Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:
لَا يَجْتَمِعُ الْإِخْلَاصُ فِي الْقَلْبِ وَمَحَبَّةُ الْمَدْحِ وَالثَّنَاءِ وَالطَّمَعُ فِيمَا عِنْدَ النَّاسِ، إِلَّا كَمَا يَجْتَمِعُ الْمَاءُ وَالنَّارُ، وَالضَّبُّ وَالْحُوتُ. فَإِذَا حَدَّثَتْكَ نَفْسُكَ بِطَلَبِ الْإِخْلَاصِ، فَأَقْبِلْ عَلَى الطَّمَعِ أَوَّلًا فَاذْبَحْهُ بِسِكِّينِ الْيَأْسِ، وَأَقْبِلْ عَلَى الْمَدْحِ وَالثَّنَاءِ فَازْهَدْ فِيهِمَا زُهْدَ عُشَّاقِ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ؛ فَإِذَا اسْتَقَامَ لَكَ ذَبْحُ الطَّمَعِ وَالزُّهْدُ فِي الثَّنَاءِ وَالْمَدْحِ، سَهُلَ عَلَيْكَ الْإِخْلَاصُ.
Keikhlasan tidak akan berkumpul dalam hati bersama kecintaan kepada pujian dan sanjungan, serta keinginan terhadap apa yang ada pada manusia. Keduanya tidak akan bisa bersatu, sebagaimana air dan api tidak mungkin berkumpul, dan dhab (sejenis biawak gurun) dengan ikan.
Jika jiwamu mengajakmu untuk mencari keikhlasan, maka mulailah dengan membunuh keinginanmu terhadap apa yang ada di tangan manusia. Sembelihlah keinginan itu dengan pisau rasa tidak berharap kepada mereka.
Setelah itu, hadapilah pujian dan sanjungan. Belajarlah untuk tidak mengharapkannya dan tidak bergantung kepadanya, sebagaimana para pecinta dunia bersikap zuhud terhadap akhirat.
Jika engkau telah berhasil membunuh keinginan untuk mendapatkan sesuatu dari manusia, dan telah mampu bersikap zuhud terhadap pujian serta sanjungan mereka, maka keikhlasan akan menjadi lebih mudah bagimu.
Al-Fawa’id, hlm. 219.
____
🛜 https://t.me/alistifadah
0 komentar:
Posting Komentar