𝐊𝐄𝐒𝐀𝐁𝐀𝐑𝐀𝐍 𝐏𝐀𝐑𝐀 𝐃𝐀𝐈 𝐃𝐈 𝐇𝐀𝐃𝐀𝐏𝐀𝐍 𝐏𝐄𝐍𝐄𝐍𝐓𝐀𝐍𝐆𝐀𝐍

Posted On // Leave a Comment
𝐊𝐄𝐒𝐀𝐁𝐀𝐑𝐀𝐍 𝐏𝐀𝐑𝐀 𝐃𝐀𝐈 𝐃𝐈 𝐇𝐀𝐃𝐀𝐏𝐀𝐍 𝐏𝐄𝐍𝐄𝐍𝐓𝐀𝐍𝐆𝐀𝐍

Syaikh Ubaid Al Jabiri rahimahullah berkata:

“Dan saling menasihatilah dalam kesabaran.”

Saya tidak akan memperluas pembahasan tentang macam-macam sabar. 

Namun saya ingin mengingatkan bahwa di antara bentuk sabar yang paling agung dan paling mulia adalah kesabaran para dai yang berdakwah di atas ilmu dan petunjuk yang jelas, terhadap berbagai gangguan yang mereka terima dari orang-orang yang menyelisihi mereka, baik berupa ucapan, tindakan, maupun pengelompokan dan keberpihakan yang ditujukan untuk memusuhi mereka.

Jenis kesabaran ini termasuk salah satu bentuk sabar yang sangat agung. Siapa saja dari para dai yang menempuh jalan ini, maka ia dijanjikan pertolongan.

Tidakkah kalian mendengar firman Allah Ta'ala:

﴿وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ﴾

“Dan sungguh, Allah pasti akan menolong orang yang menolong agama-Nya. Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa.” (Al Hajj : 40) 

Atau tidakkah kalian mendengar firman-Nya:

﴿إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الْأَشْهَادُ﴾

“Sesungguhnya Kami pasti menolong para rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari ketika para saksi berdiri.” (Ghafir : 51)

Siapa yang mempelajari sejarah dakwah salafiyah yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ, dan yang juga dibawa oleh para nabi dan rasul sebelum beliau, niscaya akan mengetahui kenyataan ini: tidaklah ada seorang dai yang bersabar melainkan ia akan memperoleh kemenangan.

Jika kemenangan itu belum ia saksikan semasa hidupnya, maka ia akan mendapatkannya setelah wafatnya. Namanya akan dikenang dengan baik oleh generasi setelahnya, memperoleh sebutan yang baik, dan pujian yang indah.

Adapun orang yang tergesa-gesa, maka ia tidak akan mampu menegakkan hujah dengan sempurna. Bahkan ia tidak akan mampu membentangkan jalan yang terang bagi manusia melalui penegasan sunnah, tauhid, dan iman berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah, sesuai dengan jalan para salafus shalih.
____
🛜 https://t.me/alistifadah


[Read more]

𝐑𝐀𝐇𝐀𝐒𝐈𝐀 𝐊𝐄𝐁𝐄𝐑𝐊𝐀𝐇𝐀𝐍 𝐌𝐀𝐉𝐄𝐋𝐈𝐒 𝐈𝐋𝐌𝐔 𝐃𝐈 𝐌𝐀𝐒𝐉𝐈𝐃

Posted On // Leave a Comment
𝐑𝐀𝐇𝐀𝐒𝐈𝐀 𝐊𝐄𝐁𝐄𝐑𝐊𝐀𝐇𝐀𝐍 𝐌𝐀𝐉𝐄𝐋𝐈𝐒 𝐈𝐋𝐌𝐔 𝐃𝐈 𝐌𝐀𝐒𝐉𝐈𝐃

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullah berkata:

إِنَّ مِن أبْرَكَ العِلم تحصيلا وتأثيرًا في النفس، وفي العمل والمنهج هو ما يُحصل في المساجد؛ فما أبرك علم المساجد لأن المساجد فيها خير وبركة

"Di antara ilmu yang paling penuh berkah, baik dalam perolehannya maupun pengaruhnya terhadap jiwa, amal, dan manhaj seseorang, adalah ilmu yang didapatkan di masjid. 

Betapa besar keberkahan ilmu yang dipelajari di masjid, karena masjid memang dipenuhi kebaikan dan keberkahan."

Majmu‘ Fatawa wa Rasa’il jilid 26, hlm. 202
____
🛜 https://t.me/alistifadah


[Read more]

𝐀𝐃𝐀 𝐍𝐎𝐃𝐀 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐓𝐈𝐃𝐀𝐊 𝐓𝐄𝐑𝐋𝐈𝐇𝐀𝐓 𝐃𝐈 𝐂𝐄𝐑𝐌𝐈𝐍

Posted On // Leave a Comment
𝐀𝐃𝐀 𝐍𝐎𝐃𝐀 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐓𝐈𝐃𝐀𝐊 𝐓𝐄𝐑𝐋𝐈𝐇𝐀𝐓 𝐃𝐈 𝐂𝐄𝐑𝐌𝐈𝐍

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata:

فتش قلبك يا أخي، هل فيك رياء؟ هل فيك كراهة للحق؟ هل فيك بغضاء للمؤمنين؟ هل فيك حقد على المؤمنين؟ فإنَّ غسيل القلب كل يوم أهم من غسيل الثياب كل يوم، اغسل قلبك وطهره

“Periksalah hatimu, wahai saudaraku. Apakah di dalamnya ada riya?
Apakah di dalamnya ada kebencian terhadap kebenaran?
Apakah di dalamnya ada kebencian kepada kaum mukminin?
Apakah di dalamnya ada dendam terhadap kaum mukminin?

Karena sesungguhnya membersihkan hati setiap hari lebih penting daripada mencuci pakaian setiap hari.

Maka bersihkanlah hatimu dan sucikanlah ia.”

Liqa’ Asy-Syahri (75/2) 
____
🛜 https://t.me/alistifadah


[Read more]

𝐌𝐄𝐍𝐔𝐍𝐓𝐔𝐍 𝐌𝐀𝐍𝐔𝐒𝐈𝐀 𝐊𝐄𝐏𝐀𝐃𝐀 𝐊𝐄𝐁𝐀𝐈𝐊𝐀𝐍 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐍𝐘𝐀𝐓𝐀

Posted On // Leave a Comment
𝐌𝐄𝐍𝐔𝐍𝐓𝐔𝐍 𝐌𝐀𝐍𝐔𝐒𝐈𝐀 𝐊𝐄𝐏𝐀𝐃𝐀 𝐊𝐄𝐁𝐀𝐈𝐊𝐀𝐍 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐍𝐘𝐀𝐓𝐀

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah berkata:

ومن النصح أن نشغل الناس فيما ينفعهم بتصحيح: العقيدة ، والعبادة، والسلوك، والمعاملات

“Termasuk bentuk nasihat adalah menyibukkan manusia dengan hal-hal yang bermanfaat bagi mereka, yaitu dengan memperbaiki akidah, ibadah, akhlak/perilaku, dan muamalah (interaksi serta urusan dengan sesama).”

At-Tauhid Awwalan Ya Du‘atal Islam, hlm. 32
____
🛜 https://t.me/alistifadah


[Read more]

𝐒𝐀𝐇𝐀𝐁𝐀𝐓 𝐒𝐀𝐋𝐄𝐇, 𝐏𝐄𝐍𝐉𝐀𝐆𝐀 𝐀𝐆𝐀𝐌𝐀 𝐃𝐀𝐍 𝐀𝐊𝐇𝐋𝐀𝐊

Posted On // Leave a Comment
𝐒𝐀𝐇𝐀𝐁𝐀𝐓 𝐒𝐀𝐋𝐄𝐇, 𝐏𝐄𝐍𝐉𝐀𝐆𝐀 𝐀𝐆𝐀𝐌𝐀 𝐃𝐀𝐍 𝐀𝐊𝐇𝐋𝐀𝐊

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullah berkata:

احرص على أَنْ تَصْحَبَ أناسًا أَهْلَ خَيْرٍ، يُرشِدُونَكَ إِذا غَوَيْتِ، يَهْدُونَكَ إِذا ضَلَلْت، يُذَكِّرُونَكَ إِذا نَسِيت، يُعَلِّمُونَكَ إِذا جهلت

"Berusahalah untuk selalu bersahabat dengan orang-orang yang baik. Orang-orang yang akan membimbingmu ketika engkau menyimpang, menunjukkan jalan yang benar ketika engkau tersesat, mengingatkanmu ketika engkau lupa, dan mengajarimu ketika engkau tidak mengetahui."

Syarh Shahih Al-Bukhari (1/62)
____
🛜 https://t.me/alistifadah


[Read more]

𝐔𝐊𝐔𝐑𝐀𝐍 𝐒𝐄𝐉𝐀𝐓𝐈 𝐂𝐈𝐍𝐓𝐀 𝐊𝐀𝐑𝐄𝐍𝐀 𝐀𝐋𝐋𝐀𝐇

Posted On // Leave a Comment
𝐔𝐊𝐔𝐑𝐀𝐍 𝐒𝐄𝐉𝐀𝐓𝐈 𝐂𝐈𝐍𝐓𝐀 𝐊𝐀𝐑𝐄𝐍𝐀 𝐀𝐋𝐋𝐀𝐇

Imam Ahmad rahimahullah pernah ditanya tentang cinta karena Allah. Beliau menjawab:

هو أن لا يحبه لطمع الدنيا

"Yaitu engkau mencintainya bukan karena mengharapkan keuntungan dunia darinya."

Al-Adab Asy-Syar‘iyyah, 2/251
____
🛜 https://t.me/alistifadah


[Read more]

𝐊𝐄𝐌𝐔𝐋𝐈𝐀𝐀𝐍 𝐈𝐓𝐔 𝐋𝐀𝐇𝐈𝐑 𝐃𝐀𝐑𝐈 𝐊𝐄𝐓𝐔𝐍𝐃𝐔𝐊𝐀𝐍

Posted On // Leave a Comment
𝐊𝐄𝐌𝐔𝐋𝐈𝐀𝐀𝐍 𝐈𝐓𝐔 𝐋𝐀𝐇𝐈𝐑 𝐃𝐀𝐑𝐈 𝐊𝐄𝐓𝐔𝐍𝐃𝐔𝐊𝐀𝐍

Imam Ibnu Qayyim rahimahullah berkata:

فهو - سبحانه - إذا أَراد أن يعز عبده ويجبره وينصره ( كسره أَوَّلًا ) ويكون جبره له ونصره عَلى مقدار ذله وانكساره

"Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala, apabila Dia menghendaki untuk memuliakan seorang hamba, memperbaiki keadaannya, dan menolongnya, maka Dia akan merendahkan dan membuatnya merasa lemah di hadapan-Nya terlebih dahulu. 

Kemudian perbaikan dan pertolongan yang Allah berikan kepadanya akan sesuai dengan kadar kerendahan, ketundukan, dan kehancuran hatinya di hadapan-Nya."

📕 Zadul Ma'ad (3/198)
____
🛜 https://t.me/alistifadah


[Read more]

𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐏𝐄𝐑𝐆𝐈 𝐓𝐈𝐃𝐀𝐊 𝐒𝐄𝐋𝐀𝐋𝐔 𝐌𝐄𝐑𝐔𝐆𝐈𝐊𝐀𝐍

Posted On // Leave a Comment
𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐏𝐄𝐑𝐆𝐈 𝐓𝐈𝐃𝐀𝐊 𝐒𝐄𝐋𝐀𝐋𝐔 𝐌𝐄𝐑𝐔𝐆𝐈𝐊𝐀𝐍

Umar bin Abdul Aziz rahimahullah berkata:

ما تركت من الدنيا شيئا إلا أعقبني الله -عز وجل- في قلبي ما هو أفضل منه

“Aku tidak pernah meninggalkan sesuatu dari urusan dunia, melainkan Allah ‘Azza wa Jalla menggantikannya di dalam hatiku dengan sesuatu yang lebih baik darinya.”

Al-Wara’ karya Ibnu Abid Dunya no. 55
____
🛜 https://t.me/alistifadah


[Read more]

𝐊𝐄𝐓𝐈𝐊𝐀 𝐓𝐀𝐊𝐁𝐈𝐑 𝐋𝐄𝐁𝐈𝐇 𝐁𝐄𝐑𝐇𝐀𝐑𝐆𝐀 𝐃𝐀𝐑𝐈 𝐃𝐈𝐍𝐀𝐑

Posted On // Leave a Comment
𝐊𝐄𝐓𝐈𝐊𝐀 𝐓𝐀𝐊𝐁𝐈𝐑 𝐋𝐄𝐁𝐈𝐇 𝐁𝐄𝐑𝐇𝐀𝐑𝐆𝐀 𝐃𝐀𝐑𝐈 𝐃𝐈𝐍𝐀𝐑

Abu ‘Ubaidah bin ‘Abdullah bin Mas‘ud rahimahullah berkata:

لَو أَنَّ رَجُلاً جَلَسَ عَلَى ظهر الطريق ومَعَهُ خِرْقَةٌ فيها دنانير لا يمر إنسان إلا أعطاه دينارا، وآخر إلى جانبه يُكبِّرُ الله تعالى لكان صاحب التكبير أعظم أجرا

“Seandainya ada seseorang duduk di pinggir jalan sambil membawa kantong berisi dinar,

setiap ada orang lewat, ia memberi satu dinar kepadanya.

Lalu di sampingnya ada orang lain yang terus mengagungkan Allah dengan bertakbir,

maka orang yang bertakbir itu lebih besar pahalanya.”

Hilyatul Auliya’ (4/204) 
____
🛜 https://t.me/alistifadah


[Read more]

𝐆𝐄𝐌𝐄𝐑𝐋𝐀𝐏 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐁𝐄𝐑𝐔𝐉𝐔𝐍𝐆 𝐆𝐄𝐋𝐀𝐏

Posted On // Leave a Comment
𝐆𝐄𝐌𝐄𝐑𝐋𝐀𝐏 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐁𝐄𝐑𝐔𝐉𝐔𝐍𝐆 𝐆𝐄𝐋𝐀𝐏

Imam ‘Abdurrahman bin Hasan Alu Syaikh rahimahullah berkata:

ما عند الله لا ينال إلا بطاعته، وإن تزخرفت الدنيا للعاصي، فعاقبتها اضمحلال وذهاب وعقاب

“Apa yang ada di sisi Allah tidak akan diraih kecuali dengan ketaatan kepada-Nya.

Meski dunia tampak indah dan gemerlap bagi pelaku maksiat, pada akhirnya semua itu akan sirna, lenyap, dan berujung pada hukuman.”

📚 Fathul Majid, hlm. 439
____
🛜 https://t.me/alistifadah


[Read more]