𝐀𝐙𝐀𝐁 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐃𝐀𝐓𝐀𝐍𝐆 𝐃𝐀𝐋𝐀𝐌 𝐁𝐄𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐍𝐈𝐊𝐌𝐀𝐓
[Read more]
Ibnu al-Qayyim rahimahullah berkata:
يؤدب الله عبده المؤمن الذي يحبه وهو كريم عنده بأدنى زلة أو هفوة ، فلا يزال مستيقظا حذرا . وأما من سقط من عينه وهان عليه فإنه يخلي بينه وبين معاصيه ، وكلما أحدث ذنبا أحدث له نعمة ، والمغرور يظن أن ذلك من كرامته عليه ولا يعلم أن ذلك عين الإهانة ، وأنه يريد به العذاب الشديد ، والعقوبة التي لا عاقبة معها
"Allah terkadang menegur hamba yang dicintai-Nya dan memiliki kedudukan mulia di sisi-Nya hanya karena satu kesalahan kecil atau kekhilafan ringan. Dengan teguran itu, hamba tersebut senantiasa sadar, waspada, dan berhati-hati terhadap dirinya.
Adapun orang yang telah jatuh dari pandangan-Nya dan tidak lagi mendapat perhatian-Nya, maka Allah membiarkannya tenggelam dalam maksiat. Setiap kali ia berbuat dosa, Allah justru menambah nikmat kepadanya.
Orang yang tertipu mengira bahwa itu adalah bukti kemuliaan dan kasih sayang Allah kepadanya. Padahal ia tidak menyadari bahwa itulah hakikat kehinaan. Nikmat itu diberikan sebagai jalan menuju azab yang berat dan hukuman yang tidak menyisakan kebaikan setelahnya."
Zadul Ma'ad (3/506)
____
🛜 https://t.me/alistifadah



