HARAMNYA TABARRUK (MENGAIS BERKAH) DENGAN PEPOHONAN DAN SEMISALNYA (Bag.1)

Posted On // Leave a Comment
HARAMNYA TABARRUK (MENGAIS BERKAH) DENGAN PEPOHONAN DAN SEMISALNYA (Bag.1)
-------------------------------

Dari Abi Waqid Al-Laitsi -rodhiallohu 'anhu- berkata: kami keluar bersama Rosululloh menuju (perang) Hunain dan kami baru saja meninggalkan kekafiran, dan kaum musyrikin memiliki sebuah pohon sidr (bidara) yang mereka ber-i'tikaf (berdiam diri dalam rangka ibadah, pent) di sekitarnya dan mereka menggantungkan senjata-senjata mereka di pohon tersebut yang diberi nama Dzatu Anwath, maka kamipun melintasi sebuah pohon sidr, maka kami katakan: wahai Rosululloh jadikan untuk kami Dzatu Anwath, sebagaimana mereka memiliki Dzatu Anwath maka Rosululloh bersabda:

اللّٰه أكبر إنها السنن قلتم والذي نفسي بيده، كما قالت بنو إسرائيل لموسى: اجعل لنا إلٰهاً كما لهم آلهة قال إنكم قوم تجهلون لتركبن سنن من كان قبلكم

"Allohu Akbar, sesungguhnya ia adalah prilaku (jalan hidup). Kalian telah mengatakan demi (Alloh) yang jiwaku berada di tangan-Nya, seperti yang dikatakan Bani Israel kepada Musa: jadikanlah untuk kami sesembahan sebagaimana mereka memiliki sesembahan, (Musa) mengatakan: sungguh kalian adalah kaum yang tidak mengerti. Sungguh kalian akan melakukan jalan hidup orang-orang sebelum kalian".


[HR. Ahmad, Tirmidzi, dan beliau menshahihkannya, dan Abdurrozzaq, dan Ibnu Jarir, Ibnul Mundzir, dan Ibnu Abi Hatim serta Thobroni, dengan semisalnya].

------------------------

🎓 Berkata Syaikh Robi' bin Hadi 'Umair Al-Madkholi hafizhohulloh:

MAKNA GLOBAL:

Adalah pada pasukan Rosululloh di dalam perang Hunain ada orang yang baru masuk ke dalam Islam dan belum kokoh kakinya di dalam Islam serta belum teguh dalam memahami dakwah Islamiyah dan memahami keyakinan-keyakinannya serta dasar-dasarnya karena begitu dekatnya masa orang tersebut dengan masa jahiliyah dan kesyirikan, maka ketika mereka melintasi suatu kaum dari kaum musyrikin yang sedang ber-i'tikaf di seputaran sebuah pohon dalam rangka tabarruk (mengais berkah) dengannya dan mengagungkannya maka manakala kaum muslimin yang masih baru tersebut melihat mereka berbuat ini hingga menyebabkan mereka meminta kepada Rosululloh agar beliau menjadikan bagi mereka sebuah pohon yang dapat mereka gunakan untuk menggantungkan senjata-senjata mereka dalam rangka ber-tabarruk dengannya bukan dalam rangka beribadah kepadanya -mereka mengira bahwa Islam membolehkan bentuk tabarruk ini dan mereka (mengira) dengan perbuatan semisal ini akan mendatangkan kemenangan atas musuh-musuh mereka.

Rosululloh pun tercengang dengan permintaan yang aneh dan mengherankan ini sehingga beliau mengucapkan sebuah ucapannya yang besar yang seharusnya dijadikan sebagai sebuah pelajaran bagi umatnya hingga hari kiamat:

{اللّٰه أكبر إنها السنن قلتم والذي نفسي بيده، كما قالت بنو إسرائيل لموسى: اجعل لنا إلٰهاً كما لهم آلهة قال إنكم قوم تجهلون}

"Allohu Akbar, sesungguhnya ia adalah prilaku (jalan hidup). Kalian telah mengatakan demi (Alloh) yang jiwaku berada di tangan-Nya, seperti yang dikatakan Bani Israel kepada Musa: jadikanlah untuk kami sesembahan sebagaimana mereka memiliki sesembahan, (Musa) mengatakan: sungguh kalian adalah kaum yang tidak mengerti."

Betapa pantasnya bagi kaum muslimin untuk menerima pelajaran ini dan betapa pantasnya para ulama secara khusus untuk berkata lantang dengan kalimat ini yang kuat lagi menggema di sisi orang awam dan semisal mereka orang-orang yang mereka ber-tabarruk dengan orang-orang yang masih hidup maupun yang sudah mati serta pepohonan dan bebatuan dimana mereka mengira bahwa (perbuatan) ini berasal dari Islam, dan dihiasi bagi mereka hal itu oleh orang-orang yang tidak memiliki rasa takut kepada Alloh dan tidak berharap kepada Alloh dan hari akhirat dari para budak harta dan kedudukan serta memanfaatkan perasaan-perasaan orang-orang jahil dan tidak tahu sehingga dia mengokohkan mereka di atas kebatilan dan menghantarkan mereka kepada memerangi Al-Haq dan Tauhid.

In Syaa Allah bersambung ...


📑 Sumber:
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=146089

✒ Alih Bahasa:
Al-Ustadz Muhammad Sholehuddin Abu 'Abduh حفظه الله

📚 WA Salafy Kendari 📡
____________________________
📲Turut memublikasikan ⇲
۞ مجمـــــــــــوعة الاســـــــــــتفادة ۞

0 komentar:

Posting Komentar