐔 𝐏𝐔𝐍𝐘𝐀 𝐀𝐋𝐀𝐒𝐀𝐍 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐋𝐀𝐋𝐀𝐈𝐊𝐀𝐍𝐌𝐔

Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullah berkata:

الذّي أنصَح بِه نَفسِي وكُل أحَد : أنْ يَشغَل نفسَهُ بالعِلم، وهُمومُ الدُّنيا ليس لَها نِهايَة، وإيَّاكُم أن تَشتغِلوا بمَشاكِل الحَياة، لَو اشْتغَلنَا بِها لَما استَطعْنا أنْ نَطلُب عِلمًا

“Nasihat yang aku tujukan untuk diriku sendiri dan untuk semua orang adalah:

Hendaknya seseorang menyibukkan dirinya dengan ilmu. 

Karena urusan dan kegelisahan dunia itu tidak ada habisnya.

Jangan sampai kalian terlalu sibuk dengan berbagai masalah kehidupan. 

Sebab kalau kita terus larut mengurusinya, bisa jadi kita tidak akan sempat menuntut ilmu.”

Al-Basya’ir fis-Sama‘ Al-Mubasyir hlm. 21
____
🛜 https://t.me/alistifadah


[Read more]

𝐌𝐄𝐌𝐁𝐄𝐑𝐈 𝐓𝐀𝐍𝐏𝐀 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐇𝐀𝐑𝐀𝐏, 𝐇𝐈𝐃𝐔𝐏 𝐓𝐀𝐍𝐏𝐀 𝐆𝐄𝐋𝐈𝐒𝐀𝐇

Posted On // Leave a Comment
𝐌𝐄𝐌𝐁𝐄𝐑𝐈 𝐓𝐀𝐍𝐏𝐀 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐇𝐀𝐑𝐀𝐏, 𝐇𝐈𝐃𝐔𝐏 𝐓𝐀𝐍𝐏𝐀 𝐆𝐄𝐋𝐈𝐒𝐀𝐇

Berkata Hatim Al-Ashamm rahimahullah:

Ketika beliau ditanya, “Di mana letak keselamatan dari manusia?”

Beliau menjawab:

«أن يكون شيئُك لهم مبذولا، وتكون من شيئِهم آيساً

“Yaitu ketika apa yang menjadi milikmu mudah engkau berikan kepada mereka, dan engkau tidak berharap apa pun dari apa yang mereka miliki.”

Majmu'ul Fatawa Ibnu Taimiyah, 1/39
____
🛜 https://t.me/alistifadah


[Read more]

𝐁𝐔𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐀𝐑𝐓𝐀, 𝐓𝐀𝐏𝐈 𝐈𝐍𝐈 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐌𝐄𝐍𝐄𝐍𝐀𝐍𝐆𝐊𝐀𝐍 𝐉𝐈𝐖𝐀

Posted On // Leave a Comment
𝐁𝐔𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐀𝐑𝐓𝐀, 𝐓𝐀𝐏𝐈 𝐈𝐍𝐈 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐌𝐄𝐍𝐄𝐍𝐀𝐍𝐆𝐊𝐀𝐍 𝐉𝐈𝐖𝐀

Al-‘Allamah Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullah berkata:

أحسن ما يستريح به العبد في هذا الزمان بعد الإيمان بالله، طلب العلم والزوجة الصالحة

“Sebaik-baik perkara yang dapat membuat seorang hamba merasa tenang di zaman kita ini —setelah keimanan kepada Allah— adalah menuntut ilmu dan memiliki istri yang shalihah.”

Al-Imam Al-Alma’i, hlm. 253
____
🛜 https://t.me/alistifadah



[Read more]

𝐊𝐄𝐓𝐈𝐊𝐀 𝐓𝐀𝐍𝐆𝐀𝐍, 𝐋𝐈𝐒𝐀𝐍, 𝐃𝐀𝐍 𝐇𝐀𝐓𝐈 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐈𝐒𝐔

Posted On // Leave a Comment
𝐊𝐄𝐓𝐈𝐊𝐀 𝐓𝐀𝐍𝐆𝐀𝐍, 𝐋𝐈𝐒𝐀𝐍, 𝐃𝐀𝐍 𝐇𝐀𝐓𝐈 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐈𝐒𝐔

Hudzaifah Ibnul Yaman radhiyallahu ‘anhu pernah ditanya:

“Siapakah orang yang hidup tetapi sebenarnya mati?”

Beliau menjawab:

الذي لا ينكر المنكر بيده ولا بلسانه، ولا بقلبه

“Yaitu orang yang tidak mengingkari kemungkaran, tidak dengan tangannya, tidak dengan lisannya, dan tidak pula dengan hatinya.”

Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, no. 7184
____
🛜 https://t.me/alistifadah


[Read more]

𝐁𝐄𝐑𝐓𝐀𝐇𝐀𝐍 𝐃𝐈 𝐓𝐄𝐍𝐆𝐀𝐇 𝐆𝐄𝐋𝐎𝐌𝐁𝐀𝐍𝐆 𝐅𝐈𝐓𝐍𝐀𝐇

Posted On // Leave a Comment
𝐁𝐄𝐑𝐓𝐀𝐇𝐀𝐍 𝐃𝐈 𝐓𝐄𝐍𝐆𝐀𝐇 𝐆𝐄𝐋𝐎𝐌𝐁𝐀𝐍𝐆 𝐅𝐈𝐓𝐍𝐀𝐇

Al-Hafizh Al-‘Ala’i rahimahullah berkata:

الصبرُ على أنواعٍ؛ أَجَلُّها وأعلاها: الصبر على الدِّين والمحافظة على اتِّباع السنَّة عند نزول الأهواء والفتن، نعوذ بالله منها

“Kesabaran itu memiliki berbagai macam; yang paling mulia dan paling tinggi derajatnya adalah bersabar dalam menjaga agama, serta tetap istiqamah mengikuti sunnah ketika hawa nafsu dan berbagai fitnah bermunculan. Kita memohon perlindungan kepada Allah darinya.”

Al-Amali Al-Arba‘in (2/209)
____
🛜 https://t.me/alistifadah


[Read more]

𝐊𝐄𝐓𝐈𝐊𝐀 𝐇𝐀𝐑𝐈-𝐇𝐀𝐑𝐈 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐎𝐍𝐆𝐊𝐀𝐑 𝐒𝐄𝐆𝐀𝐋𝐀𝐍𝐘𝐀

Posted On // Leave a Comment
𝐊𝐄𝐓𝐈𝐊𝐀 𝐇𝐀𝐑𝐈-𝐇𝐀𝐑𝐈 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐎𝐍𝐆𝐊𝐀𝐑 𝐒𝐄𝐆𝐀𝐋𝐀𝐍𝐘𝐀

Syaikh Ali Al Hudzaifi Al Adeni hafizhahullah berkata:

وستبين الأيام من الصادق الذي قضى حياته في الدفاع عن المنهج السلفي، وفي الدفاع عن العلماء الكبار، وستبين المدسوسين الذين يتسترون بلباس أهل السنة.

Hari-hari akan memperlihatkan siapa yang benar-benar jujur—yang menghabiskan hidupnya untuk membela manhaj salaf dan para ulama besar. Dan hari-hari itu pula akan menyingkap orang-orang yang menyusup, yang bersembunyi di balik pakaian Ahlus Sunnah.
____
🛜 https://t.me/alistifadah
https://t.me/c/3517329249/78



[Read more]

𝐓𝐈𝐃𝐀𝐊 𝐀𝐃𝐀 𝐈𝐒𝐓𝐈𝐑𝐀𝐇𝐀𝐓 𝐃𝐈 𝐉𝐀𝐋𝐀𝐍 𝐃𝐀𝐊𝐖𝐀𝐇

Posted On // Leave a Comment
𝐓𝐈𝐃𝐀𝐊 𝐀𝐃𝐀 𝐈𝐒𝐓𝐈𝐑𝐀𝐇𝐀𝐓 𝐃𝐈 𝐉𝐀𝐋𝐀𝐍 𝐃𝐀𝐊𝐖𝐀𝐇

As-Syaikh al-‘Allamah al-Mujahid Rabi’ bin Hadi Umair al-Madkhali –Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadanya dan menempatkannya di dalam surga-Nya yang luas– berkata:

Bagaimana mungkin engkau bisa merasa tenang, wahai seorang mukmin yang tulus menasihati, sementara engkau melihat para ahli bid‘ah terus membuat makar, dan para pelaku fitnah serta kerusakan juga merencanakan keburukan terhadap anak-anakmu dan saudara-saudaramu dalam akidah dan manhaj?!

Bagaimana mungkin engkau bisa tenang?!

Demi Allah, kami tidak merasa tenang. Demi Allah, terkadang kami tidak bisa tidur karena sedih memikirkan anak-anak kami, dan karena takut atas mereka, khawatir agama dan dunia mereka akan rusak dan hilang...

Jangan kalian mengira bahwa ini adalah keluhan atau … (sekadar alasan), atau demi kepentingan dan mencari keuntungan. Tidak, demi Allah. Kami tidaklah menjelaskan kecuali demi mengharap wajah Allah Tabaraka wa Ta‘ala. 

Kami memandang ini termasuk kewajiban yang paling wajib dan tugas yang paling besar, yang kami jalankan karena Allah Rabb semesta alam.

Marhaban Ya Thalibal ‘Ilm, hlm. 29
____
🛜 https://t.me/alistifadah
https://t.me/c/3517329249/74


[Read more]

𝐑𝐀𝐇𝐀𝐒𝐈𝐀 𝐃𝐈 𝐁𝐀𝐋𝐈𝐊 𝐑𝐀𝐒𝐀 𝐒𝐄𝐃𝐈𝐇

Posted On // Leave a Comment
𝐑𝐀𝐇𝐀𝐒𝐈𝐀 𝐃𝐈 𝐁𝐀𝐋𝐈𝐊 𝐑𝐀𝐒𝐀 𝐒𝐄𝐃𝐈𝐇

إن الرجل إذا كثرت ذنوبه ولم يكن عنده من العمل ما يغفرها عنه ابتلاه الله بالحزن ليكفرها عنه

Sesungguhnya seorang lelaki, apabila dosanya banyak dan ia tidak memiliki amalan yang dapat menghapusnya, maka Allah akan menimpakan kepadanya kesedihan, agar dengan itu dosa-dosanya terhapus.

Al-Hamm wal Huzn, karya Ibnu Abi Dunia
____
🛜 https://t.me/alistifadah
https://t.me/fawaz_almdkhli/5151?single



[Read more]

𝐃𝐈 𝐁𝐀𝐋𝐈𝐊 𝐃𝐎𝐀 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐁𝐄𝐋𝐔𝐌 𝐃𝐈𝐉𝐀𝐖𝐀𝐁

Posted On // Leave a Comment
𝐃𝐈 𝐁𝐀𝐋𝐈𝐊 𝐃𝐎𝐀 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐁𝐄𝐋𝐔𝐌 𝐃𝐈𝐉𝐀𝐖𝐀𝐁

Imam Ibnul-Jauzi rahimahullah berkata:

فإذا جاء إبليس؛ فقال: كَم تدعوهُ ولا ترى إجابة!؛ فقُل: أنا أتعبّدُ بالدُّعاء.

“Jika Iblis datang lalu berkata: ‘Sudah berapa lama kamu berdoa, tapi belum juga melihat jawaban?’

Maka katakan: ‘Aku beribadah dengan doa itu sendiri.’”

Shaidul-Khathir (hlm. 222)
____
🛜 https://t.me/alistifadah


[Read more]

𝐃𝐀𝐑𝐈 𝐊𝐄𝐁𝐈𝐍𝐆𝐔𝐍𝐆𝐀𝐍 𝐌𝐄𝐍𝐔𝐉𝐔 𝐊𝐄𝐈𝐋𝐌𝐔𝐀𝐍: 𝐊𝐈𝐒𝐀𝐇 𝐈𝐁𝐍𝐔 𝐇𝐀𝐙𝐌 𝐫𝐚𝐡𝐢𝐦𝐚𝐡𝐮𝐥𝐥𝐚𝐡

Posted On // Leave a Comment
𝐃𝐀𝐑𝐈 𝐊𝐄𝐁𝐈𝐍𝐆𝐔𝐍𝐆𝐀𝐍 𝐌𝐄𝐍𝐔𝐉𝐔 𝐊𝐄𝐈𝐋𝐌𝐔𝐀𝐍: 𝐊𝐈𝐒𝐀𝐇 𝐈𝐁𝐍𝐔 𝐇𝐀𝐙𝐌 𝐫𝐚𝐡𝐢𝐦𝐚𝐡𝐮𝐥𝐥𝐚𝐡

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata:

Dan juga diceritakan: bahwa Ibnu Ḥazm rahimahullah —yang dikenal sebagai ulama dari mazhab Zhahiri— pernah suatu hari masuk ke masjid lalu duduk. 

Maka seseorang berkata kepadanya: “Bangkitlah, shalatlah dua rakaat tahiyatul masjid.” 

Maka ia pun berdiri dan shalat dua rakaat, dan saat itu bukan waktu yang terlarang untuk shalat.

Kemudian di kesempatan lain, ia masuk masjid setelah waktu Ashar, lalu ia berdiri hendak shalat dua rakaat. 

Maka orang tersebut —atau orang lain— berkata kepadanya: “Duduklah! Ini bukan waktu untuk shalat, tapi waktu terlarang!”

Maka ia berkata: “Subhanallah! Jika aku shalat, mereka melarangku. Jika aku duduk, mereka juga melarangku. Tidak ada jalan lain, aku harus menuntut ilmu agar aku memiliki ilmu seperti mereka.” Maka ia pun menuntut ilmu.

Kesimpulannya, aku katakan: Jangan pernah berputus asa. Jika seseorang terus bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dengan niat yang ikhlas, niscaya Allah akan memudahkan segala urusannya.

At Ta'liq Ala Shahihil Bukhari (8/92) 
____
🛜 https://t.me/alistifadah


[Read more]