Parodi Rodja Bag.16: Ulama Tidak Ma’ruf Menghancurleburkan Taring-Taring Muwazanah Sururiyah Ikhwaniyah Syaikh Firanda Yang Terkenal
(Bantahan Ahlul Bathil Terhadap Ahlul Bathil Lainnya Tidak Berarti Mereka Di Atas Kebenaran)
Telah sejak awal edisi Parodi Rodja, bukti-bukti kejahatan dan permusuhan Firanda terhadap ulama Ahlussunnah yang gigih dalam menghadang kejahatan hizbiyyun Halabiyun telah kita tampilkan yakni dengan triknya dalam mengunder-estimatekan para ulama yang dia incar sebagai ulamanya Jama’ah Tahdzir dan sebagai orang-orang yang tidak ma’ruf/terkenal.
Gambar 1. Screenshot trik Firanda dalam melecehkan ulama Ahlussunnah yang terkenal kegigihan nya dalam membela dan membentengi umat dari bahaya hizbiyyah
Dan sungguh cara Halabiyun ini dalam memperlakukan para ulama yang memiliki ketegasan sikap terhadap Hizbiyun serupa dengan Halabiyun lainnya, sebagaimana ucapan Abdullah Taslim:
“Pada waktu itu malam hari, Ustadz Muhammad Nur Ihsan yang dari Riau beliau yang pertama kali dihubungi oleh syaikh Abdullah al Bukhari yang beliau adalah salah seorang Masyaikh Ahlussunnah di Madinah yang mengajar di Jami’ah Islamiyah, seorang doktor yang ana beritahukan kepada antum bahwa rata-rata masyaikh yang datang kesini yang dibawa ikhwan-ikhwan kita yang mendatangkan di sini rata-rata kalau di Madinah mereka termasuk syaikh yang biasa-biasa. Artinya kalau di Indonesia memang mereka paling pinter kalau di Indonesia, kalau di sana yang seperti itu Masyaikh Ahlussunnah yang lainnya banyak yang jelas mereka tidak seterkenal dan tidak se.. lebih diakui dibandingkan Syaikh Ibrahim Ruhaili, Syaikh Abdurrozaq dan para masyaikh lainnya yang mereka itu ngajar di Masjid Nabawi. Sedangkan masyaikh-masyaikh tersebut bukan termasuk yang ngajar di masjid Nabawi,..”
Na’am tentu masyaikh tersebut tidaklah seterkenal Syaikh Firanda yang ngajar di masjid Nabawi!
Nah bagaimana jika kita melihat lagi bukti kengototan Syaikh Halabiyun Firanda yang terkenal (karena ngajar di Masjid Nabawi) dalam menegakkan prinsip bathil Muwazanah Sururiyahnya ketika mengAhlussunnahkan gembong internasional Ihwanul Muslimin yang untuk menguatkan pondasi prinsip sesatnya tersebut dalam menipu daya umat diapun menyokongnya dengan pembeberan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan oleh Al Arify Al Ikhwany:
Gambar 2. Screenshot Manhaj Mutasyaddid dalam Menta’dil. Sururi kelas kakap sedang membela dan membeber kebaikan Ikhwani kelas kakap
Dan sekarang simaklah bagaimana Syaikh yang tidak ma’ruf (bagi Firanda) Ahmad Bazmul menghancurleburkan kebatilan Muwazanah Sururiyah yang berupaya keras ditancapkan oleh Syaikh terkenal Halabiyun Firanda untuk mengelabui dan menipu daya serta menyesatkan umat agar tampak pada gambaran manusia bahwa Al Arify Al Ikhwany memiliki kebaikan yang banyak sehingga umat berpaling dari kejahatan provokator hizby tersebut. Sungguh “ketidakterkenalan” beliau bukanlah halangan bagi Ahlussunnah untuk menerima bukti kebatilan dan kesesatan manhaj Firanda. Walhamdulillah
atau silahkan download di sini
Asy-Syaikh Ahmad Bazmul hafizhahullah berkata:
“Engkau terkadang menjumpai ahlul bathil sebagian mereka membantah yang lain, jadi bantahan sebagian mereka terhadap sebagian yang lainnya tidak berarti pihak yang membantah di atas kebenaran, tidak demikian. Oleh karena itulah terkadang sebagian Salafiyun tertipu dengan sebagian orang-orang yang menyelisihi dan menentang kebenaran jika misalnya mereka membantah orang-orang yang menyimpang lainnya. Misalnya jika melihat mereka membantah Abdurrahman Abdul Khaliq dan membantah Al-Ma’riby maka dia menganggap mereka sebagai Salafiyun, tidak demikian. Al-Barbahary rahimahullah berkata: ‘Seseorang tidak disifati sebagai seorang sunni hingga padanya terkumpul prinsip-prinsip pokok As-Sunnah.’
Ini merupakan perkara yang penting dan perlu diperhatikan dengan baik. Demikian juga dia mendapati sebagian mereka membantah Takfiriyun (orang-orang yang suka mengkafirkan pemerintah dan pelaku dosa besar –pent) yang suka melakukan demonstrasi dan revolusi. Dia benar di dalam membantah, tetapi (semata-mata dengan hal itu –pent) tidak berarti dia termasuk ahlul haqq.”
Jika demikian halnya lalu bagaimana dengan Al Arify yang jelas-jelas Ikhwany, memuji Takfiriyun, telah berba’iat kepada Mursyidul ‘Mmm Ikhwanul Muslimin dan berbagai bukti kejahatannya yang telah dibantah oleh para ulama lalu datang Syaikh Firanda (dalam keadaan dia mengaku telah mengetahui kesalahan-kesalahannya!!!) – yang terkenal dengan pembelaannya terhadap Jum’iyyah Ihya’ut Turats – tetap bersikukuh mengAhlussunnahkannya dan menguatkannya dengan contoh kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan oleh gembong Ikhwanul Muslimin tersebut? Bukankah ini selayaknya disebut sebagai bukti kelembutan (baca: ghuluw sesatnya) manhaj dakwah ekstrim Muwazanah Sururiyun dalam Menta’dil (baca: melindungi dan membela orang-orang sesat lagi menyimpang)?
Dan telah kami paparkan pula buktinya pada Parodi Rodja bagian 1 bagaimana ghuluw dan serampangannya orang ini dalam Mentahdzir sampaipun Imamul Haramain yang telah bertaubat dan berlepas diri serta meninggalkan keyakinan menyimpangnya tetapi oleh Syaikh terkenal Halabiyun Firanda tetap kukuh dijarh dan ditahdzir sebagai Ahlul Bid’ah dalam keadaan kelompoknya sendiri mempersaksikan kisah taubat beliau rahimahullah.
Gambar 3. Manhaj Mutasyaddid-Serampangan Syaikh Firanda dalam Mentahdzir
Dan lihatlah ya Ikhwah keanehan dan jungkirbaliknya prinsip Muwazanah Sururiyah (menyebutkan kebaikan-kebaikannya) yang didengung-dengungkan mereka ini, prinsip tersebut mereka terapkan untuk melindungi dan membela para dedengkot dan penyeru kesesatannya, adapun terhadap para ulama Ahlussunnah yang gigih membentengi umat dari kehizbiyahan mereka maka bagiannya adalah dilecehkan, ditahdzir dan dijarh tanpa menyebutkan kebaikan-kebaikannya!! Sungguh ini adalah jual beli yang curang lagi jelek.
Maka dimanakah kesamaan manhaj Mutasyaddid Jarh wat Ta’dil Halabiyun ini dengan manhaj Ahlussunnah?
http://tukpencarialhaq.com/2013/11/14/parodi-rodja-bag-16-ulama-tidak-maruf-menghancurleburkan-taring-taring-muwazanah-sururiyah-ikhwaniyah-syaikh-firanda-yang-terkenal/
0 komentar:
Posting Komentar