Apakah Diharuskan Menikah dengan Orang yang Tidak Ada Hubungan Keluarga agar Memiliki Keturunan yang Sehat?

Posted On // Leave a Comment
♻Apakah Diharuskan Menikah dengan Orang yang Tidak Ada Hubungan Keluarga agar Memiliki Keturunan yang Sehat?

🎁Fatwa Nomor:19244

📩Pertanyaan:

Saya bekerja menangani penyandang disabilitas (cacat), melakukan rehabilitasi, dan bekerjasama dengan anggota kelompok. Banyak penduduk asing di sini. Banyak pula di antara mereka yang melakukan konsultasi kepada bagian konseling keluarga tentang masalah orang tua yang memiliki lebih dari satu anak penyandang disabilitas untuk berhenti melahirkan anak. Mempertimbangkan itu semua, maka saya berpikir akan sangat baik jika kita memberi mereka gagasan bahwa agama Islam adalah yang pertama kali memberikan solusi dalam masalah ini melalui hadits-hadits Rasulullah صلى الله عليه و سلم. Beliau juga menganjurkan mereka untuk menikah dengan orang yang tidak ada hubungan keluarga. Menikah dengan keluarga dekat bukan termasuk anjuran agama, sebagaimana yang dipahami kebanyakan orang.
Saya mohon kepada Anda untuk memberikan hadits-hadits dan dalil tentang masalah ini, yang dapat dikirimkan segera. Jika ada penjelasan dalam bahasa Inggris, maka mohon untuk dapat disertakan pula. Saya mendengar bahwa Islam tidak mengharamkan penghentian kelahiran jika diketahui secara medis akan melahirkan bayi cacat, karena akan menambah beban keluarga dan masyarakat. Sejauh mana tingkat kebenaran pendapat tersebut?

📜Jawaban:


Tidak ada hadits shahih yang melarang pernikahan antar keluarga dekat. Terjadinya cacat itu semata-mata karena takdir Allah dan bukan karena pernikahan dengan keluarga dekat sebagaimana asumsi yang tersebar di masyarakat. Keturunan juga tidak boleh dibatasi lantaran takut melahirkan anak cacat. Yang wajib dilakukan adalah bertawakal dan berbaiksangka kepada Allah.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

📚Al-Lajnah ad-Daimah Lilbuhutsil Ilmiyyah wal Ifta'

🌴Ketua: Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Wakil Ketua: Abdul Aziz Alu asy-Syaikh

Anggota: Abdullah bin Ghudayyan | Shalih al-Fauzan ا Bkr Abu Zaid

〰TEKS ARAB〰

الفتوى رقم (19244)
س: نظرا لطبيعة عملي في مجال الإعاقة والتأهيل والتعاون مع أعضاء الفريق، ونسبة الأجانب كبيرة، وكثر استفسارهم عن الإرشاد الأسري للأهل الذين يتكرر لديهم أكثر من طفل معاق بوقف الإنجاب، رأيت أنه من الأفضل الخوض من ناحية دينية بإعطائهم فكرة أن ديننا الحنيف هو أول من أعطى الحل لهذا الموضوع من أحاديث الرسول -صلى الله عليه وسلم-، وحثه على تقريب النكاح، وأنه ليس من ناحية دينية زواج الأقارب كما يفهم الكثير.
أرجو من سعادتكم تزويدي بأحاديث وأدلة عن هذا الموضوع، وإن وجد أي شيء باللغة الإنجليزية أرجو تزويدي به وفي أقرب فرصة. ولقد سمعت أن الإسلام لا يحرم على الزوجين إيقاف الولادة إذا علم طبيا أنه سوف يتم ولادة أطفال معاقين، وبذلك يزيد العبء على الأهل والمجتمع. ما مدى صحة ذلك؟.
ج: ليس هناك أحاديث صحيحة تمنع من الزواج بين الأقارب، وحصول الإعاقة إنما يكون بقضاء الله وقدره، وليس من أسبابه الزواج بالقريبات كما يشاع، ولا يجوز منع الإنجاب خوفا من الإعاقة، بل يجب التوكل على الله سبحانه وإحسان الظن به. وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
عضو ... عضو ... عضو ... نائب الرئيس ... الرئيس
بكر أبو زيد ... صالح الفوزان ... عبد الله بن غديان ... عبد العزيز آل الشيخ ... عبد العزيز بن عبد الله بن باز

💻🔍
http://shamela.ws/browse.php/book-8381/page-13379

_______WhatsApp Al-Ukhuwwah_______

✆ WA Al Istifadah ※ WALIS ✆
✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧

🛅➠http://walis-net.blogspot.com/p/depan.html

0 komentar:

Posting Komentar