Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullah berkata:
Ψ§ΩΨ°ّΩ Ψ£ΩΨ΅َΨ Ψ¨ِΩ ΩَΩΨ³ِΩ ΩΩُΩ Ψ£ΨَΨ― : Ψ£Ωْ ΩَΨ΄ΨΊَΩ ΩΩΨ³َΩُ Ψ¨Ψ§ΩΨΉِΩΩ
، ΩΩُΩ
ΩΩ
ُ Ψ§ΩΨ―ُّΩΩΨ§ ΩΩΨ³ ΩَΩΨ§ ΩِΩΨ§ΩَΨ©، ΩΨ₯ΩَّΨ§ΩُΩ
Ψ£Ω ΨͺَΨ΄ΨͺΨΊِΩΩΨ§ Ψ¨Ω
َΨ΄Ψ§ΩِΩ Ψ§ΩΨَΩΨ§Ψ©، ΩَΩ Ψ§Ψ΄ْΨͺΨΊَΩΩَΨ§ Ψ¨ِΩΨ§ ΩَΩ
Ψ§ Ψ§Ψ³ΨͺَΨ·ΨΉْΩΨ§ Ψ£Ωْ ΩَΨ·ΩُΨ¨ ΨΉِΩΩ
ًΨ§
“Nasihat yang aku tujukan untuk diriku sendiri dan untuk semua orang adalah:
Hendaknya seseorang menyibukkan dirinya dengan ilmu.
Karena urusan dan kegelisahan dunia itu tidak ada habisnya.
Jangan sampai kalian terlalu sibuk dengan berbagai masalah kehidupan.
Sebab kalau kita terus larut mengurusinya, bisa jadi kita tidak akan sempat menuntut ilmu.”
Al-Basya’ir fis-Sama‘ Al-Mubasyir hlm. 21
____
π https://t.me/alistifadah
0 komentar:
Posting Komentar