☑KITAB FADHAIL AMAL DALAM TIMBANGAN AS-SUNNAH
***********************
( Bagian - 1 )
⭕ Bagi yang mengenal Jamaah Tabligh, kelompok yang ‘berdakwah’ keliling dari masjid ke masjid, besar kemungkinan akan mengetahui Kitab Fadhail Al-Amal, buku wajib yang dipegangi dan dijadikan rujukan kelompok tersebut dalam ‘berdakwah’. Bagi para ‘pendakwah’ mereka ataupun orang-orang yang ‘berlatih dakwah’ bersamanya, kedudukan kitab itu di sisi mereka setara dengan Kitab Shahih (Bukhari dan Muslim).
❌ Membicarakan Fadhail Al-Amal, kitab yang ditulis Muhammad Zakaria Al-Kandahlawi, tentu tidak bisa dilepaskan dari pembahasan sebuah kelompok shufiyyah yang para pengikutnya kini semakin menjamur di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kelompok inilah yang dikenal dengan nama Jama'ah Tabligh. Adanya hubungan yang erat di antara keduanya, karena Jamaah Tabligh menjadikan kitab ini sebagai salah satu sandaran dalam mengamalkan rutinitas harian mereka, baik dibaca di beberapa waktu sehabis shalat fardhu atau menjadikannya sebagai ta’lim akhir malam sebelum tidur, tergantung kesempatan yang diberikan (yang dibutuhkan) masjid (rumah) setempat. Atau tergantung waktu yang memungkinkan bagi mereka untuk melakukannya secara rutin.
🔎 Hal ini menunjukkan demikian pentingnya peranan kitab ini dalam membentuk fikrah dan aqidah seorang tablighi (pengikut Jamaah Tabligh –red). Sebab, apa yang mereka dengarkan tentunya akan diupayakan untuk diwujudkan menjadi suatu amalan dalam berislam.
📃 Sehingga kami memandang perlu untuk menjelaskan kepada umat tentang kedudukan kitab ini, berdasarkan timbangan As-Sunnah dan memperingatkan mereka dari berbagai kesalahan dan penyimpangan yang terdapat dalam pembahasannya.
💡Secara umum, kitab ini banyak memuat hadits-hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang LEMAH, PALSU, BAHKAN TIDAK ADA ASALNYA, dan banyak penukilan perkataan kaum shufi yang jika seseorang meyakini hal tersebut, dapat menjerumuskannya kepada kesesatan dan penyimpangan.
Wal ‘iyadzu billah
🔖 Asy-Syaikh Hamud bin Abdullah At-Tuwaijiri rahimahullah berkata dalam kitabnya Al-Qaulul Baligh Fit-Tahdzir Min Jama’ah At-Tabligh (hal. 11-12):
🔥 “Kitab terpenting bagi orang yang menjadi tablighiyyin adalah kitab Tablighi Nishab (Fadha`il Al-A’mal), yang ditulis salah seorang pemimpin mereka bernama Muhammad Zakaria Al-Kandahlawi. Dan mereka memiliki perhatian demikian besar terhadap kitab ini dan mengagungkannya sebagaimana Ahlussunnah mengagungkan kitab Shahih (Bukhari dan Muslim), dan kitab-kitab hadits lainnya. Para tablighiyyin telah menjadikan kitab kecil ini sebagai sandaran dan referensi baik bagi orang India, maupun bangsa ‘ajam (non Arab) lainnya yang mengikuti ajaran mereka. Dalam kitab ini termuat berbagai kesyirikan, bid’ah khurafat, serta banyak sekali hadits hadits palsu dan lemah. Maka hakekatnya, ini merupakan kitab jahat, sesat, dan fitnah. Kaum tablighiyyin telah menjadikannya sebagai referensi untuk menyebarkan bid’ah dan kesesatannya, melariskan serta menghiasinya di hadapan kaum muslimin awam, sehingga mereka lebih sesat jalannya dari hewan ternak.”
📘 (Al-Qaulul Baligh, hal. 11-12)
Adapun secara rinci, maka pembahasan kami bagi menjadi beberapa sub bahasan.
☝Bi'idznillahi Ta'ala
🚦.......bersambung
〰〰〰
🔗WhatApp Al-Manshurah Singaraja
____________________________
📲Turut memublikasikan ⇲
۞ مجمـــــــــــوعة الاســـــــــــتقامة ۞
KITAB FADHAIL AMAL DALAM TIMBANGAN AS-SUNNAH
Labels:
manhaj
0 komentar:
Posting Komentar