Mengenal Agama Islam

Posted On // Leave a Comment
🌸Mengenal Agama Islam🌸

Sebuah Kenikmatan yang terbesar adalah ketika Allah menjadikan kita sebagai seorang yang beragama islam. Yang tidak ada kebahagian didunia dan diakhirat kecuali dengan memeluk agama islam, agama yang satu-satunya diridhai disisi Allah hanyalah islam yang tidak diterima selain dari agama islam.

Allah Subhaanahu wata’ala berfirman :

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللهِ الإِسْلامُ

“ Sesungguhnya agama yang diridhai disisi Allah hanyalah islam “ (Ali Imran : 19)


الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلامَ دِينًا

 “ Pada hari ini telah ku sempurnkan untuk kamu agamamu, dan telah ku cukupkan kepadamu nikmatku, dan telah ku ridhai islam sebagai agama bagimu “ (Al Maidah : 3)

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“ Dan barangsiapa mencari agama selain islam, dia tidak akan diterima dan diakhirat dia termasuk orang yang merugi ” (Ali Imran : 85)

Wajib bagi kita untuk mengenal dan memahami agama islam dengan pemahaman yang benar. Bahkan hal itu sebuah kewajiban yang paling pokok dan mendasar bagi seorang muslim dan muslimah.

🌹Lalu apa itu pengertian islam ? Islam adalah : “ Berserah diri kepada Allah dengan mentauhidkanNya, tunduk kepada Allah dengan melaksanakan ketaatan kepadaNya dan berlepas diri dari perbuatan syirik dan para pelakunya “ (Kitab Al Ushulus Tsalah, Syaikh Muhammad At Tamimi)

Inilah pengertian islam yang harus kita pahami, yaitu mengandung tiga hal.

🔵Pertama : “ Berserah diri kepada Allah dengan mentauhidkanNya

Yaitu berserah diri kepada Allah dengan mentauhidkan Nya didalam rububiyahNya  yaitu menyakini hanya Allahlah yang mencipta, memberi rezeki dan mengatur alam semesta ini. Dan mentauhidkan Allah didalam uluhiyahNya (menyerahkan seluruh ibadah hanya kepada Allah semata) dan didalam asma (nama-nama) dan sifatNya. Yaitu dengan menetapkan seluruh nama-nama Allah dan sifat-sifat Nya dengan tanpa menyerupakan Allah dengan makhluk Nya. Allah تعالى berfirman

وَاعْبُدُوا اللهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا

Artinya : “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Nya”. (An-Nisaa : 36)


🌹Dari pengertian diatas keluarlah dua kelompok manusia :

➡Kelompok pertama adalah Orang yang berserah diri kepada Allah dan juga berserah diri kepada selain Allah. Yaitu dia berserah diri kepada Allah disatu sisi dengan beribadah kepada Nya, akan tetapi disisi lain dia juga berserah diri kepada selain Allah dengan beribadah kepada selain Allah dengan menyembah kuburan misalnya, atau berdoa kepada selain Allah, atau ibadah lainnya. Mereka adalah orang-orang musyrik.

➡Kelompok kedua adalah Orang yang tidak berserah diri kepada Allah dan juga kepada selain Allah, meraka itu adalah orang – orang kafir, seperti fir’aun pada masa lalu dan atheis pada zaman sekarang. (silahkan lihat muqadimah duruus Nawaqid al-Islam, Syaikh Shalih al-Fauzan)

🌹Adapun seorang Muslim adalah orang yang berserah diri hanya kepada Allah semata dengan beribadah hanya kepadaNya dan tidak kepada selainNya.

🔵Kedua : Tunduk Kepada Allah dengan melaksanakan ketaatan kepada Nya.

Yaitu tunduk kepada Allah dengan ketundukkan hati, lisan dan anggota badannya. Dengan melaksanakan ketaatan kepada Nya dan menjauhi larangan Nya.

Berkata Asy Syaikh Ubaid Al Jabiri hafidzahullah : “ Tunduk kepada Allah dan ketundukkan ini jika dengan dzhiran (lahiriah/anggota badan) dan ketundukkan bathin (hati) maka itu adalah amalan orang-orang yang beriman. Dan jika hanya tunduk dengan ketundukkan dzhair saja maka itu adalah perbuatan seorang munafik. Akan tetapi ketundukkan yang benar yaitu mencakup ketundukkan dzahir dan bathin.”(Ithaful Uquul bi syarh ats – Tsalasatil Ushuul :95)

🔵Ketiga : Berlepas diri dari perbuatan syirik dan para pelakunya

Yaitu berlepas diri dari peribadatan kepada selain Allah dan para pelakunya.

Dalam hal ini Allah تعالى berfirman tentang kisah Nabi Ibrahim alaihi wasallam :

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللهِ وَحْدَهُ

“Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagi kalian pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia, ketika mereka berkata kepada kaum mereka, “Sesunguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kalian permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kalian beriman kepada Allah saja.” (AlMumtahanah:4)

Inilah penjelasan sederhana tentang kewajiban seorang hamba mengenal agamanya. Dengan  tujuan dari pengenalan tersebut yang membuahkan dari mengamalkan syariat islam. Karena islam adalah agama yang haq (benar) yang Allah meridhainya untuk kita, dan kita beribadah kepada Allah dengan menjalankan syariat islam. (Abdullah al Jakarty)

🔵 WA PSSI -Perkumpulalan Suami Sayang Istri- (Katagori Aqidah)

0 komentar:

Posting Komentar