MENYEMBELIH UNTA UNTUK MENJAMU TAMU APAKAH TERHITUNG CACAT DALAM AQIDAH?

Posted On // Leave a Comment
🔘 MENYEMBELIH UNTA UNTUK MENJAMU TAMU APAKAH TERHITUNG CACAT DALAM AQIDAH?
------------------------------------------------
🎓 Fadhilatus Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz رحمه اللّٰه تعالى.

📞 Pertanyaan:
Biasa terjadi pada sebagian kabilah (suku) mereka menyembelih unta dalam menyambut berbagai event (acara), apakah hal ini terhitung cacat dalam aqidah?

🔏 Jawaban:

Dalam masalah ini ada rinciannya;

🚩 jika menyembelihnya untuk menjamu tamu dan memberi makan orang-orang, maka yang demikian tidaklah mengapa, dan itu adalah amalan yang disyariatkan.
🚩 Adapun jika menyembelihnya karena menyambut para raja atau ketika berjumpa dengan orang-orang besar sebagai pemuliaan bagi mereka maka ini adalah kesyirikan; karena dia telah menyembelih untuk selain Alloh, maka masuk pada keumuman firman Alloh ta'ala:

(وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ ۖ )
[سورة البقرة 173]

"dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah." [Qs. Al-Baqoroh: 173]

🚩 Demikian juga sembelihannya di kuburan dalam rangka mengingat kedermawanan penghuninya, dan kemuliaan mereka, maka ini termasuk dari amalan jahiliyah, dan itu merupakan kemungkaran tidak boleh; karena Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda:

« لا عقر في الإسلام »

"Tidak ada sesajen dalam islam".

Karena tujuan hal itu ialah mendekatkan diri kepada penghuni kubur, maka ini adalah kesyirikan yang besar, demikian pula dengan menyembelih untuk jin dan patung-patung semuanya termasuk syirik akbar (kesyirikan yang besar), kita memohon kepada Alloh dari keselamatan dari hal itu.
                 ●○●○●○●○●

📔 Al-Majmu' (1/53).

__✏ Alih Bahasa: Muhammad Sholehuddin Abu 'Abduh غفر اللّٰه له ولوالديه.
------------------------------------------------

نحر الإبل للضيفان هل يعتبر قدح في العقيدة

س: جرت العادة عند بعض القبائل أن ينحروا الإبل عند المناسبات، هل يعتبر هذا قدحًا في العقيدة؟.

ج: هذا فيه تفصيل، فإن كان نحرها للضيفان، وإطعام الناس فهذا لا بأس به، وهو عمل مشروع، أمَّا إن كان نحرها عند لقاء الملوك أو عند لقاء المعظمين تعظيمًا لهم فهذا شرك؛ لأنه ذبح لغير الله، فيدخل في عموم قوله تعالى: {وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللّهِ} (سورة البقرة:173) وهكذا نحرها عند القبور تذكيرًا بجود أهلها وكرمهم، فهذا من عمل الجاهلية، وهو منكر لا يجوز؛ لأن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: « لا عقر في الإسلام » فإن قصد به التقرب إلى أهل القبور، فهذا شرك أكبر، وهكذا الذبح للجن والأصنام كله من الشرك الأكبر، نسأل الله السلامة من ذلك.
المصدر : مجموع(1/53).
------------------------------------------------
🌏 WA Ahlus Sunnah Karawang.
▦◈▦◈▦◈▦◈▦◈▦◈▦◈▦◈▦◈▦◈▦◈▦◈▦◈▦

📲【••WALIS ⊙ WA Al-Istifadah••】

💻http://walis-net.blogspot.com/p/depan.html?m=1

0 komentar:

Posting Komentar