Tuduhan kepada Ustadz Luqman Seputar Facebook
DIKATAKAN SI CORONG FITNAH MLM:
Contoh kedua
Lukman ba abduh melarang facebook dan mengharamkannya. Sementara para ulama tak ada yg mengharamkan dan melarang penggunaannya, apalagi untuk kebaikan. Adapun jika tuk keburukan, ya memang trlarang. Jika tuk keburukan, maka yg terlarang bukan hanya FB, bahkan juga situs-situs fitnah (semacam tukpencari****.com), whatt’s App, majalah, buletin dll. Tp slama fb dipakai tuk kebaikan dan dakwah, maka apa salahnya. Ulama Yemen sj makai FB. Hingga kini, kami pribadi belum prnh mendengar ada ulama yg melarang dan mengharamkn FB jika digunakan tuk kebaikan dan dakwah. Inikah sikap luqman yg mengikuti para ulama? ya jelas nggaklah, Luqman tdklah mengikuti para ulama!
http://pelita-sunnah.blogspot.com/2014/05/betulkah-luqman-ba-abduh-cs-di-belakang.html)
Sejenak marilah kita mendengarkan untaian Nasehat dari Ustadz Luqman, berkenaan dengan Facebook:
http://statics.ilmoe.com/kajian/users/bandung/File-Titipan/Dauroh-Tangerang/Lebih-Dekat-Mengenal-Rasulullah-Oleh-Ustadz-Luqman-Ba_abduh-Dauroh-Tangerang.mp3)
Nasehat yang indah dari beliau, dan jiwa-jiwa yang bersih pasti akan dapat memahami makna dan maksud dari ucapan beliau.Tentunya sangat jauh berbeda apabila dibandingkan ucapan-ucapan kotor yang jauh dari ilmu dan jauh dari sifat ilmiyah, sebagaimana hal yang mereka (kaum mLm) sampaikan.
ada beberapa hal yang saya catat berkenaan dengan pernyataan mereka yang di situ jelas mengandung kedustaanyang tersembunyi. Maknanya adalah mereka berbuat kejahatan dua kali,
pertama: mereka berdusta atas sesuatu yang tidak terjadi,
kedua: mereka mengelabuhi publik seolah-olah sesuatu itu terjadi atau seolah-olah tidak berdusta.
kenapa saya mengatakan demikian,
Bismillah semoga yang saya mampu ini mendapat barokah dari Allah:
1. mereka menuduh Ustadz Luqman Mengharamkan facebook secara Dzahirnya.
Saya katakan bahwa kalian telah berbuat makar terhadap perkataan beliau. Bukankah telah beliau Jelaskan tentang kerusakan-kerusakan yang nyata dari tersebarnya fasilitas yang bernama Facebook tersebut. dan tidak adanya mudharat apabila media tersebut kita tinggalkan. tidak ada faedah yang signifikan dari adanya penggunaan Facebook, bahkan bila dibanding dengan mafsadahnya, jauh lebih besar mafsadah dari pada manfaatnya. Maka dengan mempertimbangkan hal-hal berkenaan dengan kemaslahatan Umat secara menyeluruh, apakah salah memberikan peringatan, larangan menggunakan sesuatu yang jelas lebih besar keburukannya daripada kebaikannya.
maka jelas pembelaan mereka kepada facebook adalah pembelaan berdasar hawa nafsu tanpa melihat fenomena yang terjadi
2. mereka menuduh Ustadz Luqman Mengharamkan apa yang tidak diharamkan oleh Ulama
Dalam permasalahan ini, sepertinya perlu penjelasan terlebih dahulu, apa makna dari pernyataan mereka, agar saya juga bisa mengukur apakah mereka berbicara berdasarkan dalil yang shahih atau hanyaberdasrkan hawa nafsu dengan menisbatkan para Ulama.
yaitu Apakah kondisi Ulama yang membolehkan Facebook, atau bahkan yang mereka katakan Ulama Yaman memakai Facebook, saya tanyakan (penting harus mereka jawab), apakah sama kondisinya dengan apa yang dipaparkan oleh Ustadz Luqman dalam Nasehat beliau, yaitu tentang kondisi umum fenomena yang terjadi oleh pengguna facebook dinegeri ini ? Jikalau mereka tidak mampu menjelaskannya, maka saya katakan bahwa mereka memakai tameng Ulama untuk makar mereka
Adapun perkataan mereka“Adapun jika tuk keburukan, ya memang trlarang” artinya maksud mereka yang diharamkan keburukannya saja.
ini adalah pengambilan istimbat yang aneh (catatan: meskipun sebenarnya ia tidak pantas untuk itu), bukankah keburukan hukum asalnya adalah terlarang, kalau yang mereka maksud adalah gambar maksiat, perkataan maksiat, atau kemaksiatan yang lain yang ada dalam facebooknya saja yang dilarang, maka hal tersebut saya kira tidak perlu diangkat menjadi suatu permasalahan, bahkan orang-orang awam muslimin tahu bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang terlarang. Namun yang dibicarakan disini adalah fenomena Facebook yang marak ditengah kaum Muslimin dan membawa bencana besar bagi kaum Muslimin Khususnya Salafiyyin di Negeri ini. wadah yang disitu masuk air yang suci dan masuk air yang najis bersamaan, dan tampak kenajisannya, apakah kita akan bisa sanggup memilah air najisnya saja untuk kita tinggalkan, dan mengharapkan masih adanya air yang suci masuk disitu untuk kita bisa memakainya ?, lalu bagaimana cara kita bisa mengambil air yang suci tersebut ? tentunya mereka tidak akan bisa menjawab hal ini, karena argumen mereka rapuh bagaikan sarang laba-laba. Lalu apabila ada sebuah nasehat untuk mencari atau mengambil air yang lain yang suci, apa yang kira-kira akan mereka katakan ? salahkah ?
Maka, saya katakan bahwa pernyataan mereka tidak singkron dengan apa yang disampaikan oleh Ustadz Luqman, jauh sekali, tetapi mungkin perlu dimaklumi karena kapasitas memang membedakan antara keduanya
3. mereka memvonis Ustadz Luqman tidak bersama Ulama oleh sebab Beliau menasehati untuk meninggalkan Facebook.
Masya Allah, ini adalah pemandangan yang memilukan. Andaikan dia mengaku telah lama mengaji, maka sangat disayangkan bahwa, dimana ilmu yang mereka dapatkan selama ini ?. Itukah hasil mereka yang katanya selalu sibuk dengan mengaji Ilmu….Ilmu….Ilmu, jangan bicarakan fitnah ? Ataukah fitnah telah menyusup dalam hati-hati mereka ? kami persilahkan untuk membuat kesimpulan sendiri.
Kita semua mengetahui bahwa seseorang yang tidak bersama Ulama dalam bersikap dan beramal dalam Agama ini adalah salah satu bentuk dari sebuah penyimpangan Agama, dan dari sini kita menjadi mengetahui pula bagaimana kriteria mereka untuk seseorang dapat dikategorikan menyimpang, yaitu seperti apa yang mereka sampaikan, sudah cukup kita dikatakan seseorang yang menyimpang apabila:
1.Kita mengikuti Nasehat Ustadz Luqman untuk menjaga anak-anak kita dari bahaya Facebook
2.Kita mengikuti Nasehat Ustadz Luqman untuk memperingatkan saudara-saudara kita dari bahaya Facebook
3.Kita mengikuti Nasehat Ustadz Luqman untuk mengajak keluarga bersama-sama meninggalkan Facebook
4.Kita mengikuti Nasehat Ustadz Luqman untuk mengajak keluarga bersama-sama belajar Ilmu Agama dengan media lain selain Facebook yang jelas-jelas keamanannya
dan ketahuilah Salafiyyin, bahwa hukum karma menurut mereka bukan penyimpangan, sekolah formal yang mengajarkan ilmu filsafat menurut mereka bukan sebuah penyimpangan, membela hizbiyyin menurut mereka bukan sebuah penyimpangan.Wallahu A’lam Bish-Shawab, Insya Allah bersambung
dikutip dari ;
https://tukpecintasunnah.wordpress.com/2014/11/19/makar-para-pendengki-yang-menuduh-bahwa-ustadz-luqman-tidak-beserta-para-ulama-seri-5-tuduhan-kepada-ustadz-luqman-seputar-facebook/?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C8589361110
0 komentar:
Posting Komentar