MANHAJ SALAFY (5a)

Posted On // Leave a Comment
 MANHAJ SALAFY (5a)
〰〰〰〰〰〰〰〰〰

✅ "Ketahuilah bahwa manusia itu tidak akan BERBUAT SATU KEBID'AHAN pun kecuali pasti mereka MENINGGALKAN SUNNAH YANG SEMISALNYA.

Maka WASPADALAH (hati-hati dan jauhilah) perkara-perkara yang haram. Karena setiap perkara baru (dalam agama, pen) adalah BID'AH. Setiap kebid'ahan adalah SESAT. Setiap kesesatan dan pelakunya di NERAKA.

📗 (Syarhus Sunnah, karya al-Barbahari rahimahullah)

------------------------

 ☑ TIDAK AKAN BERSATU ANTARA SUNNAH DENGAN BID'AH


******** 

 Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah :

 "Ini merupakan kata-kata hikmah yang agung. Ucapan ini terambil dari riwayat para salaf : "BAHWA MANUSIA TIDAKLAH MEMBUAT SATU KEBID'AH-PUN, KECUALI PASTI HILANG DARI MEREKA SUNNAH YANG SEMISALNYA." Sesungguhnya tidaklah berkumpul antara sunnah dan bid'ah, kecuali salah satunya pasti akan keluar meninggalkan yang lainnya. …

Kata-kata hikmah yang terambil dari riwayat salaf ini, pasti adanya berdasarkan pengalaman.
 Fakta dan dalilnya adalah :
 kamu dapati bahwa para ahlul bid'ah itu pasti :
💥 membenci hadits-hadits yang shahih
💥 membenci sunnah
💥 musuh besar sekaligus sesuatu yang paling mereka benci untuk mendengarnya adalah apabila dikatakan : "Hadits ini melarang dari perbuatan tersebut, atau mengharamkan itu"
- yakni mereka tidak mau mendengar hadits-hadits dan sunnah-sunnah yang bertentangan dengan apa yang mereka ada di atasnya.

🔎 Ini merupakan tanda, bahwa SUNNAH dan BID'AH TIDAK AKAN BISA BERSATU.

Adapun seorang yang berjalan di atas as-Sunnah, apabila mendengar sebuah hadits dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, maka dia bergembira dengannya.



📌 [Ithaf al-Qari, 77-78 ]

 
 Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah

🌍 "Ini adalah ucapan yang haq (benar) dan fakta nyata. Berapa banyak ahlul bid'ah meninggalkan dalil-dalil al-Qur'an dan as-Sunnah. Kebid'ahan dan kesesatan mereka telah memalingkan mereka dari dalil-dalil tersebut.

- Yang tidak mau menetapkan Shifat-Shifat Allah yang agung dan pasti berdasarkan dalil-dalil dari al-Qur`an dan as-Sunnah, maka dia menggantinya dengan MENGINGKARI Shifat-Shifat agung tersebut.

- misalnya, Ahlu at-Ta'thil (orang-orang yang mengingkari shifat-shifat Allah) menyatakan bahwa Allah berada di mana-mana. Maka dengan ini berarti mereka telah meninggalkan puluhan dalil yang menetapkan Shifat Tinggi bagi Allah dan bahwa Allah istiwa (tinggi dan berada di atas) 'Arsy-Nya. Kemudian pengingkaran ini akan mengantarkan kebanyakan dari mereka kepada aqidah sesat "al-Hulul" (yakni keyakinan bahwa Allah bertempat pada makhluk) dan aqidah sesat "Wihdatul Wujud" (yakni keyakinan bahwa Allah menjadi satu kesatuan dengan makhluk).

- Orang-orang yang melakukan bid'ah tawassul dengan 'jah' (kedudukan) dan tokoh-tokoh, maka dengan itu dia telah meninggalkan tawassul yang dituntunkan dalam syari'at, seperti bertawassul dengan Nama-nama dan sifat-sifat Allah, dan bertawassul dengan amal shalihnya dan keimanannya kepada Allah.    

- Tarekat-tarekat Shufiyyah, seperti Syadziliyyah dan Tijaniyyah, telah membuat bid'ah wirid-wirid sesat dan syirik. Mereka bodoh dan meninggalkan dzikir-dzikir syar'iyyah nabawiyyah.

- Orang-orang yang mendirikan bangunan-bangunan dan kubah-kubah di atas kuburan orang-orang shalih, telah meninggalkan sunnah-sunnah shahihah yang mengharamkan dan melarangkan semua itu.

  [ 'Aun al-Bari, hal. 66 ]


••••••••••••••••••••••
🌠 WhatsApp Miratsul Anbiya Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar