JAWABLAH (!!) Apakah Para Ulama Atjeh Yang Mengumandangkan Perang Sabil Melawan Penjajah Belanda Adalah PARA ULAMA WAHABI??
JAWABLAH (!!) APAKAH PARA ULAMA ATJEH YANG MENGUMANDANGKAN PERANG SABIL MELAWAN PENJAJAH BELANDA ADALAH PARA ULAMA WAHABI??
(SEKEPING SEJARAH MAKLUMAT BERSAMA ULAMA SERAMBI MEKAH TERUNTUK PEMBENCI DAKWAH TAUHID)
Berikut ini salinan dokumen maklumat bersama para ulama SERAMBI MEKAH yang mengumandangkan perjuangan suci Perang Sabil, jihad fi sabilillah melawan penjajah Belanda:
Dan berikut ini adalah salinan dokumen maklumat bersama ulama Atjeh tatkala berjuang menjaga kemurnian syariat Islam dari kebid’ahan dan praktek-praktek menyimpang yang diatasnamakan kepada Islam:
Copy salinan Maklumat Bersama yang beredar saat ini:
Itulah gambaran riil dari salinan dokumen sejarah Maklumat Bersama para ulama Actjeh yang mengumandangkan Perang Sabil melawan penjajah Belanda dan mengumandangkan pula perang melawan Bid’ah dan keyakinan-keyakinan yang bisa merusak keTauhidan kaum muslimin.
Pertanyaannya:
Dengan bukti itu semua apakah mereka akan tetap berupaya menipu dan menutup-nutupi sejarah perjuangan Ulama Atjeh dan menggelari para ulama tersebut sebagai WAHABI (untuk mewujudkan kebencian mereka terhadap dakwah Tauhid dan pemerintah negeri Saudi sebagaimana juga kebencian yang sama yang diteriakkkan oleh jaringan Takfiri Irhabi ISIS, Al Qaidah, NII – Ba’asyiriyun) seperti teriakan para Takfiri Syiah PengKafir Shahabat Nabi Muhammmad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan yang semodel budaya beragamanya dengan mereka?!?
JAS MERAH, JAngan Sekali-kali MEnipu sejaRAH.
====
Berikut salinan isi maklumat bersama para ulama SERAMBI MEKAH:
Maklumat – Bersama
Kami Ulama2 Atjeh, Pengurus2 Agama, Hakim2 Agama dan Pemimpin2 Sekolah Islam Keresidenan Atjeh, dalam Konperensi Djabatan Agama Keresidenan Atjeh jang berlangsung mulai tgl. 20-24 Maret 1948 di Kutaradja.
MEMPERHATIKAN
Bahwa hal – hal jang tersebut di bawah ini jaitu :
1. Kenduri kematian ( kenduri pada hari kematian, kenduri djirat, kenduri seperti seunudjoh dan sebagainya.
2. Kenduri Maulid seperti jang makrup dan banyak dikerdjakan dizaman lampau.
3. Kenduri pada perkuburan ( seperti pada perkuburan Tgk. Di Andjuong, Potjut Samalanga, Potjut Dibarat dan sebagainya, kenduri ditepi Laut, dibawah djurung di bawah pohon-pohon jang besar dihutan dan sebagainya), jang menurut anggapan penduduk untuk melepaskan nazar dan tulak bala.
4. Memberi sedekah pada hari kematian ( sedekah waktu majat diturunkan dari rumah, setelah sembahjang Djenadjah, pada perkuburan dan sebagainya).
5. Mengawal Perkuburan seperti jang berlaku dan banjak dikerdjakan dizaman jang lampau.
6. Bang ( adzan,-ed. ) waktu memasukkan majat kedalam kubur.
7. Membina perkuburan ( membuat tembok sekeliling kubur, membuat sesuatu bina diatas kubur).
8. Ratib salik dan ratib di perkuburan, seperti jang berlaku dan banjak dikerdjakan dizaman jang lampau.
9. Membaca Qur’an di rumah orang mati seperti adat jang telah berlaku, begitu djuga diperkuburan telah menjadi adat jang menurut anggapan penduduk tidak boleh ditinggalkan, karena disangka termasuk dalam Agama padahal tidak.
MENGETAHUI
Bahwa didalam Agama tidak ada satu alasan atau dalil dari Kitab Allah, Sunnah Rasulullah, Idjma’ Ulama dan Kias jang menunjukkan bahwa pekerdjaan – pekerdjaan itu disuruh atau sekurang kurangnya diizinkan mengerdjakan.
MENIMBANG
Bahwa hal2 tersebut :
a. Sebahagiannja merusakkan tekad ketauhidan kaum Muslimin.
b. Sebahagiannja melemahkan semangat beribadat.
c. Sebahagiannja membawa kepada membuang harta pada bukan tempatnya ( tabzir ) jang dilarang oleh Agama.
d. Umumnya mentjemarkan nama Islam dan kaum Muslimin dimata Dunia.
a. Sebahagiannja merusakkan tekad ketauhidan kaum Muslimin.
b. Sebahagiannja melemahkan semangat beribadat.
c. Sebahagiannja membawa kepada membuang harta pada bukan tempatnya ( tabzir ) jang dilarang oleh Agama.
d. Umumnya mentjemarkan nama Islam dan kaum Muslimin dimata Dunia.
MEMUTUSKAN
1. Pekerdjaan-pekerdjaan tersebut tidak diizinkan oleh Agama mengerdjakannya.
2. Setjepat mungkin pekerdjaan – pekerdjaan itu musti ditinggalkan.
2. Setjepat mungkin pekerdjaan – pekerdjaan itu musti ditinggalkan.
Demikian supaya seluruh masjarakat kaum Muslimin mendapat maklum dan mengamalkan keputusan ini.
Kutaradja, 5 Mei 1948
Atas nama : Ulama – Ulama seluruh Atjeh.
Atas nama : Ulama – Ulama seluruh Atjeh.
d.t.t.o.
( TGK. M. DAUD BEUREUEH )
Atas Nama :
Pengurus2 Agama Seluruh Atjeh.
Kepala Djabatan Agama bhg Islam.
d.t.t.o.
Pengurus2 Agama Seluruh Atjeh.
Kepala Djabatan Agama bhg Islam.
d.t.t.o.
( TGK. ABDURRAHMAN )
Atas nama Hakim – Hakim Agama Seluruh Atjeh.
Kepala Mahkamah Sjar’ijah Kres. Atjeh.
d.t.t.o.
Kepala Mahkamah Sjar’ijah Kres. Atjeh.
d.t.t.o.
( Tgk. H. Ahmad Hasballah Indrapuri )
Atas Nama : Pemimpin2 Sekolah Islam.
Pemimpin Sekolah Islam Kab. Atjeh Besar.
d.t.t.o.
Pemimpin Sekolah Islam Kab. Atjeh Besar.
d.t.t.o.
( IBRAHIM AMIN )
Diketahui dan disetudjui oleh
Wkl. Kepala Pedjabat Agama Kres. Atjeh
d.t.t.o.
Wkl. Kepala Pedjabat Agama Kres. Atjeh
d.t.t.o.
( TGK. M. NOER el IBRAHIMI )
Disalin kembali oleh
Kepala Kantor Urusan Agama
Ketjamatan Bukit/Nosar Takengon.
d.t.t.o.
Kepala Kantor Urusan Agama
Ketjamatan Bukit/Nosar Takengon.
d.t.t.o.
( ABD DJALIL B.H )
http://tukpencarialhaq.com/2015/06/25/jawablah-apakah-para-ulama-atjeh-yang-mengumandangkan-perang-sabil-melawan-penjajah-belanda-adalah-para-ulama-wahabi/
0 komentar:
Posting Komentar