Syaikh Ubaid Al Jabiri rahimahullah berkata:
Di antara bentuk takhdzîl (sikap melemahkan manhaj) adalah engkau mendapati banyak orang memiliki karya-karya tulis berisi syarah terhadap kitab-kitab Ahlussunnah, namun engkau tidak melihat mereka benar-benar menghantam dan meruntuhkan manhaj yang rusak.
Mereka hanya menetapkan sunnah dan berbicara tentang sunnah. Padahal sunnah tidak berhenti sampai di situ
Ahlussunnah itu benar-benar menjelaskan sunnah dan mendidik manusia di atasnya, dimulai dari tauhid, kemudian cabang-cabangnya dalam ibadah, muamalah, dan akhlak.
Mereka juga memperingatkan dari segala yang menyelisihi sunnah, dimulai dari kesyirikan dan seterusnya.
Dalam Musnad Ahmad dan Shahih Muslim, dari Abdullah bin ‘Amr bin Al Ash radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:
لم يكن نبيٍّ قبلي إلا كان حقًّا عليه أن يدلّ أمته على خير ما يعلمه لهم، وأن ينذرهم شرّ ما يعلمه لهم
“Tidak ada seorang nabi pun sebelumku kecuali wajib atasnya untuk menunjukkan umatnya kepada kebaikan yang ia ketahui bagi mereka, dan memperingatkan mereka dari keburukan yang ia ketahui bagi mereka.”
Maka orang-orang ini memang menunjukkan kebaikan, namun mereka tidak menunaikan sisi tahdzir (peringatan).
Kalaupun mereka memperingatkan dari bid’ah, maka itu hanya secara global. Adapun secara rinci, mereka tidak memperingatkan darinya, mereka justru diam terhadapnya.
Keadaan ini menyebabkan sebagian Salafiyyin yang sebelumnya bersama kita menjadi berpaling.
Mereka meninggalkan para ikhwan dan para syaikh yang dahulu mendidik mereka, padahal mereka tidaklah mengenal sunnah kecuali melalui jalan para syaikh tersebut.
____
🛜 https://t.me/alistifadah
0 komentar:
Posting Komentar