𝐊𝐄𝐍𝐀𝐏𝐀 𝐊𝐈𝐓𝐀 𝐇𝐀𝐑𝐔𝐒 𝐒𝐄𝐋𝐄𝐊𝐓𝐈𝐅 𝐃𝐀𝐋𝐀𝐌 𝐌𝐄𝐍𝐔𝐍𝐓𝐔𝐓 𝐈𝐋𝐌𝐔?
Asy Syaikh Ubaid Al-Jabiri rahimahullah berkata:
“Sesungguhnya ilmu ini adalah agama. Maka perhatikan dari siapa kalian mengambil agama kalian.”
Ini merupakan peringatan -wahai kaum muslimin dan muslimat- agar kita sangat berhati-hati: jangan sampai kita mengambil agama, baik dalam masalah pokok maupun cabang, kecuali dari seorang ulama syar’i yang dikenal kokoh ilmunya, baik agamanya, lurus tindak-tanduknya, serta memiliki pemahaman yang benar terhadap agama Allah.
Karena apa yang banyak tersebar dari berbagai ucapan dan pendapat itu, kadang muncul dari orang yang tidak tahu, kadang pula datang dari orang yang bukan ahli ilmu syar’i; atau mungkin ia memiliki ilmu syar’i, tetapi menyimpang.
Apabila ilmu diambil dari orang seperti itu -dari sana, sini, dan berbagai arah- maka yang terjadi adalah: umat terpecah, persatuannya tercerai-berai, dan bergeser dari jalan yang Allah ridai: dari tauhid dan sunnah menuju berbagai bentuk bid’ah dalam agama Allah.
Sungguh indah ucapan Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu:
“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan dan tetap teguh, selama ilmu datang kepada mereka dari para sahabat Muhammad dan orang-orang besar (yang kokoh ilmunya). Namun bila ilmu datang kepada mereka dari ‘orang-orang kecil’, niscaya mereka binasa.”
Takhilul Ainain Syarah Aqidah Ar-Raziyain, halaman 35
____
🛜 https://t.me/alistifadah
[Read more]