***********************
( bagian - 2 )
๐ Adapun secara rinci, maka pembahasan kami bagi menjadi beberapa sub bahasan:
๐ PERTAMA :
~~~~~~~~~~~~
Al-Kandahlawi dan Takhrij Haditsnya.
๐ง Sebagaimana yang telah kita sebutkan bahwa kitab ini banyak memuat hadits-hadits lemah, mungkar, palsu, bahkan tidak ada asalnya. Terkadang sebagian riwayat tersebut diketahui penulisnya. Namun sangat disayangkan, takhrij hadits itu tidak diterjemahkan ke dalam bahasanya, di mana kitab ini ditulis dalam bahasa Urdu (salah satu bahasa resmi di Asia Selatan, red.), kemudian dibaca mayoritas kaum muslimin yang tidak mengerti bahasa Arab. Mereka pun menganggap baik kitab ini dan menyangka bahwa semuanya boleh dijadi-kan sebagai hujjah. Selanjutnya mereka membaca lalu menjadikannya sebagai keyakinan. Maka terjerumuslah mereka dalam penyimpangan dan kesesatan.
๐ฐ Demikian pula ketika kitab ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan Malaysia, tidak diterjemahkan takhrij haditsnya. Ini menyebabkan para tablighi dan simpatisannya membaca kitab tersebut tanpa membedakan antara hadits-hadits yang bisa diterima dan yang tertolak.
๐ Berikut ini akan kami sebutkan beberapa contoh tentang apa yang kami sebutkan:
1⃣ Disebutkan dalam kitab Fadhail Al-A’mal, bab Fadhilah Adz-Dzikr (hal. 497, versi bahasa indonesia terbitan Ash-Shaf Yogyakarta, Sya'ban tahun 1421 H)
๐ง Hadits dari ‘Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu 'anhu berkata:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
❌ Ketika Adam telah berbuat dosa, ia pun mengangkat kepalanya ke atas langit kemudian berdoa:
“Aku meminta kepada-Mu berkat wasilah Muhammad, ampunilah dosaku.”
Maka Allah berfirman kepadanya:
“Siapakah Muhammad (yang engkau maksud)?” Maka Adam menjawab: “Maha berkah nama-Mu ketika engkau menciptakan aku, akupun mengangkat kepalaku melihat Arsy-Mu, dan ternyata di situ tertulis:
Laa ilaaha illallah Muhammadun Rasulullah.
Maka akupun mengetahui bahwa tidak seorang pun yang lebih agung kedudukannya di sisi-Mu dari orang yang telah engkau jadikan namanya bersama dengan nama-Mu.”
Maka Allah berfirman kepadanya: “Wahai Adam, sesungguhnya dia adalah Nabi terakhir dari keturunanmu, kalaulah bukan karena dia, niscaya Aku tidak akan menciptakanmu.”
๐ Hadits ini diterjemahkan begitu saja TANPA menerjemahkan takhrij hadits yang disebutkan Al-Kandahlawi.
Dia berkata setelah itu: “Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Ash-Shaghir, Al-Hakim, Abu Nu’aim, Al-Baihaqi yang keduanya dalam kitab Ad-Dala`il, Ibnu ‘Asakir dalam Ad-Durr, dan dalam Majma’ Az-Zawa`id (disebutkan): Diriwayatkan Ath-Thabrani dalam Al-Ausath dan Ash-Shaghir, dan dalam (sanad)-nya ada yang tidak aku kenal.
Aku berkata: Dan dikuatkan yang lainnya berupa hadits yang masyhur: “Kalau bukan karena engkau, aku tidak menciptakan jagad raya ini”,
Al-Qari berkata dalam Al-Maudhu’at: “Hadits ini PALSU.”
๐ Cobalah pembaca perhatikan. Hadits ini pada hakekatnya telah diketahui oleh penulisnya sebagai hadits yang tidak bisa dijadikan sebagai hujjah, bahkan tidak dikuatkan dengan adanya jalan (sanad) lain. Namun ucapan ini tidak diterjemahkan, sehingga para pembaca kitab ini menyangka bahwa hadits ini termasuk hadits yang bisa diamalkan.
๐ Rincian kedudukan hadits ini bisa dilihat dalam kitab Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah (1/25) dan kitab At-Tawassul mulai hal. 105, dst.. Kedua kitab tersebut karya Al-’Allaamah Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah, di mana beliau menghukumi hadits tersebut sebagai HADITS PALSU.
2⃣ Disebutkan pula dalam kitab tersebut, pada bab yang sama (Bab Fadhilah Adz Dzikr).
๐ง Hadits dari Anas radhiyallahu 'anhu bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam keadaan bersedih.
❌ Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya kepada-nya,
“Mengapa aku melihatmu bersedih?”
Ia menjawab, “Wahai Rasulullah, semalam aku berada di sisi anak pamanku, si fulan yang telah meninggal dunia.”
Maka Rasul bertanya,
“Apakah engkau mentalqinnya dengan Laa ilaaha illallah?”
Ia menjawab, “Telah kulakukan, wahai Rasulullah.”
Beliau bertanya,
“Ia mengucapkannya?”
Ia menjawab, “Ya.”
Beliau bersabda, “Telah wajib baginya surga.”
Abu Bakar bertanya lagi,
“Wahai Rasulullah, bagaimana jika orang yang masih hidup mengucapkan kalimat itu?”
Beliau bersabda, “Kalimat itu merontokkan dosa-dosa mereka. Kalimat itu merontokkan dosa-dosa mereka.”
๐ Hadits ini pun disebutkan TANPA diterjemahkan takhrijnya, padahal Al-Kandahlawi mengomentari hadits tersebut dengan mengatakan:
“Diriwayatkan Abu Ya’la, dalam sanadnya terdapat Za'idah bin Abi Raqqad, ditsiqahkan (dianggap terpercaya, red.) oleh Al-Qawariri, namun dilemahkan Al-Imam Al-Bukhari dan yang lainnya(*). Demikian yang terdapat dalam Majma’ Az-Zawa`id.” (Fadhilah Dzikr, hal.504)
๐ Perkataan ini tertulis dalam bahasa Arab, sehingga tidak pernah dibaca para pembacanya.
3⃣ Disebutkan pula pada bab yang sama (Bab. Fadhilah Adz Dikr hal. 507)
๐ง Hadits Abdullah bin Abi Aufa radhiyallahu 'anhu, dia berkata:
❌ Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
“Barangsiapa mengucapkan:
maka Allah akan menuliskan baginya 2.000.000 kebaikan.”
๐ Hadits ini diterjemahkan pula maknanya tanpa menerjemahkan komentarnya yang mengatakan: “Diriwayatkan At-Thabrani, demikian dalam At-Targhib dan Majma’ Az-Zawa`id. Dalam sanadnya terdapat seorang rawi bernama Faid Abul Warqa, ia ditinggalkan haditsnya (MATRUK).”
๐จ Dan hal yang seperti ini sangat banyak kita dapatkan dalam kitab ini.
☝Allahul musta'an
๐ฆ.......bersambung
〰〰〰
catatan kaki:
(*) Al-Imam Al-Bukhari tidak hanya melemahkannya, bahkan menghukuminya: munkarul hadits. Dan bila Al-Imam Al-Bukhari menghukumi seorang rawi dengan hukum ini, maka maksudnya adalah tidak dihalalkan mengambil riwayat dari perawi tersebut, sebagaimana yang telah diriwayatkan Ibnul Qaththan bahwa Al-Imam Al-Bukhari berkata: “Semua yang aku tetapkan sebagai munkarul hadits maka tidak halal mengambil riwayat darinya.” (Mizanul I’tidal, 1/119, tarjamah Aban bin Jabalah Al-Kufi)
------------------------------
๐WhatsApp Al-Manshurah Singaraja
____________________________
๐ฒTurut memublikasikan ⇲
۞ ู ุฌู ููููููููููููุนุฉ ุงูุงุณูููููููููููุชูุงู ุฉ ۞
0 komentar:
Posting Komentar