๐’๐€๐€๐“ ๐€๐‹๐‹๐€๐‡ ๐Œ๐„๐Œ๐๐Ž๐๐†๐Š๐€๐‘ ๐Š๐„๐ƒ๐Ž๐Š ๐๐€๐‘๐€ ๐๐„๐๐ˆ๐๐” ๐€๐†๐€๐Œ๐€

Posted On // Leave a Comment
๐’๐€๐€๐“ ๐€๐‹๐‹๐€๐‡ ๐Œ๐„๐Œ๐๐Ž๐๐†๐Š๐€๐‘ ๐Š๐„๐ƒ๐Ž๐Š ๐๐€๐‘๐€ ๐๐„๐๐ˆ๐๐” ๐€๐†๐€๐Œ๐€

Syaikh Ubaid Al Jabiri rahimahullah berkata:

Tidaklah seseorang menutupi dirinya dengan (klaim) sunnah, lalu menipu manusia hingga mereka berkumpul di sekelilingnya, bergantung kepadanya, dan menerima semua yang keluar darinya, melainkan Allah pasti akan membongkarnya, membuka kedoknya, dan menyingkap kepada kalangan khusus maupun umum apa yang selama ini ia sembunyikan berupa kecurangan, penyesatan, tipu daya, dan kelicikan.

Allah akan menyiapkan orang-orang yang utama, cerdas, bijak, kuat, tajam, berilmu, serta memiliki kecerdikan dan pemahaman dalam agama, melalui merekalah Allah akan menyingkap tabir orang yang suka bermain-main, menipu, dan berbuat curang tersebut.

Maka wajib atas kalian, jika telah dijelaskan kepada kalian keadaan orang yang telah tersebar namanya, dikenal luas, dan menjadi sosok terpandang serta ditunjuk-tunjuk, untuk berhati-hati darinya, selama ia telah diperingatkan oleh para ulama dan orang-orang beriman yang berada di atas sunnah.

Karena mereka akan menjelaskan kepada kalian dengan dalil. Tidak mengapa pula untuk meneliti keadaan orang tersebut yang telah diperingatkan oleh seorang alim atau beberapa ulama, dengan adab dan cara yang baik.

Sesungguhnya ulama itu akan mengatakan kepadamu: “Aku melihat padanya ini dan itu, dalam kitab fulan terdapat ini, dalam rekaman fulan terdapat ini,” sehingga menjadi dalil-dalil yang jelas yang menyingkap apa yang sebelumnya ia sembunyikan—bahwa orang yang namanya telah tersebar luas dan ucapannya terasa enak didengar itu, ternyata menyembunyikan berbagai bid’ah dan tipu daya yang tidak ia tampakkan di balik klaim sunnahnya.

Dan perkara ketiga:
Barang siapa telah mengetahui kesalahan dan telah jelas baginya, maka tidak boleh baginya untuk tetap bertaqlid kepada seorang alim yang belum tampak baginya perkara tersebut.

Dan telah aku sampaikan kepada kalian bahwa ijtihad para ulama itu tidaklah maksum; oleh karena itu tidak boleh menjadikannya sebagai manhaj.

(Al-แธคaddul Faแนฃhil bayna Ahlis-Sunnah wa Ahlil-Baแนญhil, hlm. 227)
____
๐Ÿ›œ https://t.me/alistifadah
https://t.me/c/3517329249/66


[Read more]

๐‘๐ˆ๐๐€ ๐ƒ๐ˆ๐€๐๐†๐†๐€๐ ๐๐ˆ๐€๐’๐€, ๐™๐€๐Š๐€๐“ ๐ƒ๐ˆ๐€๐๐†๐†๐€๐ ๐๐„๐๐€๐

Posted On // Leave a Comment
๐‘๐ˆ๐๐€ ๐ƒ๐ˆ๐€๐๐†๐†๐€๐ ๐๐ˆ๐€๐’๐€, ๐™๐€๐Š๐€๐“ ๐ƒ๐ˆ๐€๐๐†๐†๐€๐ ๐๐„๐๐€๐

Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata:

ุซู… ู†ุธุฑุช ููŠ ุงู„ุชุฌุงุฑ، ูุฑุฃูŠุชู‡ู… ู‚ุฏ ุบู„ุจ ุนู„ูŠู‡ู… ุงู„ุญุฑุต، ุญุชู‰ ู„ุง ูŠุฑูˆู† ุณูˆู‰ ูˆุฌูˆู‡ ุงู„ูƒุณุจ، ูƒูŠู ูƒุงู†ุช، ูˆุตุงุฑ ุงู„ุฑุจุง ููŠ ู…ุนุงู…ู„ุงุชู‡ู… ูุงุดูŠًุง، ูู„ุง ูŠุจุงู„ูŠ ุฃุญุฏู‡ู… ู…ู† ุฃูŠู† ุชุญุตู„ ู„ู‡ ุงู„ุฏู†ูŠุง! ูˆู‡ู… ููŠ ุจุงุจ ุงู„ุฒูƒุงุฉ ู…ูุฑูˆุทูˆู†، ูˆู„ุง ูŠุณุชูˆุญุดูˆู† ู…ู† ุชุฑูƒู‡ุง، ุฅู„ุง ู…ู† ุนุตู… ุงู„ู„ู‡

Kemudian aku melihat para pedagang, ternyata yang mendominasi mereka adalah ketamakan dan ambisi berlebihan, sampai-sampai yang mereka lihat hanyalah sisi-sisi keuntungan, bagaimana pun caranya.

Riba pun menjadi sesuatu yang tersebar luas dalam transaksi mereka. Salah seorang dari mereka tidak lagi peduli dari mana dunia (harta) itu ia peroleh!

Adapun dalam perkara zakat, mereka banyak yang meremehkannya, bahkan tidak merasa bersalah ketika meninggalkannya, kecuali orang-orang yang dijaga oleh Allah.

Shayd al-Khathir karya Ibn al-Jawzi (hlm. 69)
____
๐Ÿ›œ https://t.me/alistifadah


[Read more]

๐Š๐ž๐ง๐š๐ฉ๐š ๐ˆ๐ฆ๐š๐ฆ ๐€๐ก๐ฆ๐š๐ ๐Œ๐ž๐ง๐ฒ๐ฎ๐ซ๐ฎ๐ก: ๐“๐€๐๐˜๐€ ๐‚๐€๐๐“๐ˆ๐Š ๐ƒ๐”๐‹๐” ๐’๐„๐๐„๐‹๐”๐Œ ๐€๐†๐€๐Œ๐€?

Posted On // Leave a Comment
๐Š๐ž๐ง๐š๐ฉ๐š ๐ˆ๐ฆ๐š๐ฆ ๐€๐ก๐ฆ๐š๐ ๐Œ๐ž๐ง๐ฒ๐ฎ๐ซ๐ฎ๐ก: ๐“๐€๐๐˜๐€ ๐‚๐€๐๐“๐ˆ๐Š ๐ƒ๐”๐‹๐” ๐’๐„๐๐„๐‹๐”๐Œ ๐€๐†๐€๐Œ๐€?

Imam Ahmad rahimahullah berkata:

ุฅุฐุง ุฎุทุจ ุฑุฌู„ ุงู…ุฑุฃุฉ ุณุฃู„ ุนู† ุฌู…ุงู„ู‡ุง ุฃูˆู„ًุง، ูุฅู† ุญُู…ِุฏَ، ุณุฃู„ ุนู† ุฏูŠู†ู‡ุง، ูุฅู† ุญُู…ِุฏ: ุชุฒูˆุฌ، ูˆุฅู† ู„ู… ูŠُุญْู…َุฏ: ูŠูƒูˆู† ุฑَุฏُّู‡ُ ู„ุฃุฌู„ ุงู„ุฏِّูŠู†. ูˆู„ุง ูŠَุณุฃู„ ุฃูˆู„ًุง ุนู† ุงู„ุฏِّูŠู†، ูุฅู† ุญُู…ِุฏَ ุณุฃู„ ุนู† ุงู„ุฌู…ุงู„. ูุฅู† ู„ู… ูŠُุญْู…َุฏْ ุฑَุฏَّู‡َุง، ููŠูƒูˆู† ุฑَุฏُّู‡ُ ู„ู„ุฌู…ุงู„ ู„ุง ู„ู„ุฏِّูŠู†

"Apabila seorang pria melamar seorang wanita, hendaklah ia menanyakan tentang kecantikannya terlebih dahulu.

Jika kecantikannya terpuji, barulah ia menanyakan tentang agamanya.

Jika agamanya juga terpuji, maka nikahilah dia.

Jika agamanya tidak terpuji, maka tolaklah lamaran tersebut. Dengan demikian, penolakannya jelas karena alasan agama.

Janganlah ia menanyakan tentang agama terlebih dahulu.

Karena jika agamanya terpuji lalu ia menanyakan kecantikannya, kemudian ternyata kecantikannya tidak sesuai (tidak terpuji) sehingga ia menolaknya, maka penolakannya itu disebabkan oleh kecantikan, bukan karena agama."

Al-Inshaf, Jilid 12, Halaman 206
____
๐Ÿ›œ https://t.me/alistifadah


[Read more]

๐ƒ๐ˆ๐€๐Œ ๐ƒ๐€๐‘๐ˆ ๐“๐€๐‡๐ƒ๐™๐ˆ๐‘: ๐€๐–๐€๐‹ ๐‹๐”๐๐“๐”๐‘๐๐˜๐€ ๐Œ๐€๐๐‡๐€๐‰

Posted On // Leave a Comment
๐ƒ๐ˆ๐€๐Œ ๐ƒ๐€๐‘๐ˆ ๐“๐€๐‡๐ƒ๐™๐ˆ๐‘: ๐€๐–๐€๐‹ ๐‹๐”๐๐“๐”๐‘๐๐˜๐€ ๐Œ๐€๐๐‡๐€๐‰

Syaikh Ubaid Al Jabiri rahimahullah berkata:

Di antara bentuk takhdzรฎl (sikap melemahkan manhaj) adalah engkau mendapati banyak orang memiliki karya-karya tulis berisi syarah terhadap kitab-kitab Ahlussunnah, namun engkau tidak melihat mereka benar-benar menghantam dan meruntuhkan manhaj yang rusak.

Mereka hanya menetapkan sunnah dan berbicara tentang sunnah. Padahal sunnah tidak berhenti sampai di situ

Ahlussunnah itu benar-benar menjelaskan sunnah dan mendidik manusia di atasnya, dimulai dari tauhid, kemudian cabang-cabangnya dalam ibadah, muamalah, dan akhlak. 

Mereka juga memperingatkan dari segala yang menyelisihi sunnah, dimulai dari kesyirikan dan seterusnya.

Dalam Musnad Ahmad dan Shahih Muslim, dari Abdullah bin ‘Amr bin Al Ash radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi ๏ทบ, beliau bersabda: 

ู„ู… ูŠูƒู† ู†ุจูŠٍّ ู‚ุจู„ูŠ ุฅู„ุง ูƒุงู† ุญู‚ًّุง ุนู„ูŠู‡ ุฃู† ูŠุฏู„ّ ุฃู…ุชู‡ ุนู„ู‰ ุฎูŠุฑ ู…ุง ูŠุนู„ู…ู‡ ู„ู‡ู…، ูˆุฃู† ูŠู†ุฐุฑู‡ู… ุดุฑّ ู…ุง ูŠุนู„ู…ู‡ ู„ู‡ู…

“Tidak ada seorang nabi pun sebelumku kecuali wajib atasnya untuk menunjukkan umatnya kepada kebaikan yang ia ketahui bagi mereka, dan memperingatkan mereka dari keburukan yang ia ketahui bagi mereka.”

Maka orang-orang ini memang menunjukkan kebaikan, namun mereka tidak menunaikan sisi tahdzir (peringatan).

Kalaupun mereka memperingatkan dari bid’ah, maka itu hanya secara global. Adapun secara rinci, mereka tidak memperingatkan darinya, mereka justru diam terhadapnya.

Keadaan ini menyebabkan sebagian Salafiyyin yang sebelumnya bersama kita menjadi berpaling. 

Mereka meninggalkan para ikhwan dan para syaikh yang dahulu mendidik mereka, padahal mereka tidaklah mengenal sunnah kecuali melalui jalan para syaikh tersebut.
____
๐Ÿ›œ https://t.me/alistifadah





[Read more]

๐Œ๐„๐‘๐„๐Š๐€ ๐˜๐€๐๐† ๐“๐€๐Œ๐๐€๐Š ๐Œ๐„๐Œ๐๐„๐‹๐€, ๐๐€๐Œ๐”๐ ๐‡๐€๐Š๐ˆ๐Š๐€๐“๐๐˜๐€ ๐Œ๐„๐‘๐”๐’๐€๐Š

Posted On // Leave a Comment
๐Œ๐„๐‘๐„๐Š๐€ ๐˜๐€๐๐† ๐“๐€๐Œ๐๐€๐Š ๐Œ๐„๐Œ๐๐„๐‹๐€, ๐๐€๐Œ๐”๐ ๐‡๐€๐Š๐ˆ๐Š๐€๐“๐๐˜๐€ ๐Œ๐„๐‘๐”๐’๐€๐Š

Syaikh Ali Al Hudzaifi Al Adeni hafizhahullah berkata:

Syaikh kami, Syaikh Rabi bin Hadi Al Madkhali rahimahullah wa ghafara lah, berkata:

“Di antara manusia ada yang menyusup ke dalam barisan Salafiyyin. 

Engkau akan melihat orang seperti ini mengenakan pakaian Salafiyyah, bahkan tampak bersemangat membelanya, namun itu semua hanya dusta dan kepalsuan. 

Ternyata ia melakukan hal-hal yang bahkan musuh pun tidak mampu melakukannya, yaitu memecah belah para pemuda dan mencerai-beraikan mereka. 

Maka wajib untuk waspada terhadap orang-orang seperti ini serta makar yang mereka lakukan.”

(Diambil dengan sedikit penyesuaian redaksi)

Taujihat lisy-Syabab, hlm. 57
____
๐Ÿ›œ https://t.me/alistifadah
https://t.me/c/3517329249/62


[Read more]

๐’๐€๐‹๐€๐…๐ˆ ๐ˆ๐Œ๐ˆ๐“๐€๐’๐ˆ: ๐Œ๐„๐๐Ž๐‹๐€๐Š ๐ƒ๐ˆ๐๐€๐’๐ˆ๐‡๐€๐“๐ˆ, ๐Œ๐„๐๐˜๐„๐‘๐€๐๐† ๐˜๐€๐๐† ๐Œ๐„๐๐€๐’๐ˆ๐‡๐€๐“๐ˆ

Posted On // Leave a Comment
๐’๐€๐‹๐€๐…๐ˆ ๐ˆ๐Œ๐ˆ๐“๐€๐’๐ˆ: ๐Œ๐„๐๐Ž๐‹๐€๐Š ๐ƒ๐ˆ๐๐€๐’๐ˆ๐‡๐€๐“๐ˆ, ๐Œ๐„๐๐˜๐„๐‘๐€๐๐† ๐˜๐€๐๐† ๐Œ๐„๐๐€๐’๐ˆ๐‡๐€๐“๐ˆ

Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali rahimahullah berkata:

“Sebagian orang yang mengaku sebagai pengikut salafiyah —padahal itu hanya klaim dusta— sama sekali tidak pernah mau menerima nasihat.

Demi Allah, aku telah mencoba (berdakwah kepada) orang-orang Nasrani, dan mereka bisa masuk Islam dengan mudah. 

Aku juga mencoba (kepada) kalangan sufi, dan mereka bisa menerima sunnah dengan mudah.

Namun orang-orang pendusta yang hanya mengaku-ngaku ini, jika engkau menasihatinya secara pribadi —empat mata, berulang kali— justru akan menyerangmu seperti singa, marah besar, dan membuat kegaduhan besar, seakan-akan dunia ini ditegakkan dan dijatuhkan hanya untuk menyerangmu.

Mereka ini adalah orang-orang palsu, dan merekalah yang telah merusak dakwah salafiyah. 

Maka kita memohon kepada Allah agar membersihkan bumi dari mereka, serta melindungi umat ini dari keburukan dan fitnah mereka. Sesungguhnya Rabb kita Maha Mendengar doa.”

____
๐Ÿ›œ https://t.me/alistifadah

[Read more]

๐Š๐„๐’๐„๐“๐ˆ๐€๐€๐ ๐˜๐€๐๐† ๐Œ๐„๐๐˜๐„๐’๐€๐“๐Š๐€๐

Posted On // Leave a Comment
๐Š๐„๐’๐„๐“๐ˆ๐€๐€๐ ๐˜๐€๐๐† ๐Œ๐„๐๐˜๐„๐’๐€๐“๐Š๐€๐

Berkata al-‘Allamah Ubaid bin Abdullah al-Jabiri rahimahullah Ta'ala:

“Ketiga: orang yang menjadikan loyalitas dan permusuhan (wala’ dan bara’) berputar pada sosok yang telah dibantah (dikritik) —yakni ia membela orang tersebut dan memusuhi orang yang mengkritiknya. Ia membenci para pembantah itu, menyebarkan keburukan mereka, membuat makar terhadap mereka, serta memperingatkan manusia dari mereka— maka orang seperti ini termasuk dalam ucapan Ibnu Taimiyah rahimahullah Ta'ala:

‘Barang siapa menjadikan seseorang sebagai poros, sehingga ia berloyalitas dan bermusuhan karena orang itu, maka ia termasuk orang-orang yang memecah belah agama mereka dan menjadi kelompok-kelompok (berpecah belah).’

Ini adalah lafaz tersebut atau maknanya.

Maka dalam istilah ini —yakni menurut istilah pada zaman kita sekarang dan dalam pemahaman kita— orang tersebut tergolong hizbi (fanatik kelompok). 

Ia telah berkelompok bersama orang-orang yang dibantah itu, sehingga akhirnya ia menjadikan loyalitas dan permusuhan terikat pada mereka.”

Ringkasan Pelajaran dari Surah Al-‘Ashr, hlm. 27

____
๐Ÿ›œ https://t.me/alistifadah
https://t.me/c/3517329249/59

[Read more]

๐‚๐„๐‘๐Œ๐ˆ๐ ๐ƒ๐€๐Š๐–๐€๐‡ ๐€๐‹-‘๐€๐‹๐‹๐€๐Œ๐€๐‡ ๐‘๐€๐๐ˆ’ ๐๐ˆ๐ ๐‡๐€๐ƒ๐ˆ ๐€๐‹ ๐Œ๐€๐ƒ๐Š๐‡๐€๐‹๐ˆ ๐‘๐€๐‡๐ˆ๐Œ๐€๐‡๐”๐‹๐‹๐€๐‡

Posted On // Leave a Comment
๐‚๐„๐‘๐Œ๐ˆ๐ ๐ƒ๐€๐Š๐–๐€๐‡ ๐€๐‹-‘๐€๐‹๐‹๐€๐Œ๐€๐‡ ๐‘๐€๐๐ˆ’ ๐๐ˆ๐ ๐‡๐€๐ƒ๐ˆ ๐€๐‹ ๐Œ๐€๐ƒ๐Š๐‡๐€๐‹๐ˆ ๐‘๐€๐‡๐ˆ๐Œ๐€๐‡๐”๐‹๐‹๐€๐‡

Syaikh Nizar bin Hasyim Al Abbas hafizhahullah berkata:

Al-‘Allamah Rabi’ —rahimahullah— realitanya adalah penerapan nyata dari ucapan, tulisan, dakwah, dan bimbingannya. 

Beliau lembut, penuh kasih, dan penyabar terhadap kaum Salafi selama mereka tetap berada di atas manhaj Salaf —meskipun mereka tergelincir, salah, atau lemah— selama mereka mau kembali kepada kebenaran dengan penuh kerendahan hati dan kejujuran ketika dinasihati dan diingatkan.

Namun, beliau tegas, kuat, dan jelas dalam membela kebenaran serta meninggikan panjinya. 

Beliau juga keras terhadap orang yang menyelisihi kebenaran dengan sikap keras kepala, kesombongan, keangkuhan, merasa paling berilmu, serta yang berusaha menimbulkan fitnah, kekacauan, dan provokasi, meskipun orang tersebut dianggap bagian dari Salafi.

Inilah timbangan kebenaran dan kejujuran. 

Dengan itu, Allah mengangkat derajat imam besar ini, meninggikan kedudukannya di dunia, serta menjadikan beliau diterima dan dicintai di hati kaum Muslimin dan Ahlus Sunnah. 

Semoga Allah merahmatinya dan menjadikan surga Firdaus sebagai tempat tinggalnya.

Nizar bin Hasyim Al-‘Abbas
1 Dzulqa’dah 1447 H
____
๐Ÿ›œ https://t.me/alistifadah
๐ŸŒ https://t.me/shnizaralabbas/2053


[Read more]

๐๐”๐‰๐ˆ๐€๐ ๐๐ˆ๐’๐€ ๐†๐”๐†๐”๐‘, ๐’๐”๐๐๐€๐‡ ๐“๐„๐“๐€๐ ๐”๐Š๐”๐‘๐€๐

Posted On // Leave a Comment
๐๐”๐‰๐ˆ๐€๐ ๐๐ˆ๐’๐€ ๐†๐”๐†๐”๐‘, ๐’๐”๐๐๐€๐‡ ๐“๐„๐“๐€๐ ๐”๐Š๐”๐‘๐€๐

Berkata Al-‘Allamah Rabi’ Al-Madkhali rahimahullah:

ุงู„ุชุฒูƒูŠุฉ ู„ูŠุณุช ุชุฒูƒูŠุฉ ู…ุทู„ู‚ุฉ ุฃุจุฏูŠุฉ ูˆุฅู†ู…ุง ู‡ูŠ ู…ู‚ูŠุฏุฉ ุจุงู„ุงุณุชู‚ุงู…ุฉ ุนู„ู‰ ุงู„ุณู†ุฉ. ูุฅุฐุง ุงู†ุญุฑู ุงู„ุดุฎุต ุณู‚ุทุช ุงู„ุชุฒูƒูŠุฉ

“Rekomendasi (tazkiyah) itu bukanlah pujian yang mutlak dan berlaku selamanya. Ia terikat dengan konsistensi di atas sunnah. Jika seseorang menyimpang, maka gugurlah tazkiyah tersebut.”

Manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah fi Naqdir Rijal, hlm. 52
__________

Berkata Syaikh kami, Syaikh Ubaid rahimahullah:

ูŠุง ุฃุจู†ุงุกู†ุง، ู„ุง ุชุบุชุฑูˆุง ุจุงู„ุชุฒูƒูŠุงุช، ูˆุงู„ู„ู‡ ู„ู‚ุฏ ุฒูƒูŠู†ุง ุฃู‚ูˆุงู…ุงً ุซู… ุตุงุฑูˆุง ู…ู† ุฃู„ุฏ ุฃุนุฏุงุก ุงู„ุณู†ุฉ

“Wahai anak-anakku, jangan kalian tertipu dengan pujian (tazkiyah). Demi Allah, dahulu kami pernah merekomendasikan beberapa orang, namun kemudian mereka justru menjadi termasuk musuh paling keras terhadap sunnah.”

Syarh Ushul as-Sunnah, kaset/rekaman ke-12
____
๐Ÿ›œ https://t.me/alistifadah
https://t.me/c/3517329249/57



[Read more]

๐Š๐„๐”๐๐“๐”๐๐†๐€๐ ๐๐„๐’๐€๐‘ ๐ƒ๐ˆ ๐’๐ˆ๐’๐€ ๐Š๐„๐‡๐ˆ๐ƒ๐”๐๐€๐

Posted On // Leave a Comment
๐Š๐„๐”๐๐“๐”๐๐†๐€๐ ๐๐„๐’๐€๐‘ ๐ƒ๐ˆ ๐’๐ˆ๐’๐€ ๐Š๐„๐‡๐ˆ๐ƒ๐”๐๐€๐

Ahmad bin ‘Ashim Al-Anthaki rahimahullah berkata:

ู…ู† ุงู„ุบู†ูŠู…ุฉ ุงู„ุจุงุฑุฏุฉ ุฃู† ุชُุตู„ุญ ู…ุง ุจู‚ูŠ ู…ู† ุนู…ุฑูƒ ، ููŠุบูุฑ ู„ูƒ ู…ุง ู…ุถู‰ ู…ู†ู‡ .

“Termasuk keuntungan yang mudah diraih adalah ketika engkau memperbaiki sisa umurmu, maka akan diampuni bagimu apa yang telah berlalu darinya.”

Al-Bidayah wan Nihayah (10/350)
____
๐Ÿ›œ https://t.me/alistifadah


[Read more]