Berkata al-‘Allamah Ubaid bin Abdullah al-Jabiri rahimahullah Ta'ala:
“Ketiga: orang yang menjadikan loyalitas dan permusuhan (wala’ dan bara’) berputar pada sosok yang telah dibantah (dikritik) —yakni ia membela orang tersebut dan memusuhi orang yang mengkritiknya. Ia membenci para pembantah itu, menyebarkan keburukan mereka, membuat makar terhadap mereka, serta memperingatkan manusia dari mereka— maka orang seperti ini termasuk dalam ucapan Ibnu Taimiyah rahimahullah Ta'ala:
‘Barang siapa menjadikan seseorang sebagai poros, sehingga ia berloyalitas dan bermusuhan karena orang itu, maka ia termasuk orang-orang yang memecah belah agama mereka dan menjadi kelompok-kelompok (berpecah belah).’
Ini adalah lafaz tersebut atau maknanya.
Maka dalam istilah ini —yakni menurut istilah pada zaman kita sekarang dan dalam pemahaman kita— orang tersebut tergolong hizbi (fanatik kelompok).
Ia telah berkelompok bersama orang-orang yang dibantah itu, sehingga akhirnya ia menjadikan loyalitas dan permusuhan terikat pada mereka.”
Ringkasan Pelajaran dari Surah Al-‘Ashr, hlm. 27
____
π https://t.me/alistifadah
https://t.me/c/3517329249/59
0 komentar:
Posting Komentar