APAKAH BOLEH MENYEBUTKAN NAMA ORANG YANG DI JARH DALAM RANGKA MEMBANTAHNYA DAN SEBAGAI PENJELASAN BAGI UMAT?

Posted On // Leave a Comment
APAKAH BOLEH MENYEBUTKAN NAMA ORANG YANG DI JARH DALAM RANGKA MEMBANTAHNYA DAN SEBAGAI PENJELASAN BAGI UMAT?


🎓Oleh:
Asy-Syaikh Muqbil bin Hady Al-Wadi'ie رحمه الله

                                       ✹✹✹


📞 PERTANYAAN:

Apakah boleh menyebutkan nama orang yang di jarh dan tidaknya dalam rangka membantahnya dan penjelasan bagi umat?


🔓 JAWABAN :


Ini bergantung kepada apa yang di jarh dari tujuannya, maka seorang sunni ketika anda ingin membantahnya maka mungkin anda dapat menyebutkannya dan anda bersikap lembut dengannya.

الرفق ما كان في شيء إلا زانه، وما نزع من شيء إلا شانه

"Kelembutan tidaklah berada pada sesuatu kecuali menjadikannya indah, dan tidaklah (kelembutan) dicabut dari sesuatu kecuali menjadikannya jelek".

❗Adapun seseorang yang menghidupkan kebid'ahan, dan mendakwahkan kepada kebid'ahan, atau sesorang yang mendakwahkan kepada demokrasi, atau sesorang yang MEMBUAT TALBIS (pengkaburan/makar) kepada orang-orang..

👉Maka dalil-dalil sebagaimana kalian ketahui bahwa Nabi ﷺ terkadang mengatakan:

ما بال أقوام يشترطون شروطا ليست في كتاب اللّٰه، ولا في سنة رسول اللّٰه ﷺ


彡 "Apa kepentingan kaum yang mereka membuat persyaratan dengan syarat yang tidak ada di dalam kitabulloh, dan tidak ada di dalam Sunnah Rosululloh ﷺ"

▪Dan beliau ﷺ yang mengatakan dan haditsnya ada di dalam Bukhori:

ما أظن فلانا وفلانا يعرفان من ديننا شيئا

"Saya tidak mengira bahwa fulan dan fulan keduanya mengetahui dari agama kita sedikitpun",

▪Dan beliau ﷺ yang diberitahukan oleh istrinya Abu Sufyan:

إن أبا سفيان رجل شحيح
❗"Sesungguhnya Abu Sufyan adalah seorang yang kikir",

▪Dan beliau ﷺ yang telah mengatakan kepada Mu'adz:

أفتان أنت يا معاذ

"Apakah kamu ingin membuat fitnah wahai Mu'adz",

▪Dan beliau ﷺ yang mengatakan kepada Abu Dzarr:

إنك امرؤ فيك جاهلية
❗"Sesungguhnya engkau seorang yang terdapat pada dirimu kejahilan".


____________
☝Maka perkaranya beragam, hukum asalnya adalah menjaga kehormatan setiap muslim,

﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ﴾
 [سورة الحجرات : 12]

" Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain." [Qs. Al-Hujurot: 12]

Dan di dalam disebutkan dari Abu Huroiroh bahwa Nabi ﷺ berkata: "tahukah kalian apa itu ghibah?" Mereka menjawab: Alloh dan Rosul-Nya yang lebih tahu, beliau bersabda:

彡 "(ghibah) ialah engkau mengatai saudaramu dengan apa yang dia benci", dikatakan: sekalipun ada padanya wahai Rosululloh? Beliau menjawab:

إن كان فيه فقد اغتبته ، وإن لم يكن فيه فقد بهته

"jika ada padanya berarti engkau telah meng-ghibah dia, dan jika tidak ada pada dirinya berarti engkau telah berdusta atas dirinya".



☑Maka kesimpulannya:

Bahwa masalah jarh dan ta'dil membutuhkan kepada satu jilid (pembahasan), ketika 'Aisyah berkata: cukuplah bagimu dari diri Shofiyyah demikian dan demikian -yakni bahwa dia itu pendek- maka beliau ﷺ bersabda:

لقد قلت كلمة لو مزجت بالبحر لأفسدته

彡 "Sungguh engkau telah mengatakan suatu kalimat yang seandainya dicelupkan ke dalam lautan niscaya akan membuatnya rusak".

فالأصل هو حرمة عرض المسلم ، لكن إذا كان ملبساً على الناس لابد أن تسميه باسمه

❗Maka hukum asalnya ialah menjaga kehormatan setiap muslim, akan tetapi apabila DIA MEMBUAT TALBIS ATAS ORANG-ORANG MAKA MESTI MENYEBUTKAN NAMANYA:

﴿ وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُون ﴾َ
[سورة البقرة : 42]

" Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui." [Qs. Al-Baqoroh: 42]

﴿ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تَلْبِسُونَ الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ ﴾
 [سورة آل عمران : 71]

" Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahuinya?" [Qs. Ali Imron: 71],


فالملبس يجب أن تبين حاله
⚠MAKA ORANG YANG MEMBUAT PENGKABURAN WAJIB UNTUK DIJELASKAN KEADAANNYA..

Wallohu musta'an.

📈Dari kaset: Al-Ajwibah Ad-Da'awiyyah 'Ala Al-As ilah Al-Andunusiyyah.


                       ---🌳🌳🌳---



__________________
📮 هل يجوز ذكر أسم المجروح وعدمه في مقام الرد عليه والبيان للأمة ؟

📞 نص السؤال:
هل يجوز ذكر أسم المجروح وعدمه في مقام الرد عليه والبيان للأمة ؟

🔓 نص الإجابة:

هذا بحسب ما جُرح من أجله ، فرجلٌ سني تريد أن ترد عليه فممكن أن تسميه وأن ترفق به " الرفق ما كان في شيء إلا زانه ، وما نزع من شيء إلا شانه " .
🚩أما شخص يحيي البدع ، ويدعو إليها ، أو شخص يدعو إلى الديمقراطية ، أو شخصٌ يلبس على الناس .

فالأدلة كما تعرفون أن النبي - صلى الله عليه وعلى آله وسلم - ربما يقول : " ما بال أقوامٍ يشترطون شروطاً ليست في كتاب الله ، ولا في سنة رسول الله - صلى الله عليه وعلى آله وسلم - " ،
▫ وهو القائل والحديث في البخاري : " ما أظن فلاناً وفلاناً يعرفان من ديننا شيئاً " ،
▫وهو الذي قالت له امرأة أبي سفيان : إن أبا سفيان رجلٌ شحيح ،
▫وهو الذي قال لمعاذ : " أفتانٌ أنت يا معاذ " ، وهو الذي قال لأبي ذر : " إنك أمرؤٌ فيك جاهلية " .

فتختلف الأمور ، الأصل هو حرمة عرض المسلم ، " يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ " [ الحجرات : 12 ] ، وفي < صحيح مسلم > من حديث أبي هريرة أن النبي - صلى الله عليه وعلى آله وسلم - قال : " أتدرون ما الغيبة ؟ " قالوا : الله ورسوله أعلم ، قال : " ذكرك أخاك بما يكره " ، قيل ، وإن كان فيه يا رسول الله ؟ ، قال : " إن كان فيه فقد اغتبته ، وإن لم يكن فيه فقد بهته " .

☑فالحاصل : أن مسألة الجرح والتعديل تحتاج إلى مجلد ، عند أن قالت عائشة : حسبك من صفية كذا وكذا - تعني أنها قصيرة - فقال : " لقد قلت كلمة لو مزجت بالبحر لأفسدته " ،

☝ فالأصل هو حرمة عرض المسلم ،
☝ لكن إذا كان ملبساً على الناس لابد أن تسميه باسمه

 " وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ " [ البقرة : 42 ] ،

" يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تَلْبِسُونَ الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ " [ آل عمران : 71 ] ،
❗ فالملبس يجب أن تبين حاله ، والله المستعان .

-------------
📼 من شريط : ( الأجوبة الدعوية على الأسئلة الأندنوسية )

المصــ⇓⇓⇓ـــدر

🌐Sumber:
 http://www.muqbel.net/fatwa.php?fatwa_id=1523
[audio durasi 03:53]
✒ Alih Bahasa:
Al-Ustadz Muhammad Sholehuddin Abu 'Abduh حفظه الله - [FBF 2]


                                 ●●○○●●

🔥Wahai AmDZ dan Fanatikusnya...., inilah pertanyaan yang dulu Anda ajukan kepada Asy-Syaikh Muqbil رحمه الله
❓Apakah Anda LUPA atau PURA-PURA LUPA?
Inilah... Bimbingan Asy-Syaikh Muqbil رحمه الله

                                       ✲✹✲

________________
🔍 مجموعــــــة توزيع الفــــــوائد

📌❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net
____________________________
📲Turut memublikasikan ⇲
۞ مجمـــــــــــوعة الاســـــــــــتقامة ۞

0 komentar:

Posting Komentar