Bantahah Atas Klaim yang Menyatakan Bahwa Isa Itu Anak Allah

Posted On // Leave a Comment
Bantahah Atas Klaim yang Menyatakan Bahwa Isa Itu Anak Allah

🎁Pertanyaan Pertama dari Fatwa Nomor 9087

📩Pertanyaan 1:

Pihak gereja berargumentasi dengan menggunakan ayat-ayat Al-Quran Al-Karim bahwa Isa عليه السلام adalah anak Allah. Dalam berdalil mereka mengatakan bahwa Allah sendiri berfirman: Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku dengan kata tunggal. Namun, ketika Allah menciptakan Isa عليه السلام, gaya firman Allah pun berubah pada sebagian ayat menjadi kata jamak. Mereka mengambil contoh dari ayat Al-Quran: Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an dan Sesungguhnya Kami menghidupkan dan mematikan
Mereka mengatakan Allah تعالي berfirman dengan kata yang menunjukkan jamak, yang bermakna (Allah dan Isa عليه السلام dan Ruh yang kudus). Kami telah mendapatkan kesempatan melakukan kunjungan kepada yang terhormat Syaikh Abdurrahman bin `Uwain dan yang terhormat Syaikh Ali bin Fahd bin Ghaits. Mereka berdua menyarankan agar kami mengirimkan pertanyaan secara tertulis kepada Anda?

📜Jawaban 1:


Perbedaan gaya bahasa Al-Quran dan ungkapan Allah atas diri-Nya yang terkadang dalam bentuk kata tunggal, dan terkadang dalam bentuk ungkapan jamak untuk menunjukkan kebesaran-Nya. Perbedaan gaya bahasa dan ungkapan Al-Quran ini tidak mengandung dalil yang menunjukkan bahwa Isa adalah anak Allah, dan juga tidak mengandung dalil yang menunjukkan atas ketuhanannya. Hal itu karena beberapa alasan:
Pertama, perbedaan gaya bahasa Al-Quran dengan bentuk jamak dan tunggal ini sudah ada sebelum Allah تعالي menciptakan Isa 'عليه السلام dan ibunya Maryam beribu-ribu tahun sebelumnya. Gaya bahasa seperti itu tetap ada saat penciptaan mereka berdua, dan setelah penciptaan mereka. Keberadaan mereka berdua tidak berpengaruh pada keragaman gaya bahasa Al-Quran, tetapi keragaman tersebut karena hal lain. Penjelasannya sebagai berikut:
Allah تعالي berfirman Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.(26)Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. Allah juga berfirman: Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam", maka mereka bersujud kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu?

Ungkapan bahasa Al-Quran ini sudah beragam sebelum Isa dan ibunya diciptakan. Allah تعالي berfirman: Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi) sampai pada firman-Nya : Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.(44)Dan kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa sampai pada firman-Nya : Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sampai pada firman-Nya : dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu Allah تعالي berfirman: Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya Allah تعالي juga berfirman tentang kekasih-Nya Nabi Ibrahim عليه السلام: Maka ketika Ibrahim sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Kami anugerahkan kepadanya Ishaq, dan Ya’qub dan masing-masingnya Kami angkat menjadi nabi.(49)dan Kami anugerahkan kepada mereka sebagian dari rahmat Kami dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik lagi tinggi. Allah berfirman tentang Kalimullah Nabi Musa 'Alaihis Salam: dan Kami telah mendekatkannya kepada Kami di waktu dia bermunajat (kepada Kami).(52)dan Kami telah menganugerahkan kepadanya sebagian rahmat Kami, yaitu saudaranya, Harun menjadi seorang nabi. , Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya (QS. 4 : 163). , Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam.

, (Ingatlah), ketika Allah mengatakan: "Hai ’Isa putera Maryam, ingatlah ni’mat-Ku kepadamu dan kepada ibumu". (QS. Al-Maidah: 110). Dan ayat-ayat lain yang memiliki keragaman gaya bahasa dalam bentuk tunggal dan jamak dalam menerangkan penciptaan Isa, berdialog dengannya, dan sebelum penciptaannya, sangat banyak sekali. Dengan demikian, jelas bagi kita bahwa gaya bahasa Al-Quran tidak berubah setelah Isa عليه السلام diciptakan, yang dijadikan dalil bahwa dia adalah anak Allah atau menjadi tuhan bersama Allah. Akan tetapi gaya bahasa Al-Quran tersebut karena sebab tertentu, yang dapat kita pahami dari alasan kedua di bawah ini.
Kedua, setiap orang yang mengetahui bahasa arab dan tata bahasanya dalam mengungkapkan sesuatu, akan mengetahui bahwa kata ganti subyek seperti kata: "Ana" (saya), dan huruf "Ta" yang menjadi kata ganti orang pertama digunakan seseorang ketika menyebut dirinya seorang diri. Sementara kata ganti dengan menggunakan kata "Nahnu" dan huruf "Naa", digunakan sebagai kata ganti untuk dua orang atau lebih. Terkadang, seorang yang agung, atau merasa agung, menggunakan kata ganti ini untuk menunjukkan kebesarannya. Konteks pembicaraan, kondisi, dan semua yang berkaitan dengan pembicaraan, itulah yang menunjukkan kepada pembaca dan pendengar akan maksudnya, hingga bisa menentukan apa maksudnya. Orang yang menentang hal ini, maka bisa jadi orang itu tidak mengerti dan tidak melihat permasalahan ini. Bisa juga, dia bersikeras menentang, ingin mengelabui dan merubah makna pembicaraan dari makna yang sebenarnya, karena mengikuti hawa nafsunya. Allah hanya ingin membenarkan yang benar dengan kalimat-Nya, walaupun orang-orang yang jahat itu tidak menyukai. Masalah ini akan lebih jelas di penjelasan yang ketiga.

Ketiga, Al-Quran adalah kitab suci yang sudah jelas ayat-ayatnya, kemudian dijelaskan lebih detil oleh Allah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. Kebatilan tidak akan merasuki Al-Quran dari arah manapun. Ia adalah kitab suci yang diturunkan dari Yang Maha Bijaksana dan Maha Terpuji. Ayat-ayatnya menafsirkan satu sama lain, dan membenarkan satu sama lain. Allah تعالي telah berfirman: Dan mereka berkata: "Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak".(88)Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar,(89)hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, bumi belah, dan gunung-gunung runtuh,(90)karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak.(91)dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.(92)Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba Dan Allah berfirman: Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa".(1)Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.(2)Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,(3)dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia. Serta Allah berfirman: Sesungguhnya misal (penciptaan) ’Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia. Oleh karena itu, Orang yang beriman kepada Al-Quran, maka ia wajib mengumpulkan seluruh ayatnya dalam mengambil sebuah kesimpulan. Dan orang yang ingin berdalil dengan ayat Al-Quran, maka hendaknya ia bersikap obyektif. Janganlah menjadikan beberapa ayat sebagai dalil, namun menolak sebagian ayat lainnya. Dan hendaknya ia tidak mencampur-adukkan sesuatu yang benar dengan sesuatu yang batil, untuk tujuan mempertentangkan antara sebagian ayat dengan sebagian yang lain demi berbuat zalim, memusuhi, dan menyebarkan kebatilan. Perbuatan ini telah dilakukan oleh orang-orang yahudi terhadap kitab suci Taurat. Allah menolak perbuatan mereka dalam firman-Nya: "Apakah kamu beriman kepada sebagian Al-Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian dari padamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat" .

Atas dasar ini, maka bagi mereka yang ingin menggunakan Al-Quran sebagai dalil hendaklah menafikan status Nabi Isa عليه السلام sebagai anak Allah, dan menafikan statusnya sebagai tuhan yang bersama Allah. Dia juga harus meneguhkan keesaan Allah تعالي, sebagaimana banyak disinggung dalam ayat-ayat Al-Quran. Ini juga karena firman Allah تعالي: Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah adalah Al-Masih putera Maryam", padahal Al-Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu" Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.(72)Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga" . Dan masih banyak lagi contoh ayat-ayat Al-Quran yang semisalnya. Hendaknya mereka menghentikan permainan ini agar mereka tidak terhina, dan ditertawakan oleh orang-orang yang berakal. Ada sebuah ungkapan yang sangat cocok disematkan kepada orang-orang seperti mereka: "Ini bukan bagian pengetahuanmu, maka pergilah!"

Wabillãhit Taufíq washallallãhu 'alã Nabiyyinã Muhammad wa 'alã ãlihí wa shohbihí wasallam

🔗Al-Lajnah Ad-Dã'imah lil Buhúts Ilmiyyah wal Iftã'
Ketua      : Abdul Azíz bin Bãz
Wakil       : Abdurrozzãq Afifiy
Anggota  : Abdullah bin Ghudayyan | Abdullah bin Qu'ud

💻🔍
http://sh.rewayat2.com/fatawa/Web/8381/002.htm

WhatsApp Al-Ukhuwwah ||
Wa''Minhaj Ahlul Hadits'

📲【••WALIS ⊙ WA Al-Istifadah••】
✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧

💻 http://walis-net.blogspot.com/p/depan.html?m=1

0 komentar:

Posting Komentar