📝ditulis oleh: Al Ustadz Muhammad Abdul Jabbar hafizhahullah
6. Menitipkan Keluarga, Harta, dan Apa Saja yang Diinginkan kepada Allah Ta'ala
Al-Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan dalam Musnad-nya dari Ibnu Umar radhiyallahu 'aanhu, dari Nabi 'alaihi shallatu wasallam, beliau bersabda:
إِنَّ لُقْمَانَ الْحَكِيمَ كَانَ يَقُولُ: إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا اسْتُوْدِعَ شَيْئًا حَفِظَهُ
“Sesungguhnya Luqman Al-Hakim pernah berkata: ‘Sesungguhnya Allah Jalla Wa 'Ala apabila dititipi sesuatu pasti menjaganya’.”
Sebaliknya, keluarga yang ditinggal juga disyariatkan untuk menitipkan orang yang akan melakukan safar kepada Allah Subhanahu Wata'ala dengan membaca:
أَسْتَوْدِعُ اللهَ دِينَكُمْ وَأَمَانَتَكُمْ وَخَوَاتِيمَ أَعْمَالِكُمْ
“Aku titipkan kepada Allah agamamu, amanahmu, dan penutup amalmu.” (HR. Abu Dawud no. 2601, dengan sanad yang shahih, dari Abdullah Al-Khatmi. Lihat Shahih Sunan Abi Dawud. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata dalam Al-Jami’ Ash-Shahih [2/503]: “Hadits shahih menurut syarat Muslim.”)
🔗(Bersambung)
📚TIS
📲【••WALIS ⊙ WA Al-Istifadah••】
✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧
💻 http://walis-net.blogspot.com/
0 komentar:
Posting Komentar