Di sebuah majelis pelajaran kitab karya Asy-Syaikh Hafizh Hakamy rahimahullah yang berjudul Ma’aarijul Qabuul, Asy-Syaikh Rabi’ bin Hady Al-Madkhaly hafizhahullah membukanya dengan mengatakan:
الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ اتَّبَعَ هُدَاهُ أَمَّا بَعْدُ:
🔖 Lalu beliau hafizhahullah berkata: “Asy-Syaikh Hafizh berkata…, –Asy-Syaikh Rabi’ berkata kepada hadirin–: silahkan, silahkan, berilah kelapangan untuk saudara-saudara kalian, berikan tempat untuk yang lain, silahkan masuk sedikit lagi, tempatnya cukup cukup insya Allah…”
✅ Salah seorang hadirin ada yang mengatakan: “Ada sebagian yang mengambil gambar orang-orang.”
Beliau berkata: “Mengambil gambar?!”
Orang tadi menjawab: “Ya.”
Maka beliau berkata: “Tinggalkan mengambil gambar, mengambil gambar haram, Allah melaknat orang-orang yang menggambar (dengan alat apapun –pent). Mengambil gambar haram!!”
أَشَدُّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْمُصَوِّرُوْنَ.
🔖 “Manusia yang paling keras adzabnya pada hari kiamat nanti adalah orang-orang yang menggambar.”
(HR. Al-Bukhary no. 5950 dan Muslim no. 2109 –pent)
“Baarakallahu fiikum. Masuklah, masuklah agar kalian tidak terkena sinar matahari, baarakallahu fiikum. 📌Majelis kita bukan untuk membicarakan politik dan omong kosong. Majelis kita adalah untuk agama, untuk ilmu, dan untuk tauhid. Apakah pantas untuk diambil gambar?! Baarakallahu fiikum.”
📚 Sumber artikel:
http://www.sahab.net/forums/
✒ Alih Bahasa: Abu Almass
📃Sumber: http://forumsalafy.net/?p=7049
0 komentar:
Posting Komentar