BOLEHKAH BEKERJA KEPADA ORANG YANG MENCELA SHAHABAT?

Posted On // Leave a Comment
🔘 BOLEHKAH BEKERJA KEPADA ORANG YANG MENCELA SHAHABAT?
_________________________

🎓 Asy-Syaikh 'Ubaid bin 'Abdillah Al-Jabiriy حفظه الله تعالى

✒__ P E R T A N Y A A N:

Mudah-mudahan Allah memberkahimu wahai syaikh kami, pertanyaan yang ke tujuh.

▫Berkata (penanya) : wahai syaikh yang mulia kami bersaksi kepada Allah bahwa kami mencintaimu karena Allah.

▪Syaikh : Saya (juga) mencintaimu yang telah mencintai kami karena-Nya.

▫Berkata (penanya) : Saya memiliki kerabat yang tinggal di Jerman dan bekerja pada seseorang yang mencela Shahabat seperti Mu'awiyah -mudah-mudahan Allah meridloinya- Apakah boleh baginya tetap bekerja padanya?

🔏__ J A W A B A N:

permasalahan ini bagi dia ada dua keadaan yang nampak bagiku.

1⃣ Keadaan pertama,

Dia mendengar celaan ini, dia menghadirinya dan mendengar (celaan ini) darinya langsung, seperti dia bekerja dengannya di kantor dan (celaan) ini muncul darinya dan dia mendengarnya.

👉 Maka aku berpendapat hendaklah dia mengingatkannya dengan nama Allah dan menakut-nakutinya dengan (adzab)-Nya. Dan ingatkan kepadanya hadits-hadits seperti ucapan Nabi ﷺ :

إذا ذكرَ أصحابي فأمسكوا

"Apabila disebutkan (perselisihan) shahabat-shahabatku maka diamlah."

Dan juga hadits,

 لاتسبّوا أصحابي، فلو أن أحدكم أنفق مثل أُحُدٍ ذَهبًا مَا أدْرك مُدَ أَحَدِهِمْ ولا نصيفهُ

"Janganlah kalian mencela shahabatku, andaikan salah satu diantara kalian menginfaqkan (hartanya) berupa emas sebesar gunung uhud maka tidak dapat mencapai (pahala infaq) mereka sebesar satu mud dan tidak pula setengahnya."

📜 Dan juga hadits-hadits yang lainnya. Dan ingatkan (juga) kepadanya ucapan para ulama tentang larangan mencela Shahabat sama saja seluruhnya atau sebagian mereka.

☝Apabila dia sadar maka itulah yang diharapkan, dia sadar dan dapat menerima nasehat maka itulah yang diharapkan. Apabila dia tidak sadar maka dia adalah Rafidhi, ini merupakan aqidahnya Syi'ah Rafidhah maka aku khawatir dia adalah Rafidhi, jika dia bukan Rafidhi sungguh dia telah terpengaruhi dengan sebab banyak bergaul dengan Syi’ah Rafidhah, maka hendaklah dia mengingkarinya. Apabila dia berhenti dan menahan dari mencela, maka tidak ada halangan engkau bekerja padanya.

2⃣ Keadaan kedua,

Dia mendengar (berita) tentangnya bahwasanya dia mencela (shahabat) sedangkan dia tidak mendengar (langsung) darinya. Maka dia (tetap) bekerja sampai dia yakin bahwasanya (orang ini) mencela salah satu shahabat Nabi ﷺ. Maka dalam keadaan ini hendaknya dia menasehatinya dengan nama Allah dan menakut-nakutinya dengan (adzab) Allah dan hendaknya dia menggunakan kata-kata yang lembut dan ucapan yang baik, mudah-mudahan Allah memberi hidayah kepadanya apabila dia menerima hidayah (nasehat) maka inilah yang diharapkan dan ini yang tuntut.

💥 Apabila (orang ini) tetap (mencela) dan menentang maka kami menasehati dia untuk mencari pekerjaan yang lain.

💻 Sumber Artikel:
http://ar.miraath.net/fatwah/11539
✏__Alih Bahasa: Abul Barro' Sirojuddin 'Abbas حفظه الله تعالى
                     ---○●※●○---

〰〰〰〰〰〰〰〰🇸🇦

📮 هل يجوز العمل مع من يسب الصحابة؟

الشيخ:عبيد بن عبد الله الجابري
القسم:العقيدة والمنهج|الصحابة|
تاريخ الفتوى:12/06/2015

🔺السؤال: بارك الله فيكم شيخنا، السؤال السابع يقول: فضيلة الشيخ نشهد الله أننا نحبكم في الله.

الشيخ: أحبك الذي أحببتنا من أجله.

يقول: لي قريب مقيم في ألمانيا ويعمل عند رجل يسُبُّ بعض الصحابة مثال معاوية -رضي الله عنه-، فهل يجوز له أن يستمر بالعمل معه؟

🔻الجواب:
هذا له حالتان فيما يظهر لي:

❶ الحالة الأولى:
أن يسمع هذا السَّبّ، أن يحضُرَهُ ويسمعه منه، منه مباشرة، كأن يكون يعمل معه في مكتبه ويصدر هذا منهويسمعه، فأرى أن يُذَكِّره بالله ويُخَوِّفَه به، ويذكر له الأحاديث مثل قوله -صلى الله عليه وسلم-: ((إذا ذُكِرَ أصحابي فأمْسِكوا))، وحديث ((لا تَسُبُّوا أَصْحَابِي، فَلَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا أَدْرَكَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلا نَصِيفَهُ))، إلى غير ذلكم من الأحاديث، ويذكر له كلام أهل العلم في النهي عن سب الصحابة سواء كلهم أو بعضهم، فإن انزجر فبها ونعمت، انزجر واتعظ وقبِلَ النصيحة فبها ونعمت،وإن لم ينزجر فهو رافضيِّ، فهذا من عمل الرافضة فأخشى أنه رافضي، فإن لم يكن رافضي فقد تأثر بمخالطة الرافضة، فليُنكرعليه، فإن انشمر وكفَّ عن السب فلا مانع أن يعمل معه.

❷ الثانية:
أن يسمع عنه أنه يسب ولم يسمعه معه ولم يسمعه منه، فهذا يعمل حتى يتيقن أنه يسب من سب من أصحاب النبي - صلى الله عليه وسلم-، ففي هذه الحال يناصحه ويُخَوِّفَه بالله وعليه أن يستعمل لين الخطاب، وحسن الكلام معه، لعلَّ الله يهديه، فإن اهتدى وقبل النصيحةفبها ونعمت، وهذا هو المطلوب، وإن أصرَّ وعاند فإنا نوصيه أن يبحث عن عملٍ آخر.

•••••••••••••••••••••••••••••
🌏 WA Ahlus Sunnah Karawang | www.ahlussunnahkarawang.com

✆ WA Al Istiqomah ※ WALIS ✆
✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧
الموقع الرسمي للمجموعة:
🛅➠http://walis-net.blogspot.com/p/depan.html

0 komentar:

Posting Komentar