Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:
ΩΩΩΩ
Ψ§ Ψ§Ψ΄ΨͺΨ―Ψͺ Ψ§ΩΩΨ±Ψ¨Ψ©، ΩΨ§Ψ΄ΨͺΨ― ΨͺΨΉΩΩΩ Ψ¨Ψ§ΩΩΩ ΨΉΨ² ΩΨ¬Ω ΩُΨ±Ψ¬Ψͺ، ΩΨ£Ω
Ψ§ Ψ₯Ψ°Ψ§ Ψ§Ψ΄ΨͺΨ―Ψͺ Ψ§ΩΩΨ±Ψ¨Ψ© ΩΨ¬ΨΉΩΨͺ ΨͺΩΩΨ±، Ψ£ΩΩ Ψ£Ψ°ΩΨ¨؟! Ψ₯ΩΩ ΩΨ°Ψ§، Ψ₯ΩΩ ΩΩΨ§Ω، Ψ₯ΩΩ ΩΩΨ§Ω! ΩΨ₯ΩΩ ΨͺΩΩΩ Ψ₯ΩΩΩ، Ψ£Ω
Ψ§ Ψ₯Ψ°Ψ§ ΩΩΨͺ ΨͺΩΨ²ΨΉ Ψ₯ΩΩ Ψ§ΩΩΩ، ΩΨ§ΨΉΩΩ
Ψ£Ω Ψ§ΩΩΨ±Ψ¬ ΩΨ±ΩΨ¨
“Setiap kali kesusahan itu semakin berat, dan semakin kuat pula ketergantunganmu kepada Allah ‘azza wa jalla, maka akan diberikan jalan keluar.
Adapun jika kesusahan semakin berat, lalu engkau mulai berpikir: ‘Ke mana aku harus pergi? Ke si fulan? Ke si fulan?’ maka engkau akan diserahkan kepada mereka.
Namun jika engkau bersegera kembali dan berlindung kepada Allah, maka ketahuilah bahwa pertolongan itu dekat.”
Syarah Shahih Muslim (1/510)
____
π https://t.me/alistifadah
0 komentar:
Posting Komentar