KEUTAMAAN TAUHID DAN BAHAYA KESYIRIKAN (Bag ke-1)

Posted On // Leave a Comment
๐Ÿ“’KEUTAMAAN TAUHID DAN BAHAYA KESYIRIKAN (Bag ke-1)

Pada bab-bab Kitabut Tauhid sebelumnya, muallif telah menyebutkan beberapa keutamaan dan bahaya kesyirikan. Pada bagian ini akan dijelaskan kembali dan akan diberi penekanan keutamaan/ manfaat Tauhid di dunia dan manfaat Tauhid di akhirat. Demikian juga akan dijelaskan bahaya/ kerugian syirik di dunia dan akibat buruk kesyirikan di akhirat. Namun apa yang dipaparkan dalam tulisan ini sekedar contoh beberapa poin saja, yang tentunya tidak akan bisa melingkupi seluruh keutamaan tauhid dan bahaya kesyirikan yang diketahui oleh Allah.

✅Keutamaan Tauhid

Tauhid adalah beribadah hanya kepada Allah dan mengesakan Allah dalam hal-hal yang menjadi kekhususan Allah.

๐ŸŒผManfaat Tauhid di dunia:

1⃣Mendapatkan keamanan dan petunjuk dari Allah.

ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขَู…َู†ُูˆุง ูˆَู„َู…ْ ูŠَู„ْุจِุณُูˆุง ุฅِูŠู…َุงู†َู‡ُู…ْ ุจِุธُู„ْู…ٍ ุฃُูˆู„َุฆِูƒَ ู„َู‡ُู…ُ ุงู„ْุฃَู…ْู†ُ ูˆَู‡ُู…ْ ู…ُู‡ْุชَุฏُูˆู†َ

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuri keimanannya dengan kesyirikan, mereka ini adalah orang-orang yang mendapatkan keamanan dan petunjuk (Q.S al-An’aam ayat 82).

2⃣Mendapatkan kekokohan dalam Iman di dunia dan akhirat, mendapatkan husnul khotimah (akhir kehidupan yang baik).

ูŠُุซَุจِّุชُ ุงู„ู„َّู‡ُ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขَู…َู†ُูˆุง ุจِุงู„ْู‚َูˆْู„ِ ุงู„ุซَّุงุจِุชِ ูِูŠ ุงู„ْุญَูŠَุงุฉِ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ูˆَูِูŠ ุงู„ْุขَุฎِุฑَุฉِ ูˆَูŠُุถِู„ُّ ุงู„ู„َّู‡ُ ุงู„ุธَّุงู„ِู…ِูŠู†َ ูˆَูŠَูْุนَู„ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ู…َุง ูŠَุดَุงุกُ

Allah mengokohkan orang yang beriman dengan ucapan yang kokoh (Laa Ilaaha Illallah) dalam kehidupan dunia dan kehidupan akhirat. Allah menyesatkan orang-orang yang dzhalim (kafir) dan Dia berbuat sesuai dengan yang dikehendakinya (Q.S Ibrohim ayat 27)

Syaikh Abdurrohman as-Sa’di rahimahullah menjelaskan bahwa Allah akan kokohkan orang-orang yang beriman (mentauhidkan Allah) dengan kekokohan hati tetap yakin di atas al-haq saat munculnya syubhat-syubhat (kerancuan pemikiran beragama), dan saat muncul godaan-godaan duniawi dia tetap mendahulukan keridhaan Allah dibandingkan hawa nafsunya. Saat akan meninggal dunia, Allah kokohkan ia dalam Dienul Islam sehingga mendapatkan husnul khotimah (akhir kehidupan yang baik), serta di alam barzakh, saat ada fitnah kubur, ia menjawab pertanyaan-pertanyaan (siapa Tuhanmu, apa agamamu, dan siapa Nabimu) dengan kokoh dan yakin serta benar (disarikan dari Taisiir al-Kariimir Rohmaan fii tafsiiri Kalaamil Mannaan)

3⃣Segala macam manfaat keimanan dan manfaat ketaqwaan hanya bisa didapatkan jika seseorang mentauhidkan Allah. Karena tidak akan sempurna iman dan taqwa tanpa tauhid.

Sehingga segala manfaat iman dan taqwa adalah bagian dari manfaat tauhid, seperti:
a) Allah akan memberikan jalan keluar dari segala permasalahan, dan Allah beri rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka (Q.S atTholaaq ayat 2 dan 3).
b) Allah akan memberikan kemudahan pada setiap urusannya (Q.S atTholaaq ayat 4).
c) Allah akan menghapus dosanya dan melipatgandakan pahala untuknya (Q.S atTholaaq ayat 5).
d) Allah akan berikan kehidupan yang baik (Q.S anNahl ayat 97).

Apa kaitan iman dan taqwa dengan tauhid? Benarkah tidak sempurna iman dan ketaqwaan seseorang tanpa mentauhidkan Allah? Berikut ini penjelasannya:

Allah mencela orang musyrik yang beriman kepada Allah tapi mengotori keimanan itu dengan kesyirikan.

ูˆَู…َุง ูŠُุคْู…ِู†ُ ุฃَูƒْุซَุฑُู‡ُู…ْ ุจِุงู„ู„َّู‡ِ ุฅِู„َّุง ูˆَู‡ُู…ْ ู…ُุดْุฑِูƒُูˆู†َ

dan tidaklah kebanyakan mereka beriman, kecuali dalam keadaan berbuat kesyirikan (Q.S Yusuf ayat 106)

Ibnu Abbas –radhiyallahu anhu- menyatakan:

ูˆَู…َุง ูŠُุคْู…ِู†ُ ุฃَูƒْุซَุฑُู‡ُู…ْ ุจِุงู„ู„َّู‡ِ ุฅِู„ุง ูˆَู‡ُู…ْ ู…ُุดْุฑِูƒُูˆู†َ " ، ุชَุณْุฃَู„ُู‡ُู…ْ ู…َู†ْ ุฎَู„َู‚َู‡ُู…ْ ؟ ูˆَู…َู†ْ ุฎَู„َู‚َ ุงู„ุณَّู…َูˆَุงุชِ ูˆَุงู„ุฃَุฑْุถَ ؟ ูَูŠَู‚ُูˆู„ُูˆู†َ: ุงู„ู„َّู‡ُ، ูَุฐَู„ِูƒَ ุฅِูŠู…َุงู†ُู‡ُู…ْ ูˆَู‡ُู…ْ ูŠَุนْุจُุฏُูˆู†َ ุบَูŠْุฑَู‡ُ

Dan tidaklah kebanyakan mereka beriman kepada Allah kecuali mereka berbuat kesyirikan, (artinya) : Tanyakan kepada mereka siapa yang menciptakan mereka, siapa yang menciptakan langit dan bumi? Niscaya mereka akan berkata: Allah. Maka itu adalah keimanan mereka. Padahal mereka menyembah selain Allah (berbuat syirik) (riwayat Ibnu Abi Hatim dalam Tafsirnya, dengan sanad yang hasan –seluruh perawinya adalah perawi dalam Shahih al-Bukhari atau Muslim)

Maka tidak sempurna keimanan siapapun jika ia tidak mentauhidkan Allah. Bahkan tidak terhitung beriman kepada Allah jika ia tidak mentauhidkan Allah.

Allah juga mencela orang-orang musyrikin yang sudah meyakini bahwa Allah satu-satunya yang memberi rezeki, menganugerahkan pendengaran dan penglihatan, mengeluarkan kematian dari kehidupan, mengeluarkan kehidupan dari kematian, mengatur segala urusan, tapi mereka tidak mau beribadah kepada Allah semata. Allah ucapkan kepada mereka: mengapa kalian tidak mau bertakwa? Yang konsekuensi bertakwa adalah beribadah hanya kepada Allah.

ู‚ُู„ْ ู…َู†ْ ูŠَุฑْุฒُู‚ُูƒُู…ْ ู…ِู†َ ุงู„ุณَّู…َุงุกِ ูˆَุงู„ْุฃَุฑْุถِ ุฃَู…ْ ู…َู†ْ ูŠَู…ْู„ِูƒُ ุงู„ุณَّู…ْุนَ ูˆَุงู„ْุฃَุจْุตَุงุฑَ ูˆَู…َู†ْ ูŠُุฎْุฑِุฌُ ุงู„ْุญَูŠَّ ู…ِู†َ ุงู„ْู…َูŠِّุชِ ูˆَูŠُุฎْุฑِุฌُ ุงู„ْู…َูŠِّุชَ ู…ِู†َ ุงู„ْุญَูŠِّ ูˆَู…َู†ْ ูŠُุฏَุจِّุฑُ ุงู„ْุฃَู…ْุฑَ ูَุณَูŠَู‚ُูˆู„ُูˆู†َ ุงู„ู„َّู‡ُ ูَู‚ُู„ْ ุฃَูَู„َุง ุชَุชَّู‚ُูˆู†َ

Katakan (kepada kaum musyrikin itu): Siapakah yang memberi rezeki kepada kalian dari langit dan bumi, atau siapakah yang memiliki pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan kehidupan dari kematian, dan yang mengeluarkan kematian dari kehidupan, dan siapakah yang mengatur segala urusan? Pasti mereka akan menyatakan: Allah! Maka katakan (kepada mereka): Mengapa kalian tidak mau bertaqwa (dengan mentauhidkan Allah dalam ibadah)(Q.S Yunus ayat 31)

Maka itu menunjukkan bahwa ketaqwaan yang paling utama adalah mentauhidkan Allah. Jika seseorang tidak mentauhidkan Allah, maka tidak ternilai sama sekali amalannya yang dianggap sebagai ketaqwaan.

<>

(Abu Utsman Kharisman)

๐Ÿ’ก๐Ÿ’ก๐Ÿ“๐Ÿ“๐Ÿ’ก๐Ÿ’ก

WA al-I'tishom
▦◈▦◈▦◈▦◈▦◈▦◈▦◈▦◈▦◈▦◈▦◈▦◈▦◈▦

๐Ÿ“ฒ【••WALIS ⊙ WA Al-Istifadah••】

๐Ÿ’ปhttp://walis-net.blogspot.com/p/depan.html?m=1

0 komentar:

Posting Komentar