Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah
Pertanyaan:
Apa hukum mogok kerja di negeri muslim untuk menuntut pembatalan sistem sekuler, setelah pemogokan ini dilakukan, tetapi tidak mendatangkan hasil. Apakah diperbolehkan [untuk menentang] sistem sekuler ini dengan cara mengobarkan revolusi rakyat?”
Jawaban:
Pertanyaan ini tidak diragukan sangat penting dan sebagai pengarahan bagi para pemuda Muslim. Hal itu disebabkan bahwa keputusan untuk mogok kerja, baik pekerjaan yang bersifat khusus atau pekerjaan di bidang-bidang pemerintahan, saya tidak tahu masalah ini ada dasarnya dalam syari’ah yang dapat dijadikan patokan. Tidak diragukan bahwa perbuatan ini dapat mengakibatkan banyak kemudharatan sesuai dengan
mogok kerjanya yang dilakukan secara merata dan sesuai dengan motif mogok kerja ini. Juga tidak diragukan bahwa hal ini merupakan salah satu cara untuk menekan pemerintah. Adapun yang dimaksud dalam pertanyaan tersebut adalah tentang menjatuhkan
sekuler. Untuk menjawab hal ini kita harus membuktikan dulu bahwa sistemnya sekuler. Kemudian, jika persoalan tersebut demikian adanya, maka ketahuilah bahwa penentangan terhadap pemerintah tidak boleh, kecuali dengan beberapa syarat.“
2.“Saya berpendapat bahwa tidak boleh melakukan pemberontakan rakyat untuk menyelesaikan masalah ini. Dikarenakan seperti yang sudah dimaklumi bahwa kekuatan riil ada di tangan pemerintah. Pemberontakan rakyat bagi pemerintah tidak memiliki apa-apa kecuali pisau dapur atau tongkat Pengembala. Senjata seperti ini tidak bisa menghadapi tank-tank baja dan berbagai macam senjata. Tetapi memungkinkan untuk melakukannya dengan cara lain jika syarat-syarat yang sudah dikatakan dapat dipenuhi. Dan seharusnya tidak terburu-buru untuk menyelesaikan masalah ini, karena negeri yang telah bertahun-tahun dijajah tidak mungkin untuk dirubah dalam sehari semalam menjadi suatu negeri yang Islami. Tetapi yang seharusnya adalah mengambil nafas panjang untuk meraih cita-cita.
Jika seorang manusia membangun sebuah istana, sesungguhnya ia telah membangun dasarnya. Walaupun pada akhirnya ia menempatinya atau bahkan meninggal sebelum menempatinya. Yang penting adalah membangun bangunan yang Islami, walaupun hal itu tidak bisa terwujud kecuali setelah bertahun-tahun. Karena itu, saya berpendapat agar jangan terburu-buru untuk menyelesaikan persoalan seperti ini, dan tidak perlu mengobarkan pemberontakan rakyat Yang mayoritas adalah seperti burung beo yang tidak tegar dalam prinsip. Jika angkatan bersenjata datang ke sebuah kampung dan mengobrak abriknya, tentu yang lain akan mundur dari perjuangannya.”
Fatawal Aimmah Fii An Nawazil Mudalhimmah
http://www.sahab.net/forums/?showtopic=127110
http://bit.ly/Al-Ukhuwwah
حكم الإضراب عن العمل
سئل فضيلة الشيخ العلامة محمد بن صالح العثيمين – رحمه الله تعالى -
ما حكم الإضراب عن العمل في بلد مسلم للمطالبة بإسقاط النظام العلماني ... وبعد الإضراب يُقدّم الذين أضربوا مطالبَهُم، وفي حالة عدم الاستجابة لهذه المطالب، هل يجوز مواجهة النظام بتفجير ثورة شعبية ؟.
فأجاب - رحمه الله - :
1- هذا السؤال لا شك أن له خطورته بالنسبة لتوجيه الشباب المسلم وذلك أن قضية الإضراب عن العمل سواء كان هذا العمل خاصا، أو بالمجال الحكومي، لا أعلم له أصلا من الشريعة يُبنى عليه.
ولا شك أنه يترتب عليه أضرار كثيرة، حسب حجم هذا الإضراب شمولا، وحسب حجم هذا الإضراب ضرورة، ولا شك أنه من أساليب الضغط على الحكومات والذي جاء في السؤال أن المقصود به إسقاط النظام العلماني.
وهنا يجب علينا إثبات أن النظام علماني أولا.
ثم إذا كان الأمر كذلك فليعلم أن الخروج على السلطة لا يجوز إلا بشروط .....
2- لا أرى أن تقام ثورة شعبية في هذه الحال لأن القوة المادية بيد الحكومة كما هو معروف، والثورة الشعبية ليس بيدها إلا سكين المطبخ وعصا الراعي، وهذا لا يقاوم الدبابات والأسلحة، لكن يمكن أن يتوصل إلى هذا من طريق آخر إذا تمت الشروط السابقة .
ولا ينبغي أن نستعجل الأمر لأن أي بلد عاش سنين طويلة مع الاستعمار لا يمكن أن يتحول بين عشية وضحاها إلى بلد إسلامي، بل لا بد أن نتخذ طول النفس لنيل المآرب.
والإنسان إذا بنى قصراً فقد أسّس، سواءً سَكَنَهُ أو فارقَ الدنيا قبل أن يسكنه، فالمُهمّ أن يبني الصّرْحَ الإسلامي وإن لم يتحقق المراد إلا بعد سنوات.
فالذي أرى ألا نتعجل في مثل هذه الأمور، ولا أن نثيرَ أو نفجر ثورة شعبية، لأن المسألة خطيرة وتعرفون أن الثورة الشعبية غالبها غوغائية لا تثبت على شئ، لو تأتي القوات إلى حيٍّ من الأحياء وتقضي على بعضه لكان كل الآخرين يتراجعون عما هم عليه] .
[انتهى كلامه - رحمه الله تعالى -].
المصدر : كتاب : [فتاوى الأئمة في النوازل المدلهمة
••••••••••••••••••
Majmu'ah AL ISTIFADAH
http://bit.ly/tentangwalis
▶ Telegram http://bit.ly/alistifadah JOIN
مجموعة الاستفادة
0 komentar:
Posting Komentar