KAJIAN FIQH: RUKUN, WAJIB, DAN SUNNAH DALAM SHOLAT (Bag ke-8)

Posted On // Leave a Comment
📝KAJIAN FIQH: RUKUN, WAJIB, DAN SUNNAH DALAM SHOLAT (Bag ke-8)

Lanjutan Gerakan-gerakan yang disunnahkan dalam sholat:

9⃣Sunnah dalam duduk tasyahhud
a) Iftirasy dalam tasyahhud akhir jika hanya ada 1 tasyahhud dalam sholat, dan dalam tasyahhud awal jika ada lebih dari 1 tasyahhud dalam sholat.

b) Tawarruk (seperti pada iftirasy, namun kaki kiri tidak diduduki, duduknya pada lantai/ tanah, dan bagian kaki kiri dilewatkan di bawah kaki kanan hingga keluar di sisi kanan tubuh)


Tawarruk dilakukan pada tasyahhud akhir dalam sholat yang memiliki lebih dari 1 tasyahhud.

Ini adalah pendapat Ahmad, dikuatkan Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Fataawa Nuurun alad Darb.

فَإِذَا جَلَسَ فِي الرَّكْعَتَيْنِ جَلَسَ عَلَى رِجْلِهِ الْيُسْرَى وَنَصَبَ الْيُمْنَى وَإِذَا جَلَسَ فِي الرَّكْعَةِ الْآخِرَةِ قَدَّمَ رِجْلَهُ الْيُسْرَى وَنَصَبَ الْأُخْرَى وَقَعَدَ عَلَى مَقْعَدَتِهِ

Jika beliau (Abu Humaid as-Sa’idiy) duduk dalam dua rokaat, beliau duduk di atas (telapak) kaki kiri dan menegakkan (telapak) kaki kanan (iftirasy) dan jika duduk di rokaat terakhir beliau mengedepankan (telapak) kaki kiri dan menegakkan (telapak kaki) yang lain dan duduk pada tempat duduknya (pantat langsung ke tanah/lantai)(H.R al-Bukhari, kisah tentang Abu Humaid mencontohkan tata cara sholat Nabi)

وَكَانَ يَقُولُ فِي كُلِّ رَكْعَتَيْنِ التَّحِيَّةَ وَكَانَ يَفْرِشُ رِجْلَهُ الْيُسْرَى وَيَنْصِبُ رِجْلَهُ الْيُمْنَى

Dan beliau (Nabi) mengucapkan tahiyyat setiap dua rokaat, dan beliau membentangkan (telapak) kaki kiri dan menegakkan (telapak) kaki kanan (iftirasy)(H.R Muslim dari Aisyah)

Dalam duduk tasyahhud disunnahkan mengisyaratkan dengan jari telunjuk kanan dan jari-jari kanan yang lain digenggam, telapak tangan diletakkan di atas lutut, mata melihat ke arah jari telunjuk.

عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا جَلَسَ فِي الصَّلَاةِ وَضَعَ يَدَيْهِ عَلَى رُكْبَتَيْهِ وَرَفَعَ إِصْبَعَهُ الْيُمْنَى الَّتِي تَلِي الْإِبْهَامَ فَدَعَا بِهَا وَيَدَهُ الْيُسْرَى عَلَى رُكْبَتِهِ الْيُسْرَى بَاسِطَهَا عَلَيْهَا

Dari Ibnu Umar –radhiyallahu anhuma- bahwasanya Nabi shollallahu alaihi wasallam jika duduk dalam sholat (tasyahhud) beliau meletakkan kedua tangannya di atas kedua lutut dan beliau mengangkat jari kanan yang berdekatan dengan ibu jari (jari telunjuk) kemudian beliau berdoa dengannya, sedangkan tangan kanan diletakkan di atas lutut kiri, dihamparkan di atasnya (H.R Muslim no 911)

🔟Gerakan bangkit menuju berdiri ke rokaat berikutnya bisa dengan dua cara:

a) Tangan bertumpu pada lantai/ tanah.
وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ عَنِ السَّجْدَةِ الثَّانِيَةِ جَلَسَ وَاعْتَمَدَ عَلَى الْأَرْضِ ثُمَّ قَامَ

Dan jika mengangkat kepala dari sujud kedua, beliau duduk dan bertumpu pada tanah kemudian bangkit (H.R Muslim dari Abu Qilaabah yang menceritakan tata cara sholat yang dicontohkan Malik bin al-Huwairits ketika mengajarkan sholat Nabi)

عَنِ الأَزْرَقِ بْنِ قَيْسٍ قَالَ : رَأَيْتُ ابْنَ عُمَرَ يَنْهَضُ فِي الصَّلاَةِ وَيَعْتَمِدُ عَلَى يَدَيْهِ

Dari al-Azraq bin Qoys beliau berkata: Saya melihat Ibnu Umar bangkit dalam sholat bertumpu pada kedua tangannya (riwayat Ibnu Abi Syaibah dengan sanad yang baik—para perawinya adalah perawi dalam as-Shahih)

b) Tangan tidak bertumpu pada lantai/ tanah.

وَإِذَا نَهَضَ رَفَعَ يَدَيْهِ قَبْلَ رُكْبَتَيْهِ

Jika beliau bangkit, beliau mengangkat kedua tangannya sebelum kedua lututnya (H.R Abu Dawud dari Wa-il bin Hujr)

Jika dibutuhkan, sebelum bangkit bisa duduk sejenak (jilsah al-istirohah) sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Malik bin al-Huwairits riwayat al-Bukhari.

1⃣1⃣Isyarat dengan tangan saat tasyahhud.

Jika gerakan duduk dan bacaan tasyahhud akhir adalah rukun, sedangkan gerakan duduk dan bacaan tasyahhud awal adalah wajib, maka isyarat dengan telunjuk tangan adalah sunnah (sebagaimana dijelaskan Syaikh Ibn Utsaimin).

(Abu Utsman Kharisman)

💡💡📝📝💡💡

WA al-I'tishom

◈◈◈◈◈◈◈◈◈◈◈◈◈◈◈◈◈◈◈◈◈
📡Turut memublikasikan ⇲

۞ مجمـــــــــــوعة الاســـــــــــتفادة ۞

💻📲http://walis-net.blogspot.com/p/depan.html

0 komentar:

Posting Komentar