𝐊𝐄𝐁𝐄𝐑𝐔𝐍𝐓𝐔𝐍𝐆𝐀𝐍 𝐉𝐈𝐖𝐀 𝐃𝐀𝐍 𝐊𝐄𝐇𝐀𝐍𝐂𝐔𝐑𝐀𝐍𝐍𝐘𝐀 𝐃𝐈 𝐉𝐀𝐋𝐀𝐍 𝐈𝐋𝐌𝐔

Posted On // Leave a Comment
𝐊𝐄𝐁𝐄𝐑𝐔𝐍𝐓𝐔𝐍𝐆𝐀𝐍 𝐉𝐈𝐖𝐀 𝐃𝐀𝐍 𝐊𝐄𝐇𝐀𝐍𝐂𝐔𝐑𝐀𝐍𝐍𝐘𝐀 𝐃𝐈 𝐉𝐀𝐋𝐀𝐍 𝐈𝐋𝐌𝐔

Imam Adz-Dzahabi rahimahullah berkata:

«فمن طلب العلم للعمل كسره العلم ، وبكى على نفسه، ومن طلب العلم للمدارس والافتاء والفخر والرياء، تحامق، واختال، وازدری بالناس، وأهلكه العجب، ومقتته الأنفس قد أفلح من زكيْهَا وَقَدْ خَابَ مَن دسيها أي: دسسها بالفجور والمعصية».

“Barang siapa menuntut ilmu untuk diamalkan, maka ilmu itu akan melembutkannya, membuatnya merendahkan diri, dan menangisi kekurangan dirinya sendiri.

Namun barang siapa menuntut ilmu demi gelar, popularitas, berdebat di majelis, berfatwa demi kebanggaan, dan pamer, maka ia justru menjadi bodoh dalam sikap, sombong, meremehkan manusia, lalu binasa karena rasa ujub. Manusia pun membencinya.

Allah berfirman: 

{قد أفلح من زكيْهَا وَقَدْ خَابَ مَن دسيها}

"Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh merugi orang yang mengotorinya", 

Yakni: mengotorinya dengan kefajiran dan kemaksiatan.”

Siyar A‘lamin Nubala’, 18/192
____
🛜 https://t.me/alistifadah



0 komentar:

Posting Komentar