KAJIAN FIQH: RUKUN, WAJIB, DAN SUNNAH DALAM SHOLAT (Bag ke-1)

Posted On // Leave a Comment
📝KAJIAN FIQH: RUKUN, WAJIB, DAN SUNNAH DALAM SHOLAT (Bag ke-1)

✅Apakah yang Dimaksud dengan Rukun, Kewajiban, dan Sunnah dalam Sholat?

💡Jawab:

Rukun adalah ucapan atau perbuatan dalam sholat yang harus dilakukan dan menentukan sah tidaknya shalat. Jika terlupa, maka sholatnya menjadi batal atau rokaatnya menjadi batal.

Kewajiban dalam sholat adalah ucapan dan perbuatan yang harus dilakukan. Jika ditinggalkan secara sengaja maka sholatnya batal, namun jika terlupa diganti dengan sujud sahwi.

Sunnah dalam sholat adalah ucapan dan perbuatan dalam sholat yang menyempurnakan sholat. Jika ditinggalkan tidak mengapa (tidak batal), namun melewatkan keutamaan.


Pembagian gerakan dan ucapan dalam sholat menjadi rukun, wajib, dan sunnah tersebut berdasarkan para Ulama Hanabilah dan Hanafiyyah. Sedangkan Ulama Syafiiyyah membaginya menjadi fardlu (kewajiban) dan sunnah sholat saja.

✅Apakah Dalil yang Menjadi Landasan Bahwa Suatu Perbuatan adalah Rukun, Kewajiban, atau Sunnah?

Jawab:

Dasar utama untuk menentukan rukun dan kewajiban dalam sholat adalah hadits tentang orang yang buruk sholatnya. Hal-hal yang disebutkan Nabi dalam hadits tersebut ada yang rukun dan ada yang merupakan kewajiban.

Jika ada hadits lain yang menunjukkan bahwa suatu sholat tidak sah tanpa perbuatan atau ucapan tertentu, maka hal itu tergolong rukun. Jika dalam hadits lain terdapat pula perintah Nabi terkait ucapan atau perbuatan untuk dilakukan dalam sholat, maka itu adalah kewajiban dalam sholat.

Selain dari itu, jika tidak masuk dalam rukun atau kewajiban, namun pernah dicontohkan oleh Nabi dalam sholat, maka itu adalah sunnah dalam sholat.

Hadits tentang orang yang buruk sholatnya adalah:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَدَخَلَ رَجُلٌ فَصَلَّى فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَدَّ وَقَالَ ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ فَرَجَعَ يُصَلِّي كَمَا صَلَّى ثُمَّ جَاءَ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ ثَلَاثًا فَقَالَ وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ مَا أُحْسِنُ غَيْرَهُ فَعَلِّمْنِي فَقَالَ إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلَاةِ فَكَبِّرْ ثُمَّ اقْرَأْ مَا تَيَسَّرَ مَعَكَ مِنْ الْقُرْآنِ ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْدِلَ قَائِمًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا وَافْعَلْ ذَلِكَ فِي صَلَاتِكَ كُلِّهَا

Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah shollallahu alaihi wasallam masuk ke masjid, kemudian seorang laki-laki masuk melakukan sholat. (Selesai sholat) laki-laki itu mengucapkan salam kepada Nabi, kemudian Nabi menjawab salamnya dan bersabda: Kembalilah (sholat) karena engkau belum sholat. Kemudian ia kembali sebagaimana sholat sebelumnya. Kemudian ia kembali (menghadap Nabi) dan mengucapkan salam kepada Nabi. Nabi bersabda: kembalilah sholat, karena engkau belum sholat. Demikian berlangsung 3 kali. Kemudian orang itu berkata: Demi (Allah) Yang mengutusmu dengan al-haq, aku tidak bisa sholat lebih baik dari itu. Ajarilah aku. Kemudian Nabi bersabda: Jika engkau berdiri untuk sholat, bertakbirlah. Kemudian bacalah yang mudah bagimu dari al-Quran. Kemudian ruku’lah hingga engkau thuma’ninah dalam ruku’. Kemudian bangkitlah dari ruku’ hingga engkau berdiri dengan sempurna. Kemudian sujudlah hingga engkau thuma’ninah dalam sujud. Kemudian bangkitlah (dari sujud) hingga engkau thuma’ninah dalam duduk. Lakukanlah hal itu dalam seluruh sholatmu (H.R al-Bukhari dan Muslim).

✅Apa Saja Rukun-rukun Sholat?

💡Jawab:

Rukun-rukun sholat ada 11, yaitu: (i) berdiri bagi yang mampu, (ii) takbiratul ihram, (iii) membaca alFatihah, (iv) gerakan ruku, (v) bangkit dari ruku hingga I’tidal, (vi) gerakan sujud, (vii) bangkit dari sujud hingga duduk di antara dua sujud, (viii) thuma’ninah (tenang, tidak tergesa-gesa) dalam mengerjakan gerakan-gerakan sholat, (ix) gerakan duduk dan ucapan tasyahhud akhir, (x) tertib (berurutan), (xi) gerakan dan ucapan salam.

(Abu Utsman Kharisman)

💡💡📝📝💡💡

WA al-I'tishom
____________________________
📲Turut memublikasikan ⇲
۞ مجمـــــــــــوعة الاســـــــــــتفادة ۞

0 komentar:

Posting Komentar