🍎🍏🍋🍑🍊🍈
●●Tanya Jawab Manhajiyah●●
🔏⚽Pertanyaan : wahai Syaikh yg mulia, seseorang jatuh dalam beberapa bentuk bid'ah, baik dalam karya karyanya maupun pernyataan-pernyataannya.
Apakah untuk menyebutkan nama orang tersebut atau yang lainnya dari kalangan ahlul bid'ah disyariatkan adanya upaya penegakan hujjah terlebih dahulu❓
🔐🎾 Jawab [ asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin] :
💐🍂"...... jika orang tersebut masih hidup dan umat banyak mengambil (faham² bid'ah) darinya, dan dia adalah seorang da'i, MAKA HARUS DISEBUTKAN NAMANYA.
🏀Kalau dia bukan tergolong da'i, dan umat tidak mengambil faham ² bid'ah darinya maka TIDAK disebut namanya. Cukup dengan menyebutkan pendapatnya yang ia tersesat padanya, dan kita jelaskan bahwa itu adalah kesesatan. Sebagaimana aku katakan tadi, bahwa menyebutkan dengan penyebutan secara umum lebih baik daripada penyebutan namanya secara langsung.
⚾Namun apabila anda mendengar bahwa orang tersebut masih hidup dan anda melihat umat berdatangan kepadanya serta mengambil faham ² bid'ah darinya MAKA KITA KATAKAN WAJIB UNTUK MENYEBUTKAN NAMANYA SECARA LANGSUNG.
🏈Begitu pula jika orang tersebut memiliki karya² yang mengandung faham ² bid'ah maka WAJIB UNTUK MEMBERIKAN TAHDZIR (PERINGATAN KERAS) TERHADAP BID'AH²nya tersebut.
~~~~~~●●«○»●●~~~~~~
📚MENEBAR DUSTA MEMBELA TERORIS KHAWARIJ 1/103, Al-Ustadz Luqman Ba'abduh hafizhahullah
📡SAS
✆ WA Al Istiqomah ※ WALIS ✆
✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧
🛅➠http://walis-net.blogspot.
0 komentar:
Posting Komentar