🏡_BATASAN MENGIKUTI IMAM_🍃
••••••••••
🔐PERTANYAAN:_______
🔻 بسم الله الرحمن الرحيم
Afwan ustadz, ana mau menanyakan tentang kewajiban mengikuti imam sholat, apakah kita juga wajib mengikuti gerakan imam pada perkara-perkara yang merupakan perkara khilafiyah?
Contohnya masalah imam yang bersedekap ketika i'tidal, apakah kita harus bersedekap juga, padahal kita memilih pendapat yang irsal?
Demikian ustadz, jazakallahu khairan wa barakallahufiikum
°°°°°°°°°°
🔑JAWABAN:___________
🔻Ada perbedaan pendapat para Ulama tentang dalam hal apa Imam itu harus diikuti.
Syaikh al-Albaniy berpendapat bhw meski dlm masalah ijtihadiyah, makmum harus ikut imam. Sebagian penuntut ilmu menukil ucapan Syaikh al-Albaniy dlm salah satu muhadharahnya yg secara makna beliau menyatakan: Seandainya aku sholat di belakang Syaikh Bin Baz, niscaya aku akan bersedekap saat i'tidal.
Sedangkan Syaikh Ibn Utsaimin berpendapat bahwa makmum boleh saja berbeda dengan Imam untuk hal-hal ijtihadiyyah, dlm gerakan yg tdk menyebabkan makmum tertinggal atau tidak segera mengikuti Imam. Beliau mencontohkan dlm masalah duduk tasyahhud akhir dlm sholat dua rokaat. Makmum boleh saja tawarruk saat Imam iftirasy atau sebaliknya.
Wallaahu A'lam.
Sepertinya yang rajih adalah pendapat Syaikh Ibn Utsaimin. Wallaahu A'lam
Ada tambahan faidah, bahwa pendapat Syaikh Ibn Utsaimin tersebut sama dgn Syaikh Robi'.
Berikut ana posting tulisan terjemahan fatwa Syaikh Robi' dari WA Ahlussunnah Karawang.
💬 APABILA IMAM BERPENDAPAT SEDEKAP SETELAH RUKU', SEDANGKAN MAKMUM TIDAK, MAKA APAKAH WAJIB ATAS MAKMUM MENGIKUTI IMAM?
------------------------------
🎓 Fadhilatus Syaikh Robi' bin Hadi Al-Madkholi hafizhohulloh.
📞 Pertanyaan:
Apabila imam berpendapat bersedekap kedua tangan setelah ruku', sedangkan makmum tidak berpendapat demikian, maka apakah wajib atas makmum mengikuti imam?
🔏 Jawaban:
🌸 Aku tidak berpendapat demikian; dia mengikuti imam dalam hal ruku', dan dalam hal sujud, dan dalam perpindahan semuanya, tidak menyelisihinya dalam perbuatan-perbuatan imam, dan dalam gambaran ini apabila dia memiliki keyakinan maka jangan dia letakkan kedua tangannya di atas dadanya, tidak mesti demikian,
👉 Adapun tidak boleh mendahului imam maka maksudnya ialah jangan Anda mendahuluinya dalam ruku', dan tidak dalam sujud, dan tidak dalam bangkit:
«إنما جُعل الإمام ليؤتمّ به».
"Sesungguhnya imam diangkat hanyalah untuk diikuti".
💡 Contohnya imam seorang hanafi yang tidak berpendapat tawarruk sedangkan aku duduk tawarruk di dalam sholat ku, dia tidak menilai duduk tawarruk adalah sunnah sedangkan aku menilainya sunnah maka demikian halnya dengan mengangkat kedua tangan; dia tidak menilai mengangkat kedua tangan sedangkan aku berpendapat mengangkat maka aku angkat, karena Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda:
«صلوا كما رأيتموني أصلي »
"Sholat lah kalian sebagaimana kalian melihat aku sholat",
Dan aku tidak akan mendahuluinya di dalam rukun-rukun yang telah aku katakan kepada kalian.
📔 Fatawa Fiqhiyyah Mutanawwi'ah [Al-Halaqotul Uwla]
__✏ Alih Bahasa: Muhammad Sholehuddin Abu Abduh.
------------------------------
لفضيلة الشيخ الوالد العلامة / ربيع بن هادي بن عمير المدخلي حفظه الله تعالى
⬅ السؤال :
إذا كان الإمام يرى قبض اليدين بعد الركوع, والمأموم لا يرى ذلك, فهل على المأموم اتّباع الإمام ؟
⏪ الجواب :
لا أرى ذلك؛ يتابعه في الركوع, وفي السجود, وفي الانتقالات كلّها, لا يخالفه في الأفعال, وفي هذه الصورة إذا كان عنده قناعة فلا يضع يديه على صدره, لا يلزمه ذلك, أمّا عدم مسابقة الإمام فالمقصود بها, لا تسبقه في الركوع, ولا في السجود, ولا في النهوض "إنّما جُعل الإمام ليؤتمّ به".
مثلا الإمام حنفي لا يرى التورك فأنا أتورك في صلاتي, هو لا يرى التورك سنة وأنا أراه سنة, كذلك رفع اليدين؛ هو لا يرى رفع اليدين أما أنا فأرى الرفع فأرفع, لأن الرسول صلى الله عليه وسلم يقول: "صلوا كما رأيتموني أصلي", ولا أسبقه في الأركان التي قلتها لكم.
✅ المصدر :
[فتاوى فقهية متنوعة (الحلقة الأولى)]
▦◈▦◈▦◈▦◈▦◈▦◈▦◈▦◈▦◈▦◈▦◈▦◈▦◈▦
📲【••WALIS ⊙ WA Al-Istifadah••】
💻http://walis-net.blogspot.
0 komentar:
Posting Komentar