Berkata Fadhilah al-Imam al-‘Allamah Rabi’ bin Hadi al-Madkhali rahimahullah:
فالآن يجب على من ينتهج المنهج السلفي: أن يربأ بنفسه عن سلوك هذه المذاهب الفاسدة، التعصب الأعمى التعصب الجاهلي و رد الحق من أجل فلان و فلان، و الله لو كان من كبار العلماء و من كبار أئمة السنة و أخطأ لما يجوز لك أن ترد الحق, كيف بالجهلاء و المعروفين بالكذب و المعروفين بالفتن, كيف تقف إلى جانبهم؟ هذا ما لا يليق بمسلم فضلا عن السلفي, و ما معنى الدعوة السلفية إذا كنت تتعصب بالجهل و الهوى ؟ما معنى هذا ؟
“Maka sekarang wajib bagi siapa saja yang menempuh manhaj Salafi:
Agar ia menjaga dirinya dari menempuh jalan-jalan yang rusak ini; yaitu fanatisme buta, fanatisme jahiliyah, dan menolak kebenaran hanya karena si fulan dan si fulan.
Demi Allah, seandainya yang berbicara itu termasuk ulama besar, termasuk imam-imam Ahlus Sunnah, lalu ia keliru, maka tidak boleh bagimu menolak kebenaran.
Lalu bagaimana lagi jika itu datang dari orang-orang jahil, yang dikenal suka berdusta dan dikenal sebagai pembawa fitnah, bagaimana mungkin engkau justru berdiri di pihak mereka?
Ini tidak pantas bagi seorang Muslim, terlebih lagi bagi seorang Salafi.
Apa makna dakwah Salafiyah jika engkau masih bersikap fanatik karena kebodohan dan mengikuti hawa nafsu? Apa arti semua itu?
(Wasiat untuk para penuntut ilmu Salafi)
____
🛜 https://t.me/alistifadah
https://t.me/fawaz_almdkhli/83
0 komentar:
Posting Komentar