𝐒𝐀𝐀𝐓 𝐀𝐋𝐋𝐀𝐇 πŒπ„πŒππŽππ†πŠπ€π‘ πŠπ„πƒπŽπŠ 𝐏𝐀𝐑𝐀 ππ„ππˆππ” π€π†π€πŒπ€

Posted On // Leave a Comment
𝐒𝐀𝐀𝐓 𝐀𝐋𝐋𝐀𝐇 πŒπ„πŒππŽππ†πŠπ€π‘ πŠπ„πƒπŽπŠ 𝐏𝐀𝐑𝐀 ππ„ππˆππ” π€π†π€πŒπ€

Syaikh Ubaid Al Jabiri rahimahullah berkata:

Tidaklah seseorang menutupi dirinya dengan (klaim) sunnah, lalu menipu manusia hingga mereka berkumpul di sekelilingnya, bergantung kepadanya, dan menerima semua yang keluar darinya, melainkan Allah pasti akan membongkarnya, membuka kedoknya, dan menyingkap kepada kalangan khusus maupun umum apa yang selama ini ia sembunyikan berupa kecurangan, penyesatan, tipu daya, dan kelicikan.

Allah akan menyiapkan orang-orang yang utama, cerdas, bijak, kuat, tajam, berilmu, serta memiliki kecerdikan dan pemahaman dalam agama, melalui merekalah Allah akan menyingkap tabir orang yang suka bermain-main, menipu, dan berbuat curang tersebut.

Maka wajib atas kalian, jika telah dijelaskan kepada kalian keadaan orang yang telah tersebar namanya, dikenal luas, dan menjadi sosok terpandang serta ditunjuk-tunjuk, untuk berhati-hati darinya, selama ia telah diperingatkan oleh para ulama dan orang-orang beriman yang berada di atas sunnah.

Karena mereka akan menjelaskan kepada kalian dengan dalil. Tidak mengapa pula untuk meneliti keadaan orang tersebut yang telah diperingatkan oleh seorang alim atau beberapa ulama, dengan adab dan cara yang baik.

Sesungguhnya ulama itu akan mengatakan kepadamu: “Aku melihat padanya ini dan itu, dalam kitab fulan terdapat ini, dalam rekaman fulan terdapat ini,” sehingga menjadi dalil-dalil yang jelas yang menyingkap apa yang sebelumnya ia sembunyikan—bahwa orang yang namanya telah tersebar luas dan ucapannya terasa enak didengar itu, ternyata menyembunyikan berbagai bid’ah dan tipu daya yang tidak ia tampakkan di balik klaim sunnahnya.

Dan perkara ketiga:
Barang siapa telah mengetahui kesalahan dan telah jelas baginya, maka tidak boleh baginya untuk tetap bertaqlid kepada seorang alim yang belum tampak baginya perkara tersebut.

Dan telah aku sampaikan kepada kalian bahwa ijtihad para ulama itu tidaklah maksum; oleh karena itu tidak boleh menjadikannya sebagai manhaj.

(Al-αΈ€addul FaαΉ£hil bayna Ahlis-Sunnah wa Ahlil-BaαΉ­hil, hlm. 227)
____
πŸ›œ https://t.me/alistifadah
https://t.me/c/3517329249/66


0 komentar:

Posting Komentar