Kaidah-kaidah Salafiyyah dan Nasehat-nasehat

Posted On // Leave a Comment
🔐 Kaidah-kaidah Salafiyyah  dan Nasehat-nasehat yang mengarahkan sebagai Jalan Keluar dari Fitnah-fitnah Hizbiyyah
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
 KAIDAH KE TUJUH
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Saya nasehatkan kepada diri saya pribadi dan kepada saudara saudaraku, yaitu dengan suatu kaidah yang telah ditetapkan dan dikenal, akan tetapi perlu selalu kita mengulanginya dan kembali meyebutkannya :

Hendaknya selalu Bergabung dalam Barisan Ulama Salafiyyin, dan Menjauhkan Diri dari Ahlul Bid’ah dan Ahlul Ahwa’.

Hendaknya Menjauh dari Orang yang tidak Jelas Beserta Orang-orang yang telah Mendapatkan Tahdzir.


Ataupun Orang-orang yang Tampak darinya Permusuhan terhadap Ulama Salafiyyin, dan Orang-orang yang Tampak dari Sela-sela Ucapannya Sesuatu yang Menunjukkan tidak ada Kecenderungan kepada Salafiyyin.

Ini adalah perkara yang sangat penting. Karena sebagian generasi muda Salafiyyin terkadang berada  di sekitar seseorang, yang sebenarnya ia bukanlah seorang salafi, namun berpenampilan salafi.

Para pemuda berkerumun disekitar orang tersebut, sehingga dia pun "membina" (para pemuda tersebut) kepada apa yang dia maukan, berupa berbagai fitnah dan petaka.

Setelah mapan, kemudian dia memecahkan diri dari Salafiyyin, dan jadilah barisan Salafiyyin di daerah tersebut terpecah menjadi dua bagian atau bahkan lebih. (dan sebenarnya pecahan-pecahan tersebut, tidak bisa lagi dianggap sebagai salafy,pent).

Kemudian, mengapa saya justru ikut campur dalam urusan ini ?

Sesungguhnya, saya menuntut ilmu di sisi para Ulama Salafiyyin, atau di sisi seorang yang direkomendasi ulama salafiyyin, atau kepada orang yang memang jelas, dikenal nyata sebagai seorang Salafy, berdakwah kepada manhaj salafi dan tidak sedikitpun didapatkan padanya tahdzir. Ini juga merupakan salah satu kaidah penting, karena kita yakin bahwa seseorang jika ingin meminum air, ia akan memilih air yang bersih jernih sehingga ia tidak terserang penyakit karena kotornya air yang diminumnya.

Maka kita katakan, demikian juga dengan ilmu. Sesungguhnya Ilmu jauh lebih penting dari air, dan lebih penting daripada makanan dan minuman, karena seseorang membutuhkan ilmu terus-menerus.

Sesungguhnya mengambil ilmu yang jernih dari Ahlul Ilmi yang dikenal beningnya dalam manhaj dan aqidah ini merupakan suatu kewajiban secara syar‟i.

Hal ini lebih selamat untuk ditempuh agar terhindar dari berbagai penyakit hati dan syubhat. Terhindarkan dari terjerumusnya dalam fitnah.

Oleh karenanya banyak ditemui dari generasi muda dan para da‟i yang menyimpang dan tersesat karena sebab tidak memperhatikan mengikuti kaidah ini.

Seorang Salafy harus menjauh dari Ahlul bid‟ah yang sesat, ini sudah sangat gamblang. Akan tetapi permasalahannya adalah apabila ia tidak menjauh dari orang-orang yang menampakkan perkara-perkara yang rancu membingungkan, tidak pula ia menjauh dari orang-orang yang sudah terkena tahdzir dari sisi ulama, meskipun sekilas ia menampilkan as-Sunnah. Namun para ulama sedang membantahnya, menuntutnya untuk rujuk dari kebathilan, dan para ulama juga tengah menjelaskan kesalahan-kesalahan dan ketergelincirannya.

Maka menyikapi tokoh-tokoh yang seperti itu, yang lebih selamat dan lebih utama bagi seseorang adalah menjauhi tokoh-tokoh seperti mereka itu.

Sebagaimana ungkapan yang dituturkan oleh Ahlul Ilmi, “Pada (hadits) yang shahih itu sudah terdapat kecukupan (tidak butuh lagi) kepada (hadits) yang dha'if.”

Demikian juga yang kita katakan, “Pada para ulama Salafiyyin, kitab-kitabnya, rekaman-rekamannya itu terdapat kecukupan dan tidak butuh lagi kepada Ahlul Bid’ah serta Ahlul Ahwa’.

Tidak butuh pula dengan orang-orang yang sudah
terkena Jarh, serta tidak membutuhkan orang-orang yang tidak berprinsip dan tidak punya pendirian (dalam bermanhaj)."

Kita tidak membutuhkan mereka, ini adalah Agama Allah, kita tidak main-main padanya. Setiap orang akan bertanggung jawab atas perkara ini. Hendaknya dia tinggalkan fanatisme terhadap tokoh tokoh tertentu, tinggalkan fitnah dan segala yang bisa memunculkan fitnah pada dirinya, meskipun dirinya merasa memiliki ilmu yang luas, dan lain sebagainya.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 Ditulis Oleh Syeh Ahmad Bin Umar Bin Salim Bazmul
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
🇮🇩 Penterjemah Al Ustadz Hamzah Lafirlaz
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
📚 Sumber Qawa'id Salafiyyah wa Nasha`ih Taujihiyyah  Li al-Khuruj min Fitan al-Hizbiyyah
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
TamanJannah

0 komentar:

Posting Komentar