BOLEHKAH MEMPERINGATKAN ANAK-ANAK DARI ORANG-ORANG YANG MENYIMPANG

Posted On // Leave a Comment
📈BOLEHKAH MEMPERINGATKAN ANAK-ANAK DARI ORANG-ORANG YANG MENYIMPANG📉

⭐ Asy-Syaikh Ubaid Al-Jabiry hafizhahullah

~~~~~~~~~~~~~~~~~

❔Pertanyaan:

❓ Bolehkah kita memperingatkan anak-anak kecil dari kelompok-kelompok dan orang-orang yang menyimpang dari As-Sunnah dengan menyebutkan secara personal dan menyebutkan nama-namanya.

❔ataukah cukup dengan mentahdzir orang-orang yang menyimpang itu secara umum tanpa menyebutkan kelompok-kelompok nama-nama para mubtadi’ tersebut?

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

✔Jawaban:


✌ Bahkan anak-anak harus diperingatkan dari orang-orang yang menyimpang, baik dengan menyebutkan kelompok maupun personalnya.

👉 Saya teringat bahwa sebagian Salaf yang saya sekarang lupa siapa namanya, ada yang mengatakan: “Mereka (Salaf –pent) biasa menyampaikan tahdzir ketika kami masih anak-anak.”[1]

💧Maksudnya mentahdzir Khawarij dan ahli bid’ah yang lainnya.

✅ Jadi sampaikanlah tahdzir kepada anak-anak laki-laki dan anak-anak perempuan kalian.

🔹Dan siapa saja yang tertimpa musibah dengan mereka di madrasah-madrasah, maka arahkanlah anak-anak agar jangan melawan mereka, yaitu jangan menghadapkan dirinya untuk melawan mereka.

🔸Cukup dengan mereka menghadiri pelajaran lalu pulang ke rumah, dan kalian tumbuhkan kebencian kepada mereka.

🔺 Karena seorang murid terkadang mendapatkan musibah dengan mendapatkan seorang guru yang menyimpang, baik di kampus atau di ma’had, atau di kuliah, atau di sebuah pelajaran.

💠 Dan saya mengetahui bahwa murid-murid terbagi menjadi dua jenis; yang pertama adalah yang berani mendebat dan membantah mereka.

1⃣ Yang jenis ini yang terjatuh ke dalam bahaya mereka, mereka membahayakan anak-anak dengan bahaya yang besar (syubhat mereka –pent).

2⃣ Sedangkan jenis yang lain adalah yang tenang, sehingga mereka ini bisa selamat dari bahaya orang-orang yang menyimpang itu.

÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷

📑 Sumber artikel:

👉 http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=143734

👆[1] Ibnul Jauzy rahimahullah berkata ketika beliau menyebutkan orang-orang Mu’tazilah dan ahli filsafat:

اللهَ اللهَ مِنْ مُصَاحَبَةِ هَؤُلَاءِ، وَيَجِبُ مَنْعُ الصِّبْيَانِ مِنْ مُخَالَطَتِهِمْ لِئَلَّا يَثْبُتَ فِي قُلُوبِهِمْ مِنْ ذَلِكَ شَيْءٌ وَاشْغَلُوْهُمْ بِأَحَادِيْثِ رَسُوْلِ اللهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- لِتُعْجَنَ بِهَا طَبَائِعُهُمْ.

“Jangan sekali-kali bergaul dengan mereka, dan wajib melarang anak-anak agar tidak bergaul dengan mereka, agar tidak ada sedikit pun kesesatan yang menancap ke dalam hati mereka, dan sibukkan mereka dengan hadits-hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallama agar jiwa mereka selalu terikat dengannya.”

📚 (Al-Adab Asy-Syar’iyyah, 3/550 –pent)

📝Alih bahasa: Abu Almass

~~~~~~~~~~~~~~~~

📱 Diambil dari: forumsalafy.net

📜 WA PECINTA AL-HAQ

0 komentar:

Posting Komentar