PASANGAN YANG BELUM DIBERIKAN ANAK

Posted On // Leave a Comment
📌PASANGAN YANG BELUM DIBERIKAN ANAK📌

❓TANYA :
Seorang perempuan cemas karena dia belum hamil. Terkadang dia menangis, banyak berfikir, dan menjauhi kehidupan ini. Apa hukumnya dan apa saran Anda kepadanya?

📜 JAWAB :

Perempuan tersebut tidak sepantasnya cemas dan menangis akibat belum hamil karena pengadaan kesiapan pembuahan alami pada suami dan istri untuk melahirkan anak-anak laki-laki saja atau perempuan saja atau laki-laki dan perempuan dan kenyataan suami dan istri tidak melahirkan adalah takdir Allah Jalla wa `Ala. Allah Ta`ala berfirman, "Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang dikehendaki-Nya), dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa". Allah Jalla wa `Ala Maha Mengetahui orang yang berhak atas bagian-bagian ini. Dia Maha Berkuasa terhadap apa yang Dia kehendaki atas beragamnya orang dalam menerima bagian tersebut. Penanya memiliki contoh teladan Yahya bin Zakaria dan Isa bin Maryam `Alaihimash Shalatu was Salam. Mereka berdua tidak mempunyai anak. Hendaklah dia ridha dan mengadukan hajatnya kepada Allah. Dia Ta`ala memiliki kebijaksanaan yang agung dan kemampuan hebat.

Dia tidak terlarang untuk mengkonsultasikan masalahnya kepada para dokter perempuan dan dokter spesialis laki-laki jika tidak ada dokter spesialis perempuan. Boleh jadi sang dokter dapat mengobati penyakit yang menyebabkannya tidak bisa hamil.
Demikian pula suaminya. Dia seyogyanya mengkonsultasikan perkaranya kepada dokter spesialis karena bisa jadi dialah penyebab ketidakhamilan istrinya.

📚Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al Ilmiyyah wal Ifta’- Fatwa Nomor 8844

💫WA TWI || Wa''Minhaj Ahlul Hadits''

📲【••WALIS ⊙ WA Al-Istifadah••】
✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧

💻 http://walis-net.blogspot.com/p/depan.html?m=1

0 komentar:

Posting Komentar