~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
KAIDAH KE ENAM
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ini merupakan salah satu kaidah penting :
Fitnah Itu Apabila telah Datang maka Masuk padanya Semua Manusia dengan Berbagai Kebohongan, dan Tidaklah Bisa
Mengenali Fitnah Tersebut kecuali Ulama.
Apabila Fitnah Itu telah Berlalu (karena dipadamkan oleh para ulama) maka Semua Manusia akan Mengenalinya, karena Akibat akibatnya yang Sangat Jelek
Kaidah ini mengisyaratkan kepada Manhaj yang sangat penting dalam menyikapi fitnah yang terjadi.
Yaitu hendaknya seorang muslim menjauhkan diri dari berbagai fitnah dengan cara senantiasa bergabung dibelakang barisan para ulama kibar.
Jangan ia berbicara tentang fitnah, dan hendaknya dia meninggalkannya. Hendaknya dia melihat bimbingan para ulama kibar tentang fitnah fitnah, kemudian hendaknya ia berpegang dengannya.
Jangan menyibukkan dirinya dalam gelombang fitnah. Mengapa demikian?
Dikarenakan fitnah itu akan masuk padanya semua pihak untuk membuat kebohongan, tanpa dilandasi hujjah (argumentasi), burhan (bukti), tidak pula ilmu.
Turut terlibat dalam fitnah tersebut membuat waktu tersia-siakan. Terkadang dengan keterlibatannya dalam fitnah tersebut, seseorang justru menjadi pendukung kebatilan dan memerangi kebenaran tanpa dia sadari, dan dia tidak memaksudkan itu.
Lalu bagaimana jalan keluar dari fitnah ?
Menjauhlah dirimu dari fitnah, bergabunglah di belakang barisan ulama kibar. Jangan kamu terjunkan dirimu dalam fitnah. Serahkanlah urusan fitnah kepada Ulama Kibar, mereka yang akan mengupasnya.1
Berhati-hatilah engkau, jangan turut menyalakan fitnah, jangan mengikuti jejak fitnah, jangan pula sok untuk berbicara tentang fitnah.
Cukuplah bagimu bimbingan Ulama Kibar dalam mengenali fitnah. Oleh karenanya engkau akan temui, di antara sebab yang menjerumuskan sebagian generasi muda dan para da‟i dalam kubangan fitnah, adalah tampilnya mereka dalam keruwetan dan tidak menjauhkan diri darinya.
Keterangan :
1.Artinya kita berbicara sebagaimana para ulama kibar telah menyimpulkan dan jangan melancanginya.
Misalnya ketika terjadi Fitnah Hajuriyah atau Fitnah Halabiyyah janganlah lancang ikut-ikutan berbicara dan menilai dengan pendapat masing-masing.
Namun lihat dan dengarlah bagaimana bimbingan ulama kibar dalam masalah ini.
Ketika para ulama kibar telah memberikan penilaian dan tahdzir dari bahaya Fitnah Hajuriyah dan Fitnah Halabiyyah tersebut, maka ikuti dan pegang erat nasehat tersebut.
Sampaikanlah kepada umat fatwa dan nasehat para ulama kibar tersebut. Ada sebagian pihak, yang mengatakan bahwa dirinya tidak mau turut campur dalam fitnah. Masalah fitnah biarlah para ulama yang berhak berbicara.
Namun sayang, dia tidak mau tahu bimbingan, fatwa, dan nasehat para ulama kibar. Ketika disampaikan bahwa ulama kibar telah berfatwa dan mentahdzir dari fitnah tersebut, dia masih mengatakan bahwa dirinya tidak ikut-ikutan fitnah. Tidak pula dia mau menukilkan dan menyampaikan bimbingan dan fatwa ulama kibar kepada umat.
Allahul Musta'an. Suatu sikap yang justru membingungkan umat dan menimbulkan fitnah baru.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ditulis Oleh Syeh Ahmad Bin Umar Bin Salim Bazmul
••••••••••••••••••••••••••••••
🇮🇩 Penterjemah Al Ustadz Hamzah Lafirlaz
••••••••••••••••••••••••••••••
📚 Sumber Qawa'id Salafiyyah wa Nasha`ih Taujihiyyah Li al-Khuruj min Fitan al-Hizbiyyah
••••••••••••••••••••••••••••••
TamanJannah
0 komentar:
Posting Komentar