Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Khulu

Posted On // Leave a Comment
🌹Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Khulu'🌹

🔵Pembahasan Pertama : Pengertian Khulu’

Khulu’ adalah sebagaiamana yang dijelaskan oleh asy-Syaikh Al Allamah Shaleh Al Fauzan Hafidzahullah :

 ”Perpisahan seorang suami dengan isterinya dengan lafadz tertentu, dinamakan seperti itu, dikarenakan seorang isteri sendirilah yang meminta untuk pisah (lepas) dari suaminya, sebagaimana lepasnya pakaian dikarenakan setiap suami isteri adalah pakaian satu sama lainnya,
sebagaimana Allah Ta’ala berfirman

هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ

”Mereka itu adalah pakaian bagimu dan kamupun pakaian  bagi mereka” (Qs. Al Baqarah : 187) (Al Mulakhos Al Fiqhi, Jilid 2 Hal : 319)

Atau khulu’ adalah perpisahan antara suami istri atas tebusan yang dibayar oleh istri kepada suami dengan lafazd-lafadz tertentu. (Fiqih Muyyasar)


🔵Pembahasan Kedua: Dalil disyari’atkannya khulu’

Allah Subhaanahu wata’aala berfirman:

فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا يُقِيمَا حُدُودَ اللهِ فَلا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا فِيمَا افْتَدَتْ به

”Jika kamu khawatir bahwa keduanya (suami istri) tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh isteri untuk menebus dirinya” (Al Baqarah : 229 )

Dan didalam sebuah hadist yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radiyallahu ‘Anhu, menuturkan:

جَاءَتِ امْرَأَةُ ثَابِتِ بْنِ قَيْسِ بْنِ شَمَّاسٍ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللهِ مَا أَنْقِمُ عَلَى ثَابِتٍ فِي دِينٍ ، وَلاَ خُلُقٍ إِلاَّ أَنِّي أَخَافُ الْكُفْرَ ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَتَرُدِّينَ عَلَيْهِ حَدِيقَتَهُ فَقَالَتْ نَعَمْ فَرَدَّتْ عَلَيْهِ وَأَمَرَهُ فَفَارَقَهَا

“Datang isteri dari Tsabit bin Qais bin Syammas kepada Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam dan berkata: ”Wahai Rasulullah, aku tidak mencela Tsabit dalam hal agama dan akhlaknya, tetapi aku takut kekufuran.” (pada riwayat lain, “sesungguhnya aku tidak mencela Tsabit dalam hal agama dan akhlak tetapi aku tidak sanggup bersamanya.”) Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya: “apakah kamu sanggup mengembalikan kebunnya?. berkata (isterinya Tsabit-penj): Iya. Ia lalu mengembalikan kebunya kepada Tsabit dan Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam memerintahkan Tsabit untuk memisahkannya. Dia pun memisahkannya.” (HR. Bukhari)

🔵Pembahasan Ketiga: Hikmah disyariatkannya khulu’

Dari dua dalil diatas kita dapat mengetahui hikmah khulu’ adalah untuk mencegah terjadinya pelanggaran-pelanggaran hukum-hukum Allah dalam kehidupan suami istri akibat kebencian istri terhadap jeleknya akhlak, agama, ataupun fisik suami.

🔹WA PSSI (Perkumpulan Suami Sayang Sama Istri)

➡ Insya Allah bersambung

0 komentar:

Posting Komentar