🌹📷 SEPENGGAL KISAH DIBELAKANG LAYAR DAURAH "KAIDAH KAIDAH UNTUK MENGHINDARI HIZBIYAH" BERSAMA AL USTADZ MUHAMMAD UMAR AS SEWED HAFIDZAHULLAH DI PONDOK ADHWAUS SALAF BANDUNG
📅 Hari itu sabtu 11 dzulqo'dah 1435 H bertepatan dengan tanggal 06 september 2014 adalah hari H diadakannya dauroh bersama Al Ustadz Muhammad Umar As sewed Hafidzahullah di kota Bandung,tepatnya di Pondok Adhwa'us Salaf Manglayang
💬 Tersimpan banyak kisah yang penulis ingat,sebelum ataupun sesudah acara dauroh tersebut terlaksana
👉 Namun diantara kisah yang paling berharga bagi penulis waktu itu adalah sebuah kisah yang syarat dengan tarbiyah dari seorang penasehat terhadap orang yang perlu dinasehati
👍👍 Beliau adalah Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed Hafidzhahullah,
Dihadapan mata kepala dan terdengar dengan dua daun telinga penulis sendiri,dengan penuh hikmah,beliau menasehati orang yang pantas waktu itu untuk dinasehati
Sedikit berbicara tentang kata hikmah,
Terkadang penulis mendapati dari seorang yang lembek,mereka memaknai kata hikmah dengan istilah lemah lembut dalam menasehati atau dengan kata lain tidak kaku dan kasar
Allahul musta'aan...
Namun tidak seperti itu yang penulis fahami dalam memaknai kata hikmah
Hikmah adalah sesuai dengan ilmu
Artinya proses menasehati tentunya dengan bimbingan ilmu
Didalam prakteknya tentu pada hukum asal nasehat itu dengan lemah lembut namun tidak pula menafikan proses nasehat yang disampaikan dengan keras dan tegas,sesuai kadarnya
Walhamdulillah...
Kembali kepada kisah dibelakang acara daurah Al ustadz Muhammad Umar As Sewed di Manglayang waktu itu
Walhamdulillah...
Penulis waktu itu ditaqdirkan bisa ikut bareng dengan rombongan Al Ustadz Muhammad Hafidzahullah ketika safar menuju acara dauroh di Bandung tersebut
Sehingga sangat memungkinkan bagi penulis untuk bisa menemani Al Ustadz Muhammad,baik selama acara ataupun ketika beliau selesai acara
Seperti biasanya kami disediakan tempat tamu untuk istirahat dan ruangan untuk bermajelis pasca acara
Ada satu kisah yang menarik perhatian penulis,dan ini merupakan pelajaran berharga bagi penulis, sehingga dengan kisah tersebut,di kemudian hari, tidak ada lagi cerita bahwa "Tidak ada nasehat kepada kami"
Seperti biasanya,apabila salah seorang ustadz selesai mengisi materi,maka sang ustadz biasa nya kembali ke ruangan khusus yang sudah disediakan oleh pantia
Dan alhamdulillah pada saat itu,selesai acara penulis berjalan bareng dan menemani Al Ustadz Muhammad menuju ruangan tamu sudah disediakan sebelumnya
Memang belum banyak yang hadir di ruangan tersebut,namun beberapa panitia sudah ada di ruang belakang
Tiba sampai pintu rumah, Al Ustadz Muhammad langsung berbicara :
ENTE KEMANA TADI DZIR?
KOK GA KELIHATAN DI MASJID?
PADAHAL TADI PAS TANYA JAWABNYA BAGUS,ADA NASEHAT LAGI
SEMUA TANYA JAWABNYA TENTANG BANDUNG,NYESEL ENTE GAK DENGERIN
Ustadz Mundzir menjawab : ANA TADI KE KAMAR KECIL USTADZ
Kemudian kami duduk di ruang tamu
Waktu itu kami baru berempat
Al Ustadz Muhammad duduknya saling berhadapan dengan ustadz Mundzir
Adapun ana berdampingan sama Syuhada
Selanjutnya....
Al Ustadz Muhammad Hafidzahullah melanjutkan :
SEHARUSNYA TADI TUH ENTE DENGARKAN,TERAKHIR ITU ADA NASEHAT
SAMPAI TADI ANA BILANG : KALAU SETELAH DAUROH INI, KEADAAN BANDUNG TIDAK BERUBAH,MAKA...
DAN INI ANCAMAN BUAT ENTE!
Subhanallah...
Penulis melihat langsung, bagaimana waktu itu Al Ustadz Muhammad Hafidzhahullah berbicara tegas sambil mengarahkan telunjuknya ke arah ustadz Mundzir
Sejenak suasana terhening...
Namun dengan segera Mundzir mememcah keheningan dengan menjawab :
NA'AM USTADZ NANTI ANA DENGARKAN REKAMANNYA BERULANG - ULANG....
Setelah itu, mulai bermunculan ikhwan masuk ke dalam ruangan dan suasana kembali seperti tidak ada kejadian yang sedikit menegangkan
Penulis merasakan betapa tepat dan cocok apa yang Al Ustadz Muhammad Hafidzhahullah sampaikan waktu itu,
Beliau dengan segala resikonya tetap menyampaikan apa yang harus disampaikan
Beliau menegur dengan sedikit keras terhadap orang yang mengundangnya
Walaupun tadinya penulis berharap ada dialog ilmiyah, apabila memang ustadz Mundzir tidak setuju dan tidak sepakat dengan apa yang beliau sampaikan
Namun semua itu tidak terjadi, seakan - akan ustadz Mundzir mau menerima nasihat
Yang ternyata hakikat ustadz Mundzir dan yang bersmanya di kemudian hari semakin terkuak dengan adanya sikap pembelaan terhadap Al mubtadi' Muhammada Al Imam serta dengan tegas dan berani mereka menyatakan bersama para ulama yang mentahdzir Asy Syaikh Hani Bin Buraik Hafidzhahullah
Sesunguhnya terjadi kondisi yang tidak terduga dan membuat penulis heran ketika ustadz Mundzir dan orang yang bersamanya melakukan tindakan yang menyelisihi ustadz yang diundangnya dan dianggap bapak dalam dakwah salafiyah di Indonesia,
Allahul musta'aan...
Dalam keadaan sebelumnya Al Ustadz Muhammad membahas tuntas fitnah Al Imam di pondok mereka sendiri, pondok Adhwaus Salaf Bandung
Duhai dimana akal - akal orang yang mempunyai akal ?
Akhir kata
Penulis berharap dengan sedikit sentuhan tulisan ini, adanya sebuah peringatan, terutama untuk penulis sendiri umumnya untuk ikhwan salafiyin agar berusaha untuk selalu mengikhlashkan niat dalam beramal
💝 Dari Kota Angin Majalengka, senin 30 shafar 1436 H / 22-12-14 M
📝 Abu Kahfi Oman
SEPENGGAL KISAH DIBELAKANG LAYAR DAURAH "KAIDAH KAIDAH UNTUK MENGHINDARI HIZBIYAH" BERSAMA AL USTADZ MUHAMMAD UMAR AS SEWED HAFIDZAHULLAH DI PONDOK ADHWAUS SALAF BANDUNG
Labels:
manhaj
0 komentar:
Posting Komentar