KAJIAN FIQH : BACAAN-BACAAN DALAM SHOLAT (Bag ke-1)

Posted On // Leave a Comment
📝KAJIAN FIQH : BACAAN-BACAAN DALAM SHOLAT (Bag ke-1)

Pada setiap bacaan dalam sholat terdapat beberapa jenis/ macam bacaan yang bisa dipilih. Kadangkala menggunakan bacaan yang sesuai riwayat A, kadangkala menggunakan riwayat B, dan seterusnya. Jika hanya bisa hafal pada salah satu jenis bacaan saja, tidak mengapa. Misalkan, dalam bacaan istiftah ada beberapa jenis bacaan yang disunnahkan. Jika kita membaca salah satu jenis saja dalam sholat, tidak mengapa. Namun jika berganti-ganti membaca tiap jenis bacaan ketika berganti sholat, itu lebih baik. Semakin banyak variasi bacaan yang dibaca pada tiap-tiap sholat, akan lebih banyak sunnah Nabi yang teramalkan.

Berikut ini adalah lafadz-lafadz bacaan dalam sholat sesuai riwayat-riwayat hadits Nabi yang shohih. Pada tiap bagian kami berikan poin-poin berdasarkan Sahabat Nabi yang meriwayatkannya. Bacaan-bacaan tersebut mayoritas diambil dari kitab Sifatu Sholatin Nabi karya Syaikh al-Albany.


✅Takbiratul Ihram

اللهُ أَكْبَرُ

Allah adalah Yang Terbesar

✅Doa Istiftah

1⃣Bacaan dari Abu Hurairah riwayat al-Bukhari dan Muslim

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ اْلمَشْرِقِ وَاْلمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِاْلمَاءِ وَالثَّلْجِ وَاْلبَرَدِ

“ Ya Allah jauhkanlah antara aku dengan dosa-dosaku sebagaimana Engkau menjauhkan antara barat dengan timur. Ya Allah bersihkan aku dari dosa-dosaku sebagaimana terbersihkannya baju putih dari noda (yang mengenainya). Ya Allah cucilah diriku dari dosa-dosaku dengan air, salju, dan embun “ (diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim dalam Shahihnya dari Sahabat Abu Hurairah).

2⃣Doa istiftah Umar bin al-Khotthob riwayat Muslim.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ

“ Maha Suci Engkau Ya Allah dan (bersamaan dengan itu) aku memujiMu dan sungguh banyak barokah yang terkandung pada NamaMu, dan Maha Tinggi KeagunganMu, dan tidak ada sesembahan yang haq selainMu “ (H.R Muslim dari Umar bin al-Khoththob)

3⃣Doa istiftah Ibnu Umar riwayat Muslim

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَاْلحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً

“ Allah terBesar, aku mengagungkanNya, dan segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, dan Maha Suci Allah pagi dan sore hari (dalam seluruh waktu)(H.R Muslim dari Ibnu Umar)

Keutamaan membaca doa istiftah ini:

Dalam hadits tersebut dikisahkan bahwa ketika salah seorang Sahabat membaca bacaan tersebut dengan keras dalam sholat, dan ketika selesai sholat Rasulullah bersabda : “ Aku takjub dengan kalimat yang dibacanya, karena dengan kalimat itu dibukalah pintu-pintu langit “. Sahabat Ibnu Umar-sang perawi hadits ini- mengatakan : “ Aku kemudian tidak pernah meninggalkan membaca doa iftitah tersebut sejak aku mendengar Rasulullah mengucapkan (ketakjuban) hal itu “ ( H. R Muslim dalam kitaabussholaah Bab  ‘Maa Yuqoolu bayna takbiirotil ihroom wal qiroo’ah’ nomor 601)

4⃣Bacaan doa istiftah dari Anas bin Malik riwayat Muslim

اْلحَمْدُ ِللهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ

“Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, baik, dan diberkahi padanya (H.R Muslim dari Anas bin Malik)

Keutamaan Membaca Doa ini :
Rasulullah Shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“ Sungguh aku telah melihat 12 Malaikat yang saling berebut untuk mengangkat (kalimat) tersebut (ke langit) " . Dijelaskan oleh para Ulama’ bahwa karena demikian mulyanya ucapan itu para Malaikat berebut untuk mencatat dan mengangkatnya ke langit untuk ditunjukkan kepada Allah

5⃣Bacaan istiftah dari Ali bin Abi Tholib riwayat Muslim

وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا وَمَا أَنَا مِنَ اْلمُشْرِكِيْنَ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ اْلمُسْلِمِيْنَ اللَّهُمَّ أَنْتَ اْلمَلِكُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَنْتَ رَبِّي وَأَنَا عَبْدُكَ ظَلَمْتُ نَفْسِي وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِي ذُنُوْبِي جَمِيْعًا إِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ وَاهْدِنِي  ِلأَحْسَنِ اْلأَخْلاَقِ لاَ يَهْدِي  ِلأَحْسَنِهَا إِلاَّ أَنْتَ وَاصْرِفْ عَنِّي سَيِّئَهَا لاَ يَصْرِفُ عَنِّي سَيِّئَهَا إِلاَّ أَنْتَ لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَاْلخَيْرُ كُلُّهُ فِي يَدَيْكَ وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ أَنَا بِكَ وَإِلَيْكَ تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

“Aku hadapkan wajahku kepada Pencipta langit dan bumi secara lurus kepada agama yang haq dan aku bukanlah bagian dari orang-orang yang berbuat syirik. Sesungguhnya sholatku, ibadah, hidup, dan matiku hanyalah milik Allah Tuhan Penguasa seluruh alam yang tidak ada sekutu bagiNya dan untuk itulah aku diperintah, dan aku termasuk bagian dari orang-orang muslim. Ya Allah, Engkaulah Raja (Penguasa) yang tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau. Engkaulah Tuhanku dan aku adalah hambaMu. Aku telah berbuat dzholim pada diriku sendiri, dan aku mengakui dosaku, karena itu ampunilah dosa-dosaku seluruhnya karena tidak ada yang bisa mengampuni  dosa kecuali Engkau. Dan tunjukilah aku pada akhlaq-akhlaq yang baik. Tidak ada yang bisa menunjuki pada kebaikan akhlaq kecuali Engkau. Dan palingkanlah aku dari akhlaq yang buruk, tidak ada yang bisa memalingkan aku darinya kecuali Engkau. Aku akan berusaha tetap dalam ketaatan kepadaMu dan memperjuangkan perintahMu. Kebaikan seluruhnya ada di Kedua TanganMu, dan keburukan tidaklah dinisbatkan kepadaMu. Aku senantiasa berlindung padaMu dan memohon taufiq kepadaMu.  Engkaulah sumber dan penentu keberkahan yang melimpah dan Engkaulah Yang Maha Tinggi. Aku memohon ampun dan bertaubat kepadaMu” (H.R Muslim dari Ali bin Abi Tholib)

(Abu Utsman Kharisman)

💡💡📝📝💡💡

WA al-I'tishom

▦◈▦◈▦◈▦◈▦◈▦◈▦◈▦◈▦◈▦◈▦◈▦◈▦◈▦

📲【••WALIS ⊙ WA Al-Istifadah••】

💻http://walis-net.blogspot.com/p/depan.html?m=1

0 komentar:

Posting Komentar