Tampilkan postingan dengan label All. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label All. Tampilkan semua postingan

Batasan Pakaian Seorang Laki-laki

Posted On // Leave a Comment

📦 Batasan Pakaian Seorang Laki-laki

🔊 Asy Syaikh ShalihFauzan bin Abdillah al Fauzan حفظه الله

📪 Pertanyaan: Saya seorang penuntut ilmu dan umurku 18 tahun, alhamdulillah, saya mencintai sunnah dan saya mengenakan pakaian sampai kepertengahan betis atau kurang lebih dan aku tidak berlebihan. Akan tetapi banyak dari penuntut ilmu yang mendebati aku dan mengatakan bahwa umurku masih muda, tidak pantas memakai seperti ini karena ini pakaian ketenaran. Padahal saya ingin menerapkan sunnah. Bagaimana nasehat anda?

🔓Jawaban:
[Read more]

Sekilas tentang UANG SUAP

Posted On // Leave a Comment
••{{Sekilas tentang}}••

💸_UANG SUAP_💰

°°°°°°°°°°

📊PERTANYAAN:

🔻Bgaimana hukumnya orang yg melakukan penyogokan disaat dia masuk menjadi Pns..? Dan jg bagaimana gaji yg diterima setiap bulannya apakah haram gaji yang diterimanya..? Barokallohu fiikum

°°°°°°°°°°


🔰JAWABAN:
(oleh Ust Abu Utsman Kharisman)
[Read more]

BERHUTANG UNTUK AQIQAH

Posted On // Leave a Comment

➖BERHUTANG UNTUK AQIQAH

❓Tanya:
Apakah seorang boleh meminjam uang untuk acara aqiqahan?

⭕Jawab:
💺Oleh Al Ustadz Abu Karimah Askari hafizhahullah
[Read more]

TERHINDAR SIKSA KUBUR

Posted On // Leave a Comment

📌TERHINDAR SIKSA KUBUR
📌

❓TANYA :
Apakah ada dalil dari Al-Quran dan as-Sunnah tentang bacaan yang dapat menyelamatkan dari siksa kubur? Apakah ada hadits Nabi atau doa khusus yang dibaca setiap hari agar selamat dari siksa kubur? Saya pernah membaca satu hadits Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam tentang membaca surat al-Mulk setiap hari. Berapa kali surat ini dibaca dalam sehari? Dan kapan waktu membacanya? Terima kasih banyak atas jawabannya.

📜JAWAB :
[Read more]

Memperbaiki Hati

Posted On // Leave a Comment

🌷 Memperbaiki Hati 🌷
………………………………………………

❓: Pertanyaan diajukan kepada Syaikh Muhammad bin Hadi Al Madkholi:

▶ Bagaimana cara memperbaiki hati❓



💺Jawaban:
[Read more]

MELETAKKAN KITAB DI DALAM KUBUR BERSAMA MAYIT

Posted On // Leave a Comment

🔗 MELETAKKAN KITAB DI DALAM KUBUR BERSAMA MAYIT

🔬 Fatwa Al-Lajnah Ad-Dã'imah lil Buhúts Ilmiyyah wal Iftã' [Pertanyaan pertama dari fatwa nomor 3596 ]

                               ✹✹✹

📞 SOAL:
Di tempat kami ada sebuah realita yang kami ingin mengetahui bagaimana pandangan agama Islam tentangnya, yakni:
Mereka (sebagian kaum muslimin) ada yang meletakkan sebuah kitab di dalam kubur bersama mayit. Nama kitab tersebut adalah 'Ad Dausyan' atau 'Al Qudwah'. Penulis kitab tersebut mengatakan bahwa kitab-kitab tersebut akan mengokohkan mayit dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan (dari malaikat)?



🔓JAWABAN:
[Read more]

PENGHUNI ALAM BARZAKH

Posted On // Leave a Comment
📌PENGHUNI ALAM BARZAKH
📌

❓TANYA :
Apakah hadits yang menceritakan bahwa penghuni alam barzakh saling melihat dan saling berbicara satu sama lain sahih atau tidak?

📜JAWAB :
[Read more]

Sekilas tentang _MENGINGKARI KEBID'AHAN_

Posted On // Leave a Comment
••{{Sekilas tentang}}••

⚡_MENGINGKARI KEBID'AHAN_💢

°°°°°°°°°°

🔒PERTANYAAN:

🔻syubhat bahwa "pelaku bid'ah yg melakukan bid'ahnya diatas kejahilan/taqlid semata,mk dia mendapat pahala atas niatannya & dosa atas perbuatannya".apakah kaedah ini benar??

°°°°°°°°°°

🔑JAWABAN:
(oleh Ust Abu Utsman Kharisman)
[Read more]

APAKAH ORANG YANG MENYEMBUNYIKAN KEMAKSIATANNYA BISA DISEBUT MUNAFIK

Posted On // Leave a Comment
❓APAKAH ORANG YANG MENYEMBUNYIKAN KEMAKSIATANNYA BISA DISEBUT MUNAFIK

💺 Dijawab oleh:
Al-Ustadz Muhammad bin 'Umar as Sewed hafizhahullahu

📅 Tanya Jawab ll Masjid al Mujahidin Slipi Jakarta ll Pembahasan Kitab ash Shawarif Anil Haq ll Sabtu ll 6 Rajab 1436 H ll 25 April 2015

📥 Silahkan unduh di link:
http://goo.gl/hGqTiG (488 KB)
[Read more]

TAUHIDKAN ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA, DAN JANGAN BERBUAT KESYIRIKAN

Posted On // Leave a Comment
💧MENGAMALKAN WASIAT
LUQMAN KEPADA ANAKNYA

2⃣ TAUHIDKAN ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA, DAN JANGAN BERBUAT KESYIRIKAN

📜 Disampaikan oleh:
Al-Ustadz Adnan Abdul Majid hafizhahullahu

📅 Tausiyah ba'da Subuh ll Daurah Nasional Ahlussunnah wal Jama'ah ll Masjid Agung Manunggal Bantul ll Yogyakarta ll 1431 H ll 2010

📖📀 Bacaan Al-Qur'anul Karim surat Luqman ayat 13, dari asy-Syaikh Ali al-Hudzaify hafizhahullahu

(وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ)

"Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya: "Wahai anakku, janganlah kamu mempersekutukan ALLAH, sesungguhnya mempersekutukan (ALLAH) adalah benar-benar kedzaliman yang besar"

🅾 Silahkan diunduh di link:
http://goo.gl/R3NMnF (950 KB)
[Read more]

PERHATIKAN ADAB BERDO'A DAN TERUSLAH BERUSAHA MEMBINA

Posted On // Leave a Comment
💧KIAT MEMBINA KELUARGA HARMONIS YANG BAHAGIA DI DUNIA DAN AKHIRAT

4⃣ PERHATIKAN ADAB BERDO'A
DAN TERUSLAH BERUSAHA MEMBINA

📜 Disampaikan oleh:
Al-Ustadz Abu Nasim Mukhtar bin Rifa'i hafizhahullahu

📅 Daurah Islam Ilmiah ll Membina Keluarga Penuh Barokah ll Masjid Al-Markaz Al Islamy ll Pangkalan Bun ll Kalteng ll 12 Rabiul Akhir 1436 H ll 10 Februari 2015 M

📖📀 Bacaan Al-Qur'anul Karim surat Al-Furqan ayat 74, dari asy-Syaikh Ali al-Hudzaify hafizhahullahu

(وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا)

"Dan orang-orang yang berkata: "Ya RABB kami, anugerahkanlah kepada kami, dari istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa"

🅾 Silahkan unduh di link:
http://goo.gl/BQnY8f (1,13 MB)
[Read more]

Apakah Jeleknya Akhlak Seseorang Akan Mempengaruhi Kesalafiyannya?

Posted On // Leave a Comment
🌷 Apakah Jeleknya Akhlak Seseorang Akan Mempengaruhi Kesalafiyannya?

📝 Asy Syaikh Muhammad bin Hadi al Madkhaly حفظه الله

📪 Pertanyaan: Apakah jeleknya akhlak seseorang akan mempengaruhi kesalafiyannya?

🔓 Jawaban:
[Read more]

Apakah betul menghafal surat Al Kahfi dari ayat satu sampai sepuluh, terlindung dari dajjal?

Posted On // Leave a Comment
➖Apakah betul menghafal surat Al Kahfi dari ayat satu sampai sepuluh, terlindung dari dajjal?

⭕Jawab:
💺Oleh Al Ustadz Qomar Suaidi hafizhahullah
[Read more]

Siapa yang Berhak Menjadi Imam, Seorang Penghafal al-Qur'an Namun Mencukur Jenggotnya Ataukah Seorang yang Sedikit Hafalannya Tapi Memelihara Jenggot?

Posted On // Leave a Comment
🔘 Siapa yang Berhak Menjadi Imam, Seorang Penghafal al-Qur'an Namun Mencukur Jenggotnya Ataukah Seorang yang Sedikit Hafalannya Tapi Memelihara Jenggot?

📄Pertanyaan 12 dari fatwa lajnah no. 6391:

📑Manakah yang lebih dikedepankan menjadi imam, seorang penghafal al-Qur'an yang memotong jenggot ataukah seorang yang sedikit hafalannya tapi memelihara jenggotnya?

🔓Jawaban:
[Read more]

Kepedulian Islam terhadap Nasib Anak Yatim dan Kaum Dhuafa

Posted On // Leave a Comment

Kepedulian Islam terhadap Nasib Anak Yatim dan Kaum Dhuafa

Para pembaca rahimakumullah, dengan hikmah-Nya, Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan sebagian manusia sebagai fitnah (ujian) terhadap sebagian yang lainnya. Yang miskin merupakan ujian bagi yang kaya dan sebaliknya, yang kaya adalah ujian bagi yang miskin. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam firman-Nya:

وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيرًا

“Dan kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Dan adalah Rabb-mu Maha Melihat.” (Al-Furqan: 20)

Para pembaca yang berbahagia.Tanpa diragukan lagi bahwa keberadaan anak yatim serta kaum dhuafa` seperti fakir miskin, para janda, dan yang lainnya merupakan dua golongan masyarakat yang berhak untuk mendapatkan perhatian dan pemeliharaan. Allah subhanahu wa ta’ala banyak sekali menyebutkan di dalam Al-Qur`an tentang anjuran untuk menyayangi dan berbuat baik kepada dua golongan tersebut.

Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin…” (Al-Baqarah: 177)

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin.” (An Nisa`: 36)

“Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya.” (Adh-Dhuha: 9-10)

“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan hari kiamat? Itulah orang yang menghardik anak yatim. Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.” (Al-Ma’un: 1-3)

Maka sudah sepantasnya bagi kita untuk peduli dengan nasib mereka yang diwujudkan dalam bentuk memberikan bantuan, menyayangi dan berlemah lembut kepada mereka.

Telah disebutkan dalam sebuah hadits bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Saya dan orang yang mengasuh anak yatim akan berada di surga seperti ini – beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengahnya dan merenggangkan sedikit antara keduanya.” (HR. al-Bukhari no. 5304)

Subhanallah! Sungguh betapa mulianya amalan tersebut dan betapa besar keutamaan yang akan diperoleh bagi orang yang mengasuh anak yatim. Orang-orang yang mengasuh anak yatim dengan pengasuhan yang sebaik-baiknya, mereka akan dibangkitkan di akhirat nanti dalam keadaan menjadi teman dekat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di surga. Karena anak yatim -yaitu anak yang ayahnya telah meninggal sementara dia belum baligh- sungguh telah kehilangan curahan kasih sayang dari sang ayah yang telah tiada. Yang mana hal itu merupakan nikmat yang sangat besar bagi si anak dengan adanya penjagaan, tempat bersandar, dan belaian kasih sayang dari sang ayah tercinta.

Secara tersirat, dalam hadits ini pula mengandung ancaman yang keras bagi siapa yang tidak mau peduli terhadap nasib mereka. Maka Allah subhanahu wa ta’ala pun mengancam dengan balasan yang pedih.

Pengertian mengasuh di sini adalah melaksanakan beberapa perkara yang akan membawa kebaikan kepada diri si yatim, baik dari sisi dunianya maupun agamanya. Adapun perkara kebaikan dalam masalah dunia adalah seperti memberi makan, minum, pakaian, tempat tinggal, dan sebagainya. Kemudian perkara kebaikan dalam masalah agama adalah seperti membimbing dengan akhlak yang baik, memberi nasehat, mengajari ilmu agama dan yang semacamnya.

Adapun pihak yang bertanggung jawab terhadap nasib mereka setelah sang ayah meninggal bisa berasal dari kerabat dekatnya seperti ibu, kakek, nenek, saudara laki-laki, saudara perempuan, paman, bibi atau kerabatnya yang lain.

Al-Imam Ibnu Baththal rahimahullah menyatakan, “Seharusnya bagi orang yang mendengar hadits ini untuk dapat mengamalkannya agar ia bisa menjadi teman dekat nabi di surga. Dan tidak ada suatu kedudukan di akhirat nanti yang lebih utama daripada kedudukan yang demikian.” (Fathul Bari 10/436)



Jangan Mendekati Harta Anak Yatim

Kemudian kepada para penanggung jawab atau pengasuh anak yatim hendaklah mengingat bahwasanya Allah subhanahu wa ta’ala telah mewasiatkan:

“Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik, sampai ia beranjak dewasa.” (Al-An’am: 152)

Ayat di atas sekali lagi menunjukkan betapa pedulinya Islam terhadap keadaan anak yatim. Dari wasiat Allah subhanahu wa ta’ala ini pula diambil sebuah kesimpulan bahwa haram hukumnya makan atau menggunakan harta anak yatim kecuali dengan cara yang dibenarkan oleh syariat. Di antaranya yaitu dengan cara mengelola, menjaga, dan mengembangkan hartanya. Sebagian ulama menafsirkan kata “dengan cara yang lebih baik” yaitu dengan dikelola dalam bentuk perdagangan agar harta si yatim bisa berkembang. Sehingga barangsiapa yang makan atau menggunakan harta anak yatim dengan cara yang tidak dibenarkan oleh syariat maka Allah subhanahu wa ta’ala telah menyiapkan suatu pengganti yang setimpal sebagai balasan dari harta anak yatim yang dia makan.

Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).” (An-Nisa`: 10)

Dalam riwayat al-Bukhari dan Muslim juga diterangkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa di sana ada 7 perkara yang dapat menghancurkan. Salah satunya adalah memakan harta anak yatim.



Peduli terhadap Kaum Dhuafa

Disebutkan dalam sebuah hadits bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Seorang yang berusaha untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada janda dan orang miskin maka dia seperti seorang yang berjihad di jalan Allah atau seperti seorang yang rajin melakukan shalat malam dan berpuasa di siang hari.” (HR. al-Bukhari no. 5353 dan Muslim no. 2982)

Dalam hadits ini terkandung keutamaan seorang yang berusaha untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat -bisa dalam bentuk pemberian harta, makanan atau kebutuhan hidup lainnya- kepada para dhuafa, baik dari kalangan para janda yang mana mereka tidak lagi memiliki sandaran yang mampu untuk menafkahi diri mereka dan keluarga setelah kepergian sang suami maupun kaum dhuafa secara umum yaitu mereka akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berjihad di jalan Allah subhanahu wa ta’ala atau seperti pahala orang yang rajin menegakkan shalat malam dan berpuasa (sunnah) di siang hari.

Sehingga barangsiapa yang tidak mampu untuk berjihad di jalan Allah subhanahu wa ta’ala dan juga tidak mampu untuk menegakkan shalat malam serta tidak mampu melaksanakan puasa sunnah maka hendaklah ia mengamalkan hadits ini yaitu dengan cara membantu para janda dan fakir miskin agar di hari kiamat nanti akan dikumpulkan bersama golongan orang-orang yang berjihad di jalan Allah subhanahu wa ta’ala walaupun tanpa pergi berjihad di medan tempur atau tanpa menyumbangkan dana untuk jihad atau tanpa harus bertemu dengan musuh. Atau agar bisa dikumpulkan bersama golongan orang-orang yang rajin melaksanakan puasa dan shalat malam dan bisa mencapai derajat mereka. Oleh karena itu marilah kita berpartisipasi di dalam perdagangan yang tidak pernah merugi seperti membantu para janda dan orang-orang miskin. Maka dia akan memperoleh keuntungan yang berlipat dari perdagangan tersebut yaitu derajat orang yang berjihad, berpuasa dan shalat malam dengan tanpa susah payah dan rasa capek. Yang demikian ini merupakan keutamaan dari Allah yang akan Allah subhanahu wa ta’ala berikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. (Lihat Syarhul Bukhari li Ibnil Bathal 9/218)

Di antara faedah dari sikap peduli terhadap kaum dhuafa pula adalah dalam rangka membentengi diri mereka dari ancaman gerakan pemurtadan dan pendangkalan iman. Kita melihat di berbagai wilayah kaum muslimin, para dhuafa yaitu orang-orang yang lemah baik lemah ekonomi maupun iman, siang dan malam selalu menjadi incaran para tukang penggadai agama. Di mana kehidupan yang serba kembang-kempis dalam mencari nafkah ini mereka pun akhirnya rela menggadaikan agamanya demi ditukar dengan sesuap makanan yang sangat mereka butuhkan untuk hidup mereka.

Ketahuilah bahwa berbuat baik, menyayangi dan berlemah-lembut kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa akan menumbuhkan dalam hati ini sifat kasih sayang, perasaan yang peka terhadap sesama dan sikap selalu kembali kepada Allah l. Dan tidak ada seorang pun yang bisa mendapatkannya kecuali bagi siapa yang mau mencoba.



Nasehat kepada Kaum Dhuafa

Kepada kaum dhuafa, maka hendaklah kalian bersabar atas ujian yang menimpa diri kalian. Janganlah dengan alasan kemiskinan, kemudian melakukan suatu perbuatan yang akan menjerumuskan diri kalian kepada jurang kehinaan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Bukanlah yang disebut orang miskin itu adalah orang yang ditolak oleh orang lain ketika meminta sesuap atau dua suap makanan. Hanya saja yang disebut orang miskin adalah orang yang tidak memiliki kecukupan, akan tetapi dia malu, atau tidak meminta-minta kepada orang lain dengan memaksa (walaupun dia membutuhkan).” (HR. al-Bukhari no. 1476 dan Muslim no. 1039)

Maka dalam hadits ini terdapat nasehat dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kaum dhuafa hendaklah mereka bersabar dan selalu berharap turunnya pertolongan dari Allah subhanahu wa ta’ala serta tidak boleh mengemis kepada manusia baik mereka memberi atau menolaknya. Tetaplah berusaha untuk mendapatkan rizki yang baik dan halal dengan cara bekerja, berdagang, atau yang lainnya. Itu lebih baik daripada meminta-minta. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sungguh jika salah seorang di antara kalian mengambil tali-talinya kemudian dia pergi ke gunung, lalu pulang dengan membawa seikat kayu bakar di atas punggungnya, kemudian menjualnya lalu dia merasa cukup dengan hasil penjualannya, ini lebih baik daripada meminta-minta kepada manusia, baik mereka memberi atau menolaknya.” (HR. Ibnu Majah no. 1836)

Di samping berusaha, hendaklah engkau berdoa dan menyerahkan urusanmu hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala, gantungkanlah harapan, rasa takut, dan tawakalmu hanya kepada-Nya, karena sesungguhnya Dia yang akan mencukupimu. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman (yang artinya):

“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah maka Dia akan mencukupinya.” (Ath-Thalaq: 3)

Maka wajib bagi kaum dhuafa untuk bersabar dan tidak boleh meminta-minta kepada manusia kecuali dalam keadaan yang sangat mendesak. Seorang yang bermudah-mudahan dalam meminta sesuatu kepada manusia maka ia akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan di wajahnya tidak terdapat secuil daging pun.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Seseorang yang terus-menerus meminta-minta kepada manusia, kelak pada hari kiamat dia akan datang dalam keadaan tidak ada secuil daging pun di wajahnya.” (HR. al-Bukhari no. 1474 dan Muslim no. 1040)

            Wallahu a’lam bish shawab.

Penulis: Ustadz Muhammad Rifqi hafizhahullaahu ta’aalaa

Sumber http://buletin-alilmu.net

http://mahad-assalafy.com/2015/04/30/kepedulian-islam-terhadap-nasib-anak-yatim-dan-kaum-dhuafa/
[Read more]

Ketentuan – Ketentuan Pakaian Wanita

Posted On // Leave a Comment
Kajian Utama ” Ketentuan – Ketentuan Pakaian Wanita “

Al-Ustadz Muhammad Afifuddin

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ، فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ

“Wanita adalah aurat, apabila dia keluar, setan menghiasinya (pada pandangan lelaki, -pen.).” ( HR. at- Tirmidzi no. 1176, beliau berkata, “Hadits ini hasan sahih.”)

Suatu kali Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melihat seorang wanita, lalu beliau masuk ke rumah Zainab bintu Jahsy radhiyallahu ‘anha lantas menunaikan hajatnya. Kemudian beliau keluar menemui para sahabatnya seraya bersabda,

إِنَّ الْمَرْأَةَ تُقْبِلُ فِي صُورَةِ شَيْطَانٍ فَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمُ امْرَأَةً فَأَعْجَبَتْهُ فَلْيَأْتِ أَهْلَهُ فَإِنَّ مَعَهَا مِثْلَ الَّذِي مَعَهَا

“Sesungguhnya wanita datang (menghadap) dalam bentuk setan. Apabila salah seorang dari kalian melihat wanita dan mengaguminya, hendaknya ia mendatangi istrinya. Sebab, apa yang ada pada wanita tersebut seperti apa yang ada pada istrinya.” (HR. Muslim no. 1403/9, Abu Dawud no. 2151, dan at-Tirmidzi no. 1161 dari Jabir radhiyallahu ‘anhu) Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

“Tidaklah ada sepeninggalku nanti suatu fitnah (ujian/cobaan/godaan) yang lebih berbahaya bagi kaum lelaki melebihi (fitnah) wanita.” (HR. al-Bukhari no. 5096 dan Muslim)
[Read more]

Bagaimana Aqiqah untuk Dua Anak Laki-Laki Kembar?

Posted On // Leave a Comment
📗Bagaimana Aqiqah untuk Dua Anak Laki-Laki Kembar?

Para Ulama menjelaskan bahwa untuk anak kembar, masing-masing anak diaqiqahi sendiri-sendiri.

al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqolaaniy rahimahullah menyatakan:

فلو ولد اثنان في بطن استحب عن كل واحد عقيقة ذكره بن عبد البر عن الليث وقال لا أعلم عن أحد من العلماء خلافه

Kalau seandainya dilahirkan dua anak dalam satu perut (terlahir kembar, pent), aqiqohnya adalah untuk setiap anak (sendiri-sendiri). Hal ini disebutkan Ibnu Abdil Bar dari al-Layts dan ia berkata: Saya tidak mengetahui ada satu orang saja dari para Ulama yg berbeda pendapat dalam hal itu (Fathul Baari syarh Shohih al-Bukhari li Ibn Hajar (9/592))
[Read more]

Mati Syahid Dalam Islam

Posted On // Leave a Comment
🔰 Mati Syahid Dalam Islam 🔰
______________________________


📎Berkata Syaikh Al Albany -رحمه الله-:

"Syahid dalam islam ada dua keadaan:
- Dia meninggal syahid haqiqi
-Meninggal syahid namun tidak haqiqi.

▪ Jenis syahid yang pertama:

- Ialah mereka dari kalangan kaum muslim yang terbunuh di medan peperangan, dan dia berperang dijalan Allah.

👆Maka  yang demikian ini keadaanya dia adalah syahid haqiqi.
[Read more]

HUKUM MEMANGKAS SEBAGIAN JENGGOT ATAU MENCUKUR HABIS?

Posted On // Leave a Comment
◾ HUKUM MEMANGKAS SEBAGIAN JENGGOT ATAU MENCUKUR HABIS?

🔘Asy Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah al Fauzan حفظه الله

📪 Pertanyaan: Apa hukum memangkas sebagian jenggot atau mencukur habis jenggot?

🔓Jawaban:
[Read more]

Sekilas tentang _STATUS NIKAH_

Posted On // Leave a Comment
••{{Sekilas tentang}}••

🌷 _STATUS NIKAH_🍂

=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*

🔒📮PERTANYAAN:

🔻Ada pertanyaan dari teman, tentang status pernikahan yg suaminya keluar dari Islam, asalnya suaminya memang non muslim. Jazakallahu khairon

=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*

🔑🔦JAWABAN:
[Read more]