πŒπ„πŒππ„π‘πˆ π˜π€ππ† π“π„π‘ππ€πˆπŠ πŠπ„ππ€πƒπ€ π˜π€ππ† ππ€π‹πˆππ† πŒπ„πŒππ”π“π”π‡πŠπ€π

Posted On // Leave a Comment
πŒπ„πŒππ„π‘πˆ π˜π€ππ† π“π„π‘ππ€πˆπŠ πŠπ„ππ€πƒπ€ π˜π€ππ† ππ€π‹πˆππ† πŒπ„πŒππ”π“π”π‡πŠπ€π

Imam Malik rahimahullah berkata:

“Dahulu Thawus biasa membuat makanan yang lezat, lalu ia mengundang orang-orang miskin untuk menyantapnya.

Lalu ada yang berkata kepadanya: ‘Seandainya engkau mengundang para pembesar (tokoh-tokoh terpandang)!’

Ia menjawab: 

Ω„Ψ§ ، Ψ₯ِΩ†َّ Ω‡Ψ€Ω„Ψ§Ψ‘ Ω„Ψ§ ΨΉَΩ‡ْΨ―َ Ω„Ω‡Ω… Ψ¨Ω…Ψ«Ω„ Ω‡Ψ°Ψ§

‘Tidak. Sesungguhnya mereka ini (kaum miskin) tidak terbiasa mendapatkan makanan seperti ini.’

Imam Malik berkata: ‘Betapa indahnya perbuatan ini!’ dan beliau pun merasa kagum terhadap amalan tersebut.”

Sunan Ash-Shalihin karya Abu Al-Walid Al-Baji
____
πŸ›œ https://t.me/alistifadah


0 komentar:

Posting Komentar