Al-‘Allamah Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata:
ููููุง ู
ุณุฃูุฉ: ูู ُูุคุงุฎุฐ ุงูุฅูุณุงู ุจุงูุธู ุงูุณูุฆ ุจุบูุฑู ؟
ูุงูุฌูุงุจ ุฃู ูููู: ูุฐุง ุงูุนู
ู ูุง ูุฌูุฒ ุฅูุง ุฅุฐุง ُูุฌِุฏَุช ูุฑุงุฆู؛ ูููุฐุง ูุงู ุงููู ุนَุฒََّูุฌََّู ูู ุงููุฑุขู: ุฅَِّู ุจَุนْุถَ ุงูุธَِّّู ุฅุซู
﴾ [ุงูุญุฌุฑุงุช: ูกูข] ููู
ููู: ุฅู ููู، ุฃู ุฅู ุงูุธู ุฅุซู
؛ ูุฃู ุจุนุถ ุงูุธู ูุง ูููู ุฅุซู
ุง
Di sini ada satu pembahasan: Apakah seseorang akan dihukumi (berdosa) karena berprasangka buruk terhadap orang lain?
Jawabannya:
Kita katakan bahwa perbuatan ini tidak boleh, kecuali jika ada tanda-tanda atau bukti yang mendukung. Oleh karena itu, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman dalam Al-Qur’an:
ุจَุนْุถَ ุงูุธَِّّู ุฅุซู
“Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa” (Al-Hujurat: 12)
Dan Allah tidak mengatakan: “Sesungguhnya semua prasangka itu dosa” atau “prasangka itu dosa” secara mutlak.
Ini karena sebagian prasangka tidak termasuk dosa.
Ta‘liq atas Shahih Al-Bukhari, 6/554
____
๐ https://t.me/alistifadah
0 komentar:
Posting Komentar