Perintah Thuma’ninah dan Menyempurnakan Ruku’
Rasulullah n memerintahkan thuma’ninah ketika ruku’. Hal ini disebutkan dalam hadits Rifa’ah ibnu Rafi’ z yang dikenal sebagai hadits al-musi’u shalatahu:
ثُمَّ يَرْكَعُ حَتَّى تَطْمَئِنَّ مَفَاصِلُهُ
“Kemudian ia ruku’ hingga thuma’ninah/tenang persendiannya (anggota-anggota tubuh menetap pada tempatnya).” (HR. al-Bukhari no. 793)
Al-Hafizh t dalam Fathul Bari (2/363) berkata, “Hadits ini dijadikan dalil akan wajibnya thuma’ninah dalam rukun-rukun shalat.”
Demikian pendapat jumhur.
Rasulullah n memerintahkan,
أَتِمُّوْا الرُّكُوْعَ وَالسُّجُوْدَ، فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، إِنِّي لَأَرَاكُمْ مِنْ بَعْدِ ظَهْرِي إِذَا مَا رَكَعْتُمْ وَإِذَا مَا سَجَدْتُمْ
“Sempurnakanlah ruku’ dan sujud! Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku melihat kalian dari belakang punggungku ketika kalian ruku’ dan sujud.” (HR. al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik z)
Al-Hafizh Ibnu Hajar t berkata, “(Kemampuan seperti) ini termasuk mukjizat Nabi n.”
Suatu ketika, Rasulullah n melihat seseorang shalat dengan tidak menyempurnakan ruku’nya dan mematuk dalam sujudnya. Beliau n lalu bersabda,
لَوْ مَاتَ هَذَا عَلىَ حَالِهِ هذِهِ، مَاتَ عَلَى غَيْرِ مِلَّةِ مُحَمَّدٍ n، يَنْقُرُ صَلاَتَهُ كَمَا يَنْقُرُ الْغُرَابُ الدَّمَ، مَثَلُ الَّذِي لاَ يَتِمُّ رُكُوْعَهُ وَيَنْقُرُ فِي سُجُوْدِهِ مَثَلُ الْجَائِعِ الَّذِي يَأْكُلُ التَّمْرَةَ وَالتَّمْرَتَيْنِ، لاَ يُغْنِيَانِ عَنْهُ شَيْئًا
“Seandainya orang ini mati dalam keadaan seperti ini, niscaya ia mati di atas selain agama Muhammad n. Ia mematuk ketika shalatnya sebagaimana burung gagak mematuk darah. Permisalan orang yang tidak menyempurnakan ruku’ dan mematuk dalam sujudnya adalah seperti orang lapar yang makan sebutir atau dua butir kurma, tidak mencukupinya sedikit pun.” (HR. ath-Thabarani dalam al-Kabir 1/192/1, Abu Ya’la dalam Musnad-nya 340 dan 349/1. Al-Mundziri mengatakan dalam at-Targhib 1/182 dan diikuti oleh al-Haitsami 2/121, “Sanadnya hasan.” Al-Imam al-Albani t berkata, “Hadits ini sebagaimana yang dikatakan keduanya.”)
http://walis-net.blogspot.com/2015/06/sifat-shalat-nabi-bagian-ke-15.html
Perintah Thuma’ninah dan Menyempurnakan Ruku’
Labels:
shalat
0 komentar:
Posting Komentar