SERING DIGANGGU JIN BISA LIHAT JIN, BENARKAH ?

Posted On // Leave a Comment
SERING DIGANGGU JIN BISA LIHAT JIN, BENARKAH ?

Tanya:

Maaf mau tanya, apa benar kalau orang sering diganggu jin dia bisa lihat jin, apa itu di dalamnya sdh ada jin?

Jawab: (Abu Ismail Muhammad Rijal)


Apa yang dimaksud sering diganggu dalam pertanyaan? Mungkin yang penanya maksud adalah semacam kesurupan.

Adapun gangguan secara umum setiap manusia diganggu Iblis dan bala tentaranya syaiton dan tidak ada satupun manusia yang lepas dari gangguan Iblis dan bala tentaranya. Allah berfirman:

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لأقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ ثُمَّ لآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). Al-A’raf: 16-17

Allah mengabarkan bahwa diantara gangguan syaiton adalah bisikan-bisikan kejelekan dalam dada-dada manusia sebagaimana Allah kabarkan dalam surat An-Nas.

Walhasil, manusia tidak mungkin lepas dari gangguan syaiton sebagai musuh yang nyata bagi anak cucu Adam hingga ajal menjemput.

Adapun apa yang sebutkan dalam pertanyaan tentang persangkaan sebagian manusia bahwa orang yang sering diganggu jin bisa melihat mereka maka hal ini perlu diluruskan.

Manusia tidak mungkin melihat Iblis dan bala tentaranya dalam bentuk aslinya, sebagaimana Allah kabarkan dalam firman-Nya:

يَا بَنِي آدَمَ لا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لا تَرَوْنَهُمْ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لا يُؤْمِنُونَ

Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman. Al-A’raf: 27

Adapun melihat mereka saat menjelma dalam bentuk manusia, hewan seperti ular, landak atau bentuk lainnya mungkin saja bagi manusia melihatnya sebagaimana ditunjukkan dalam banyak dalil. Semua manusia mungkin melihat mereka saat menjelma baik dia seorang yang beriman atau kafir, pernah kesurupan atau belum.

Dan yang lebih penting bagi penanya dan kita semua adalah berlindung kepada Allah dari gangguan syaiton dan membentengi diri dari mereka dengan dzikir-dzikir Syar’i yang telah diajarkan Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam, sebagaimana beberapa contoh dalam hadits-hadits berikut:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ النَّبِيَّ قَالَ إِذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ فَقَالَ بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ قَالَ يُقَالُ حِينَئِذٍ هُدِيتَ وَكُفِيتَ وَوُقِيتَ فَتَتَنَحَّى لَهُ الشَّيَاطِينُ فَيَقُولُ لَهُ شَيْطَانٌ آخَرُ كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِيَ وَكُفِيَ وَوُقِيَ

Dari Anas bin Malik, Rasulullah r bersabda: Jika seseorang keluar dari rumahnya kemudian mengucapkan Bismillahi tawakkaltu ‘alallahi laa haula wa laa quwwata illa billah, maka ketika itu akan dikatakan kepadanya: Engkau telah mendapatkan hidayah, engkau telah dicukupi dan dilindungi, maka syaitonpun menghindar darinya seraya syaiton lain mengatakan kepadanya bagaimana mungkin engkau (mengganggu) seorang yang telah mendapat hidayah, kecukupann dan perlindungan ?[1]

Dalam hadits lain dari Abu Hurairah Rasulullah bersabda:

لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنْ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَة

Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan-kuburan, sesungguhnya Syaiton lari dari rumah yang dibacakan padanya surat Al-Baqarah.[2]

Rasulullah r juga bersabda:

اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ وَلَا تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ

“Bacalah oleh kalian surat Al-baqoroh karena dengan mengambilnya adalah berkah dan meninggalkannya adalah kerugian dan tukang-tukang sihir tidak mampu menghadapinya.”[3]





[1] Abu Dawud no. 5095

[2] H.R. Muslim (1/539) no.780

[3] HR.Muslim 804

http://salafywonosobo.com/category/tanya-jawab-islam/

0 komentar:

Posting Komentar